33 Komentar Tulisan

Rasisme Rasa JK • penulis: Dave Kujan, 03 Juli 2009 11:41:16 • Basi -2

Masih ingat kasus diskriminatif dari Jusuf Kalla dalam harian Sinar Harapan edisi 12 Oktober 2004? Dalam pernyataannya pada warga keturunan Tionghoa diberikan 2 (dua) macam opsi / pilihan dalam kehidupan bernegara (terutama di bidang perekonomian) di negara ini, yaitu : 1. Mau / bersedia / berkenan didiskriminasi atau 2. Mau / bersedia / berkenan dibakar harta bendanya.

Menampilkan 1 - 30 dari 33 komentar.
sawung saking rasisnya JK sampe-sampe ketua asosiasi pengusaha yang cina itu dukung JK.

btw ini copy paste dari mana ya? kayak mirip di milis2.
03 Juli 2009 12:10:50
Chairman Mao  @sawung: politik bung,.. saya tanya kepada anda: Soeharto rasist ga? (Hint: ini adalah pertanyaan rhetorical, tidak perlu dijawab) lalu kenapa juga didukung oleh pengusaha cina?...

pernah baca dongeng little red riding hood ga?
03 Juli 2009 12:18:30
5150 harusnya ditambahin kata "oknum" etnis cina. kadang menjadi dilema juga sih, di satu sisi banyak koruptor2 kakap yang bawa lari uang rakyat itu orang cina.

saya pernah tes di sebuah bank, gak lulus karena saya gak bisa bahasa mandarin :p
03 Juli 2009 12:34:00
Chairman Mao  @5150: yah ditindak lanjuti aja itu orang.. jangan dibwa bawa etnisnya..

itu untuk mengantisipasi pasar China yang lucrative.. banyak yang ga lulus karena bahasa inggrisnya jelek, kenapa ga salahin orang bule nya aja kalo gitu sekalian?
03 Juli 2009 12:37:16
5150 @mao

saya gak bawa2 etnis makanya saya bilang kan oknum, saya dari kecil juga hidup di lingkungan pergaulan orang2 cina dan mereka find2 aja tuh

kalo yang tes di bank itu, yang nge test orang non cina :p
03 Juli 2009 12:41:39
5150 eh titip sekalian, kalo bahasa inggris kan di ajarin di sekolahan dari TK sampai kuliah, di semua sekolah baik negeri maupun swasta, jadi kalo udah di ajarin masih gak bisa juga berarti.........

kalo bahasa mandarin kan hanya di ajarin di sekolah2 tertentu, jadi ya maap kalo saya gak bisa bahasa mandarin, gak pernah diajarin soalnya, dan gak ada duit buat kursus bahasa mandarin juga :D
03 Juli 2009 12:45:02
LCFR  @5150: ...banknya apaan dulu? Dan persyaratanitu ada di ads lamaran atau nggak? kalau emang ada persyaratan itu dan/atau bangnya sejenis HSBC jelas anda yang ngaco dong ^^;;.
03 Juli 2009 12:48:01
gunawanrudy Yak... Bakar, bakar! :))

*seru*

Lama-lama malah ga jengah, tapi asyik liat para fans saling cari-cari kesalahan lawan. Keren. :D

Setelah googling sedikit...

http://www.antara.co.id/view/?i=1243575353&c=NAS&s=POL

http://makassarterkini.com/8.22-Tokoh-Tionghoa-Protes-soal-Isu-Etnis.php

http://nasional.vivanews.com/news/read/58336-komunitas_tionghoa_makassar_dukung_jk_win

http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=15926:jusuf-kalla-saya-tak-anti-tionghoa&catid=303:22-mei-2009&Itemid=216

http://public.kompasiana.com/2009/06/24/jk-soal-isu-anti-china-dan-anti-kristen-menurut-jusuf-wanandi/ (kalau ini bukan berita, ini kolom opini)

Untuk mengimbangi kolom opini yang dikopas di atas, gw dapet tambahan 4 berita dan 1 kolom opini. Itu dari beberapa sudut pandang yang berbeda: dukungan, protes, bantahan ybs, dan klarifikasi terhadap isu.

Ya terserah mau percaya yang mana. Lucunya pemilu sudah kayak agama aja. Heheehee... :))

*irreligious, golput*

Oiya btw, gw lom dapat berita tentang diskriminasi (bukan sekadar pernyataan) ini selama 2004-2009. Ada yang bisa bantu?
Soalnya hasil googling masih berkutat pada pernyataan JK aja. Yang kesaksian / terjadi di lapangannya gw lom dapat. Sekiranya mungkin fans SBY, Mega, atau golputer bisa bantu nyari, kalau dapet kan jadi senjata yang kuat tuh. Daripada muter2 isu di pernyataan kayak gini, sama pula kayak yg nyerang Ruhut, Andy, dan Prabowo itu dengan senjata rasis. Weleh.
03 Juli 2009 13:13:51
tony kelana ini mmg cerita lama sih... tapi kita tdk bisa melupakan hal lama krn hal tsb sdh menjadi sejarah, dan jk ini mmg berbahaya kalau jadi pimpinan apalagi preisden, to many konflict of interest nya,jgn samapi kita balik ke suharto jilid II, yg hanya mementingkan kroni2 nya termasuk pengusaha2 china, yg nantinya akan meledak spt peritiwa'98. mmg dia bukan militer sihh.. tapi ingat tipikal bangsa kita ini masih gampang diadu domba apalagi kalau dikasih uang dan kekuasaan.
03 Juli 2009 13:22:18
mendoan  @tony kelana:
sebenernya kalo mau dirunut ke masa lalu ...pas SBY jadi menkopolkam, lebih berbahaya SBY

karena menurut saya lebih nyata perbuatan SBY yang tampak kurang peduli menyelesaikan konflik horizontal yang berdarah dan berbau SARA daripada sebuah pernyataan...
03 Juli 2009 13:31:52
mendoan btw btw...itu 2004, sekarang 2009, pertanyaannya apakah memang dalam 5 tahun tersebut JK antipati dengan etnis tersebut?
03 Juli 2009 13:35:18
tony kelana mendoan :
sby khan mentri waktu itu, jadi kapasitasnya jelas hanya sebatas pelaksana saja, komando dan decision maker nya khan presiden, lagian saat itu mmg suasana politik kita lagi kacau peralihan orba ke reformasi, jadi setiap tokoh/pejabat pasti cari aman nya saja dulu.
tapi at list sby rekam jejak nya gak separah wiranto atau prabowo.
03 Juli 2009 13:39:43
mendoan  @tony kelana: tapi JK juga mentri bisa selesein dengan malino-nya...btw SBY kan menKO (koordinatornya mentri-mentri...di atas menteri-menteri...bisa jadi pimpinannya juga ga dapet laporan ga bener dari menkonya...terlalu banyak kemungkinan hehe) kalao dua jenderal itu memang banyak gosipnya hehe
03 Juli 2009 13:46:08
Chairman Mao  @gunawanrudy: taktiknya big bad wolf dalam little red riding hood dipake sama JK :D

@mendoan: pertama masa lalu itu penting sebagai track record, apalagi dalam menentukan masa depan Indonesia 2009-2014 dan saya lebih menitik beratkan kepada pemikiran seorang JK yang sudah jelas diakui didalam website pribadi beliau: http://www.jusufkalla.com/print.php?p=24 pada kalimat penutup paragraph satu, dan saya quote:
" Di antaranya adalah pemerataan dalam partisipasi dan menikmati hasil-hasil pembangunan antara masyarakat, khususnya pri dan nonpri."

sudah jelas, hitam diatas putih~ dalam mindset beliau terbaginya bukan sektor bisnis kecil, sektor bisnis menengah, sektor bisnis besar.. melainkan pri dan nonpri.. ini yang bahaya! dan apabila beliau menjabat sebagai presiden, kebijakannya akan serat dengan dibedakannya pri dan nonpri.
03 Juli 2009 14:07:08
mendoan  @Chairman Mao: jangan hanya track record...kalo ngandelin itu saya golput deh ga ada yg beres hehe
03 Juli 2009 14:09:51
laind Kalau dari kutipan lengkapnya, pendapatku si JK malah nggak rasis. Dia realis. Dia sadar bahwa masyarakat miskin yang tertekan kadang melampiaskan ke orang Tionghoa.

Itu fakta kehidupan. Beberapa temenku juga apa-apa nyalahin orang Cina.

Mencap JK, yang mengungkapkan fakta itu, dengan rasis juga naif. Masalah rasisme tidak selesai jika kita membungkam masalah rasisme. Kita harus mengeluarkannya dan menghadapinya sama-sama.

JK, simply point it out. Dia menuntut peran masyarakat Tionghoa untuk nggak "playing the victim" terhadap masalah diskriminasi rasial dan punya peran aktif di masyarakat.

Itu sih yang aku tangkap dari sepotong pernyataan itu.

Kamu?

03 Juli 2009 14:12:24
gunawanrudy  @Chairman Mao: gw masih heran bin bingung, julukan "Pasangan Nusantara" apakah cocok ya? :)

Nusantara harusnya mencerminkan sikap pluralis kali ya?

Tapi bagi gw, mereka memang 3 pasangan serigala Midas yang memburu 3 anak babi yang imut kayak gw.
03 Juli 2009 14:13:52
abah saya nonoton di metro tv, jk ditanya tentang hal ini: dia menyatakan bahwa, itu tidak benar, bahkan dari dulu dia bisnis sama orang cina....

03 Juli 2009 14:17:33
Chairman Mao  @laind: Saya sarankan baca terus artikelnya, maka anda akan sadar bahwa kebijakan beliau akan memecah belahkan WNI menjadi pri dan nonpri secara legal... kebijakan pemerintah yang serat akan SARA tidak akan menyelesaikan persoalan SARA di negeri kita ini. Sama seperti seorang bugis punya hak yang sama menjadi presiden, seorang non-pri juga punya hak dan kewajiban yang sama sebagai WNI TIDAK TERKECUALI! ketidak adilan sosial yang telah Soeharto bangun harus perlahan kita hilangkan, BUKAN MALAH DIPERTEGAS DIATAS HUKUM.. Masalah rasisme TIDAK akan terselesaikan dengan membagi WNI menjadi pri dan non pri.

Masalah rasisme di Indonesia dapat diselesaikan dengan:
dari segi sosial:
- Pemerintah mendukung kegiatan/pendidikan pemahaman antar budaya/etnis.
- Pemerintah men-sosialisasikan etnis tionghoa sebagai bagian dari kekayaan suku Indonesia, budaya Tionghua sebagai salah satu bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Dengan begini akan mengikis perasaan "asing" antar sesama, orang etnis-Tionghoa juga akan lebih merasa dirinya diakui sebagai orang Indonesia.

dari segi hukum:
- Undang undang yang tidak mencerminkan keadilan sosial dihilangkan.
- koruptor ditindak tegas
- etnis tionghoa diijinkan masuk dalam sektor pemerintahan, politik dan pertahanan, jadi tidak dikotakan hanya dalam sektor dagang.
- dibuat undang undang yang menindak tegasi kebijakan rasist.

dengan begini secara hukum hak dan tanggung jawab yang sama untuk setiap orang sebagai WNI juga dilindungi hukum, kebijakan rasist dapat dipertanggung jawabkan melalui proses hukum.
03 Juli 2009 14:57:38
5150 @LCFR

yang pasti bank dalam negeri lah

sudahlah itu sudah cerita lama kok, yang pasti saya gak membenci suku apapun yang saya benci adalah koruptor yang bawa lari uang rakyat.

sekalian aja saya bukan pendukung capres manapun, sampai detik ini saya masih memutuskan untuk golput :P

*masih pusing kalo disuruh memilih yang terbaik dari yang terburuk*
03 Juli 2009 15:06:11
tony kelana memang hal ini perlu waktu...mungkin perlu suatu revolusi , spt di china dimana mereka membuka pintu buat aliran2 yg lain tanpa meninggalkan budaya sendiri.
jadi yg mayoritas nggak merasa sok berkuasa dan menindas minoritas, mencari pemimpin yg bisa mengayomi semua golongan,dan hukum benar2 ditegakan.kita sudah di ninabobokan
oleh suharto lbh dari 30 thn. jadi pola pikir kebanyakn bangsa ini sdh kaya gitu seperti
postingannya laind:

Kalau dari kutipan lengkapnya, pendapatku si JK malah nggak rasis. Dia realis. Dia sadar bahwa masyarakat miskin yang tertekan kadang melampiaskan ke orang Tionghoa.
Itu fakta kehidupan. Beberapa temenku juga apa-apa nyalahin orang Cina.

nahh.. yg kaya gini ini bikin kita trus terbelakang, kasian juga khan saudara2 kita yg tionghoa.
dan kalau saya lihat sby sudah memulai nya meskipun jauh dari kata sempurna, tapi sby mencoba untuk memulai.
tapi kalau soal jk... hmm postingan diatas just remind me.., he's not the one for indonesia, indonesia yg plural dan majemuk, saya berharap jangan jk, mungkin yg lain entah sby atau mega,

03 Juli 2009 15:20:50
gunawanrudy  @laind:
Menarik.

[...] JK, simply point it out. Dia menuntut peran masyarakat Tionghoa untuk nggak "playing the victim" terhadap masalah diskriminasi rasial dan punya peran aktif di masyarakat. [...]

Sadar atau nggak, aku merasakan "playing the victim" itu masih selalu ada. Aku juga pernah playing the victim dalam masalah ini. Tapi lama-lama aku sadar juga sih akan hal ini... nggak selesai kalau selalu merasa jadi "korban" terus. Tapi well, nggak bisa disalahkan juga karena selama berpuluh tahun mengalami perlakukan yang bisa dibilang diskriminatif.

Dari sudut pandang ini, JK yang blak-blakan itu "menampar" semua pihak. Tapi toh karena terlalu ceplas-ceplos seperti ini ada beberapa kalangan yang tersinggung karena ia menyentuh pembahasan yang sensitif.


@Chairman Mao:
Aku jadi mulai bertanya-tanya lagi... Di pernyataan mana JK akan membuat dikotomi pri dan non-pri secara legal itu?

Artikel itu adalah artikel tahun 2004. Setelah SBY-JK dilantik. Tentunya apa yang dituliskan di artikel tersebut akan terjadi sepanjang 2004-2009, tapi aku belum melihatnya/menemukannya. Aku selalu nanya, "ada yang bisa bantu?"

Artikel itu juga bukan murni berita, tapi hanya opini seseorang yang menanggapi berita di media cetak. Sifatnya sama dengan artikel-artikel di politikana ini, juga seperti sudut pandang yang ditawarkan @laind di atas. Nggak bisa kita jadikan pegangan sepenuhnya.

Aku memahami ketidaksukaan njenengan terhadap JK karena ketakukan akan terjadi dikotomi secara legal itu lagi (aku juga ndak suka karena faktor bisnis keluarga), tapi apa njenengan sudah coba membaca secara objektif lagi? Dalam hal ini merujuk ke berita asli (tanpa bias ke salah satu artikel opini), lalu ke berita-berita lain. Kalau dari awal sudah ada tendensi nggak suka sih, ya hasilnya mau gimana pun pasti nggak suka. :))
Aku sudah mencari-cari banyak berita dan referensi, hasilnya simpang-siur. Jadi sampai sekarang aku masih berpendapat bahwa ini masih sebatas "isu", belum "fakta".
03 Juli 2009 15:21:30
laind  @Chairman Mao:
- etnis tionghoa diijinkan masuk dalam sektor pemerintahan, politik dan pertahanan, jadi tidak dikotakan hanya dalam sektor dagang.
---------

Emang sekarang tidak boleh masuk jadi PNS? Secara politik banyak kok orang Tionghoa di DPR.

Sepakat memang harus ada penghilangan tindakan rasialisme.

Tapi step pertama, masalah rasialisme itu harus disadari dulu implikasinya, baru diselesaikan.

Dan untuk penghargaan, di Jakarta sini sering ada acara pameran kebudayaan cina-peranakan. Sayangnya diadakannya di tempat yang tergolong eksklusif macam Plaza Indonesia.


03 Juli 2009 15:21:42
Chairman Mao  @laind: ini hasil kerja Bu.Mega dan diLANJUTKAN oleh Pak.SBY, namun apabila JK jadi presiden dengan policy pri dan non-pri nya saya tidak yakin keadilan sosial akan terus berlanjut.

memang recovery therapy dari mindset yang disetting dari jaman Soeharto butuh waktu.. tidak bisa dalam 1 atau 2 tahun saja terlihat hasilnya
03 Juli 2009 15:24:52
Chairman Mao  @gunawanrudy: statement panjang saya diatas merujuk kepada artikel di website resmi JK: http://www.jusufkalla.com/print.php?p=24 .. kira kira sudah bisa ada pandangan, apabila beliau jadi presiden RI, kebijakan apa yang akan beliau ambil
03 Juli 2009 15:28:28
gunawanrudy  @Chairman Mao:
Website resmi JK? Aku heran, hanya halaman itu aja yang bisa diakses. Sedang halaman depannya nge-refer ke tokohindonesia.com, dan pake ads pula. Aku coba jusufkalla.com/index.php atau jusufkalla.com/index.php?p=24 pun nggak bisa diakses.
Setahuku dari dulu website resmi JK itu ada di jusufkalla.info

Nggak tau apa jusufkalla.com itu juga website resminya, punya fansnya, atau cuma diparking orang lain.

Tapi terlepas dari website siapa itu, pemikiran ini berbahaya memang, walau hanya pembatasan dalam bidang ekonomi.

Kalo nggak salah itu pemikiran JK sudah lama ya, sebelum tahun 2004. Seingatku pemilu 2004 juga isu ini dipakai untuk menyerang pasangan SBY-JK.
03 Juli 2009 16:02:49
Chairman Mao  @gunawanrudy: then change reference to: Buku Percikan Pemikiran M. Jusuf Kalla: Mari Ke Timur.. sama saja~ kecuali JK dapat pencerahan yang teramat luar biasa dasyatnya dalam 5 tahun belakangan ini atau dicuci otaknya, pemikiran tersebut adalah mindset beliau.
03 Juli 2009 16:07:16
dimsci haha,.pengen rating lucu,.
isu rasis kayak gini tu ibarat "lagu lama kaset baru" atau bisa dibilang "peluru lama pistol baru",hehe,. :P
03 Juli 2009 16:16:49
gunawanrudy  @Chairman Mao:
Mindset beliau adalah pedagang, memangnya bisa semudah itu mindset berubah? :))
I don't think so.

Jadi presiden pun, kalau nanti coba-coba membuat dikotomi pri non-pri, ia akan mudah dijatuhkan oleh parlemen. Itu yang membuat saya yakin bahwa JK punya mindset pri non-pri, tapi nggak punya cukup power untuk membuat dikotomi legal. Keburu dijatuhin lawan duluan malah.
03 Juli 2009 16:23:55
Subroto @tony4kelana
Kalau dari kutipan lengkapnya, pendapatku si JK malah nggak rasis. Dia realis. Dia sadar bahwa masyarakat miskin yang tertekan kadang melampiaskan ke orang Tionghoa.
Itu fakta kehidupan. Beberapa temenku juga apa-apa nyalahin orang Cina.
----------------------

Kenapa org miskin harus melampiaskannya ke orang China, bukankah ini pandangan yang salah? Sudah tau salah koq malah seolah dibenarkan JK?

Saya setuju JK tidak rasis ketika dia berdagang, namanya juga berdagang :)
Tapi akan beda cerita ketika sudah punya kuasa, babat semua :)) Lihat saja kebijakan dikotominya itu
03 Juli 2009 16:52:16
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »