5 Komentar Tulisan

Tanggung Jawab si kaya membayar sekolah si miskin, kan? • penulis: pembantu umum, 29 Juni 2009 06:28:23 • Penting +2

OOT: ini postingan pertama di sini, dan mungkin setengah curhat, jadi maaf kalo ga bagus.

Menampilkan 1 - 5 dari 5 komentar.
just_me asalkan ada pertanggungjawaban tentang berapa mahasiswa yang mendapatkan kursi gratis, agar jangan samapai yang tidak miskin yang mendapatkannya (kuliah gratis dengan menggunakan surat miskin tapi maih rajin ngafe)
29 Juni 2009 07:14:54
Subroto SNMPTN, TPA, RSBI, SBI, SPP

Kepanjangannya apa?
29 Juni 2009 10:21:09
pradaksina Karena SD adalah pendidikan dasar, dan pemerintah wajib memberikan pendidikan kepada rakyatnya.

karena praktek di lapangan selalu jauh dari indahnya teori dan peraturan.

Pada prakteknya SD melakukan tes, bahkan tes bahasa inggris.
Pada prakteknya, ada uang yang ditarik oleh sekolah kepada murid-muridnya, dengan berbagai alasan.
Pada prakteknya, SBI (SMA) di sebuah kabupaten pelosok jawa timur memberlakukan uang masuk sebesar 20 juta, dan hanya menyediakan 10% kursi untuk orang miskin.
Pada prakteknya, keponakan saya yang baru lulus SD dengan NEM tertinggi nomer.2 di sekolahnya tidak berani daftar di SMP terbaik, karena SMP itu SBI. Berharap beasiswa? yang bener aja.....

Kondisi nyata di luar jakarta, biasanya hanya ada 1 SMP dan SMA yang bagus (anak2 yg masuk univ negeri, 90% berasal dari SMA ini), dan jika anak pintar tidak termasuk yang dapat jatah kuota 10% dari sekolah, maka musnahlah kesempatan masuk univ negeri.

Skenario bagusnya sih, sekolah nomer 2 di kabupaten itu akan menampung anak2 pintar tapi miskin ini, sehingga, dengan input yg baik, outputnya pun meningkat, sehingga kualitas sekolah nomer 2 ini mendekati sekolah nomer 1.

Skenario jeleknya, anak2 berpotensi ini akan hilang potensinya, karena kurangnya kompetisi dan jeleknya kualitas sekolah nomer 2 ini.

Namun, sepertinya, sekolah2 akan berlomba-lomba menjadi SBI. Dan semakin kecil-lah kesempatan anak miskin pintar untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
29 Juni 2009 12:40:19
pembantu umum @justme:
gimana kampusnya juga, ada yang emang ga ngasih kuota miskin, ada yang cuma berapa persen, dan lain-lain

@subroto:
SNMPTN = Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri
TPA = Tes Potensi Akademik
SBI = sekolah berstandar nasional
RSBI = Rintisan SBI
SPP = itu loh, bayaran sekolah bulanan

29 Juni 2009 20:44:20
pembantu umum  @pradaksina:

"Pada prakteknya, SBI (SMA) di sebuah kabupaten pelosok jawa timur memberlakukan uang masuk sebesar 20 juta, dan hanya menyediakan 10% kursi untuk orang miskin."
bila memang hanya 10% yang memenuhi standar nilai, dan memang "berani mendaftar", ya...

"Kondisi nyata di luar jakarta, biasanya hanya ada 1 SMP dan SMA yang bagus (anak2 yg masuk univ negeri, 90% berasal dari SMA ini), dan jika anak pintar tidak termasuk yang dapat jatah kuota 10% dari sekolah, maka musnahlah kesempatan masuk univ negeri."
loh, bukannya masuk universitas negeri itu berasal dari ujian ya, bukan asal sekolah?
29 Juni 2009 20:49:32
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »