11 Komentar Tulisan

Hilangnya Koran Politik? • penulis: malika, 09 Juli 2009 21:49:05 • Biasa +2

Semoga nasib Politikana tak akan suram. Saya melihat koran yang khusus dibuat dalam rangka mengangkat citra SBY, seperti Jurnal Nasional (Jurnas) misalnya, tak akan mati karena SBY naik lagi. Walau begitu, kalau SBY tak naik lagi 5 tahun mendatang dan kader pemimpin di Demokrat tak kunjung lahir, Jurnas harus mampu memproyeksikan bisnis media ini lebih serius lagi. Sudah banyak koran tewas dua tahun terakhir ini, jika tak mampu bersinergi dan beradaptasi dengan segala perkembangan.

Menampilkan 1 - 11 dari 11 komentar.
kalangwan maksudnya koran politik apa ya? bisa diperjelas?

Suara Karya masih setia menyuarakan Golkar. Merdeka yang dipimpin[?] Mulyana Kusuma suaranya dekat ke Mega. Kalo Jurnas afiliasinya lebih ke SBY ketimbang ke Demokrat, setidaknya di awal pendiriannya. Belakangan tentu makin susah dibedakan, terlebih setelah Pemrednya tembus ke Senayan.

Koran [apakah itu politik atau apa pun] tantangannya bukan pada ke mana arah angin politik, tapi pada persaingan kue iklan yang makin menipis padahal biaya cetak makin mahal, harga kertas makin melambung dan --ini yang terpenting-- model media online makin lama makin tak terbendung karena lebih murah dari segi produksi.


09 Juli 2009 22:15:21
samsara  @kalangwan: Yang saya tahun eksistensi Jurnas memang untuk mendukung pemerintahan sby dan ada andil juga dari perusahaan Sampoerna (atau Yayasan?)...

Yang tembus ke senayan dari Jurnas siapa ya? si pemilik kafe di Veteran?
09 Juli 2009 22:32:03
malika tembus Senayan sekarang: Ramadhan Pohan, salah satunya.
09 Juli 2009 22:33:23
presidenkusby semua balik ke pemeberdayaan dana...
09 Juli 2009 22:33:39
kalangwan samsara:

betul, memang untuk mendukung kebijakan pemerintahan. agak jarang sih model kaya gini dalam sejarah pers di indonesia. dulu yang sering itu koran lahir dari rahim partai [masyumi dengan Abadi, NU dengan Duta Masyarakat, PKI dengan Lekra].

yang tembus ke senayan itu pemrednya, bos. ramadhan pohan.
09 Juli 2009 22:37:07
septima gimana dengan indonesia monitor?? :D
09 Juli 2009 22:39:14
samsara  @malika: lebih dari satu??
09 Juli 2009 22:41:35
samsara  @kalangwan: Kalo jurnalisme begini bukannya masuk koran kuning ya?

kalo yang bung sebut di atas kan karena memang tuntutan ideologis. KORAN PARTAI lebih tepatnya, bukan koran politik.

Oh yg tembus pemred nya tho..
09 Juli 2009 22:47:22
kalangwan makanya, UU rokok bakalan macet nih. jurnas emang dibiayain oleh --salah satunya-- sampoerna.
09 Juli 2009 22:47:28
kalangwan samsara:

koran kuning itu, kalo yang saya tahu, mula-mula merujuk tabloid2 yang kerjaannya cuma ngejar kehidupan para pesohor. jika pun ngulik kehidupan politisi, ya yg diuliknya itu kehidupan pribadinya, bukan melacak policy2nya.

koran yang lawas2 itu memang tuntutan ideologis, tp di level praktis, ia juga menjelma jadi tuntutan politik praktis. kalo sekarang, apa ya masih ada koran untuk tuntutan ideologis?

kecuali bulettin2 bawah tanah yang beredar dari uang bantingan kali ya :D
09 Juli 2009 22:52:46
Subroto Saya siap jadi redaktur periode berikutnya :D
09 Juli 2009 23:42:13
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »