32 Komentar Tulisan

Gurita Bisnis Kalla Bersaudara • penulis: Dave Kujan, 02 Juli 2009 16:50:58 • Penting +4

Kepentingan JK tidak dapat dilepaskan dari kepentingan ekspansi bisnis keluarga besarnya, karena Indonesia tidak punya peraturan yang melarang konflik kepentingan jabatan publik dengan kepentingan bisnis pribadi dan keluarga serta sahabatnya.

Menampilkan 1 - 30 dari 32 komentar.
RETROVIRUS sorry bung karena tanpa referensi terpaksa saya rating cari masalah. kalo anda mencantumkan referensinya akan saya rating penting....


"di tunggu referensinya"
02 Juli 2009 17:11:46
Chairman Mao bagaimana dengan PLTU 2 x 60MW di Pulang Pisau Kalimantan tengah?.. pernah dengar tidak?

@RETROVIRUS: jadi menurut anda artikel ini hanya produk dari kreatifitas fiktif penulis? .. kalau referensinya pengetahuan pribadi oleh dikarenakan field of profesionalismnya gimana?
btw emangnya bisa ganti rating?
02 Juli 2009 17:20:07
RETROVIRUS Chairman Mao: karena diartikel itu diungkapkan data-data. nah yang namanya data harus ada referensinya. makanya saya bilang artikel ini penting kalo ada referensinya karena memuat banyak data. tapi kalo nggak ada referensinya, darimana dia dapet data?

Tentang rating, he...he...emang nggak bisa ya?
02 Juli 2009 17:26:17
Denx Jelek karena ga ada referensi..
Bisa2 cuma "gosip" atau "katanya si anu"..
02 Juli 2009 17:47:36
Forlorn Hermit  @RETROVIRUS: Biasanya yang minta referensi mbak @Tunjung terus berlanjut dengan beberapa kloning yang menghujat mbak @Tunjung ;))

Tapi memang kalau bisa referensi ada, jadi tidak dianggap sebelah mata. Ini tak bantu sedikit info tentang mandiri, bukaka bosowa, dari jakarta post :

http://www.thejakartapost.com/news/2008/11/13/risk-higher-npls-lower-loan-growth-bi.html

State-run banks -- Bank BRI, Bank BNI, Mandiri -- are carrying bad loans by (PT Semen) Bosowa and (PT) Bukaka (Teknik Utama). These make the banks less healthy as they keep restructuring these loans," he said.

Mandiri in September signed an agreement with Bosowa to restructure Rp 1.7 trillion in debts to the bank, while BNI in August resolved Bosowa's Rp 584 billion debts to the bank. Bosowa is controlled by Aksa Mahmud, Vice President Jusuf Kalla's brother-in-law.

He added that state-run banks should be firm when dealing in a loan agreement with companies related to top government officials if the banks wanted to remain robust.
02 Juli 2009 17:49:28
Chairman Mao  @RETROVIRUS: @Denx: ini bisa OOT bisa juga nggak, tapi yang saya penasaran, bagaimana bila referensinya itu line of profesionalism si penulis, dalam arti memang bidang pemahamannya disitu, then what??

btw referensi kan bisa tanya om.google, gitu saja koq repot
02 Juli 2009 17:53:10
RETROVIRUS wongiseng: thanks banget, sangat membantu.
Chairman Mao: apalagi orang yg professional, pasti dia sangat mendewakan data berdasarkan referensi, bukan data fiktif. sebaliknya kalo orang yang tidak professional biasanya lebih suka data fiktif
02 Juli 2009 17:59:39
Forlorn Hermit  @Chairman Mao: Yah kalo pengen dinikmati dan dipercaya pembaca, mestinya ngga ngerepotin atau membuat pembaca bertanya-tanya dan mesti googling :P.
02 Juli 2009 18:01:52
gunawanrudy [...] bagaimana dengan PLTU 2 x 60MW di Pulang Pisau Kalimantan tengah?.. pernah dengar tidak? [...]

Bah, itu Pak Teras Narang sampai murka pas inspeksi ke Pulau Pisau tempo hari. Toh yang ada cuma rumah-rumah kayu gitu. :))

Listrik Kalteng? Yang ada juga masih numpang sama Kalsel.

Bah, malas rasanya mudik, di sana mati listrik melulu. :|

Sorry rating COPAS. http://www.google.co.id/search?q=%22Gurita+Bisnis+Kalla+Bersaudara%22
02 Juli 2009 18:34:07
Chairman Mao  @gunawanrudy: pemenang tender bukannya JK family tahun 2006, kemudian stagnant hingga saat ini.. PLN nya mo kasih ke pemenang ke 2 ga bisa, mo re-tender juga ga bisa... pressure pressure~
02 Juli 2009 18:36:05
Denx Chairman Mao
Klo harus googling sendiri, mendingan ga usah ada diskusi di politikana..
"klo bisa mudah, kenapa mesti dipersulit..":p
02 Juli 2009 18:56:18
Chairman Mao  @Denx: lah kan penulis sudah cape menulis artikel cukup berbobot, kalau anda ingin mengawasi legitimate tidaknya, yah tinggal di LANJUTKAN ke om.google.. gitu saja koq pusing hehe :P

btw cape debat panjang ngobrolin soal reference doang~ yaudah deh setuju minta penulis nongolin referensi datana wakaka
02 Juli 2009 19:02:28
gunawanrudy Ga tau apa @Dave Kujan ini penulis aslinya apa bukan. Soalnya ini tulisan beredar/dikopas di forum2, milis2, sampai kolom komentar di Kompasiana sih.
Kalo minta referensi, ya kita cari siapa penulis aslinya dulu. :P

Mariiii...



@Chairman Mao:
[...] pemenang tender bukannya JK family tahun 2006, kemudian stagnant hingga saat ini.. [...]

Itulah kenapa Pak ATN ngamuk2 ke JK soal pembangkit ga jelas di P. Pisau itu. :))
Kalteng itu basis setia PDIP kayak Bali. Mana berani JK macam2 di sana. :))
02 Juli 2009 19:07:02
Ridwan refrensinya mana? saya g mau terhasut sama beginian. tolong ya
02 Juli 2009 23:20:55
Denx Chairman Mao

IMHO, klo dengan data, bolehlah dibilang berbobot.
Lah, klo cuma omongan tanpa referensi, bukannya malah jadi omong kosong, malah mengarah ke fitnah..
come on man, debat tu pake data, bukan cuma "katanya"..
SBY aja debat pake contekan..:p
02 Juli 2009 23:33:48
Striding Cloud ga ada sumber gimana? itu sumber berita dari rakyat merdeka dan globeasia dicantumkan

Bagi pelaku pasar, berita-berita ini mah rada basi.

nih gw tambahin deh, soal kredit macet bukaka group di waktu krisis serta delistingnya:
http://www.thejakartapost.com/news/2004/09/30/jsx-spares-kallalinked-bukaka-delisting.html

http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/08/tgl/08/time/124057/idnews/651960/idkanal/6

Trus itu ada artikel satu di politikana yang menunjukkan jumlah kekayaan JK, sebelum dan sesudah jadi wapres, peningkatannya fantastis. Pantas saja ingin jadi presiden...

02 Juli 2009 23:45:21
Denx Terima kasih atas link yang anda kasih u/ referensi.
Klo dari artikel di atas, memang tidak ada link sumber..
Saya pribadi butuh referensi semata2 biar apa yang kita bicarakan disini bukan cuma "katanya" yang bisa saja cenderung menjadi fitnah..
02 Juli 2009 23:53:47
Tunjung yang ditulis @dvd Kujan ini sebenarnya lebih lengkap dari pernah yang saya tulis...untuk beberapa hal mungkin referensinya bisa dilihat juga di artikel saya:

http://politikana.com/baca/2009/06/18/jk-dan-poso

dan

http://politikana.com/baca/2009/06/06/jk-dan-bisnis-keluarga
03 Juli 2009 00:10:11
Striding Cloud disini soal sumber berita melonjaknya kekayaan JK:

[ http://politikana.com/baca/2009/06/30/tentang-pemerataan.html ]
03 Juli 2009 00:17:42
red_son2009 ah.. ini mah kerjaan nya tim hura si artis kita itu mungkin yah... ga ada faktanya... lagipula kan memang JK daru dulu sudah jadi keluarga pengusaha...
03 Juli 2009 00:38:50
Subroto @bebektempur
Lengkap!!! Thx..
03 Juli 2009 00:45:57
Rusdi Mathari  @Subroto: [Pada krisis 1997/1998, Grup Bukaka Termasuk 20 debitur kakap yang mengemplang ke Bank-Bank BUMN yang mengakibatkan bank-bank plat merah kolaps. Sebagaimana debitor lainnya, Bukaka juga ‘memaksa’ mendapatkan hair-cut dalam jumlah yang sangat fantastis.]

Kalau hanya ngomong seperti ini, semua orang juga bisa menulis. Sebaiknya Anda lengkapi dengan data agar lebih tulisan Anda tak seperti bersin-bersin karena flu.
03 Juli 2009 00:54:17
Rusdi Mathari  @Subroto: Sorry maksud saya terutama untuk Dave Kujan.
03 Juli 2009 00:55:26
RETROVIRUS Rusdi Mathari: sayangnya setelah publish artikel ini Dave Kujan sepertinya tertidur lelap dan masih mimpi indah...
banyak yang sedang menunggu klarifikasinya, tapi sepertinya tidurnya sangat lelap...
03 Juli 2009 00:59:45
Sania Waniarsih Dalam berlomba-lomba melayani rakyat perbuatan itu sangatlah elok bila saling menghormati capres lain, tujuan para capres sama yaitu melayani masyarakat agar sejahtera namun melangkah menjadi persaingan tidak sehat bisa diartikan menjadi pemimpin hanya untuk kepentingan diri sendiri dan keduniawian saja, ini yang tidak baik. Lebih cepat lebih baik, JK Win.
03 Juli 2009 01:25:15
RETROVIRUS Sania Waniarsih: di tunggu mbak MFH di http://politikana.com/baca/2009/07/02/kaskus-tim-sukses-jk.html#comment-54581
03 Juli 2009 01:30:07
Udin88 Tanpa referensi = gossip....
Ini pasti dari tim kentut-nya SBY
03 Juli 2009 05:57:46
Striding Cloud Bantuin nambah referensi nih bung:
Ini cerita tentang Bukaka belum mau melunasi hutang ke BPPN (circa 2001):
[ http://www.tempo.co.id/hg/ekbis/2001/10/19/brk,20011019-28,id.html ]

Ini cerita tentang kekayaan JK di tahun 2004:
[ http://www.tempointeractive.com/hg/nasional/2004/09/02/brk,20040902-06,id.html ]

Lalu ini cerita tentang Perusahaan JK yang ndak bayar hutang ke bank Mandiri milik pemerintah (tahun 2006):
[ http://www.rakyatmerdeka.co.id/situsberita/cetak.php?id=22365 ]

Lalu, tentang ditendangnya perusahaannya dari BEJ, karena ngemplang utang:
[ http://www.infobanknews.com/artikel/artikel.php?aid=2391 ]
[ http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/08/tgl/08/time/124057/idnews/651960/idkanal/6 ]

Lalu informasi tentang kekayaan JK di tahun 2008 (naik 9 kali lipat):
[ http://www.forbes.com/lists/2008/80/indonesiarichest08_Indonesias-40-Richest_Rank_2.html ]

Lalu JK sendiri mengakui minta jaminan pemerintah untuk proyek 10000MW di acara debat presiden, apakah hendak mengulang cerita BPPN dan Mandiri?

Masih gossip? :))
03 Juli 2009 08:10:50
Chairman Mao  @Striding Cloud: smack down dari bro Tuvoc~ bravo!
03 Juli 2009 09:13:11
Alexkib Pada krisis 1997/1998, Grup Bukaka Termasuk 20 debitur kakap yang mengemplang ke Bank-Bank BUMN yang mengakibatkan bank-bank plat merah kolaps. Sebagaimana debitor lainnya, Bukaka juga ‘memaksa’ mendapatkan hair-cut dalam jumlah yang sangat fantastis.

Sejak 2005, Bukaka dan Bosowa menjadi ‘beban’ bagi Bank BUMN seperti Mandiri. Kredit macet mereka terbilang tinggi yang memaksa bank-bank plat merah baru ini menyisihkan pencadangan, dan termasuk merestrukturisasi utang-utang tersebut.

Dari 1998-2005 ngapain ya, kok ada yang dipotong rack recordmya ?

Bukaka tercatat di Bursa Efek Jakarta. Tapi, lantaran laporan keuangannya selalu disclaimer selama bertahun-tahun, akhir Bursa Efek Indonesia mendelistingnya dari pasar saham. (Pada saat kampanye pilpres 2009, Kalla dengan sinisnya bilang, “Pasar modal adalah sarang neolib.”).

Perlu diperhatikan apa dasarnya Pak Wapres mengatakan demikian, apakah karena dendam atau hal lainnya. Hati-hati bisa menjadi fitnah !

Tentang Order tersebut, perlu dilengkapi data tentang tendernya atau hal lainnya. Saya yang bergerak dibidang Konstruksi mengetahui bahwa untuk membangun proyek besar seperti itu, hanya segelintir perusahaan yang sanggup. Diatmbah lagi, proyek pembangkit memang proyek yang jarang diindonesia, adi sangatlah sedikit pesaingnya.
Perlu juga ditambahkan data berapa persenkah yang didapat Grup Kalla Brothers, dana perusahaan manalagi yang mendapatkan proyek tersebut.

Saran saja, artikel ini bisa menjadi fitnah atau merusak nama baik jika tidak disertai data memadai dan dapat dipertanggungjawabkan !

Jika menyerahkan data otentik kepada pembaca, maka hal ini sama saja hanya melempar tanggung jawab kepada pembaca
03 Juli 2009 09:49:56
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »