42 Komentar Tulisan

Sosialisasi KPU Yang Tidak Adil • penulis: dimsci, 29 Juni 2009 12:34:08 • 3 Berita Foto • Menarik +8

Apakah spanduk sosialisasi ini merupakan pertanda bahwa KPU melepas label 'lembaga independen'-nya dengan berpihak ke salah satu pasangan capres/cawapres?

Menampilkan 1 - 30 dari 42 komentar.
komedipasar wah KPU kliatan sekali k tdk berpihakannya ni....

g independent....
29 Juni 2009 13:14:21
bowo Lagi2,, Keberpihakan KPU kepada Salah satu pasangan Capres,, sudah DPT di benerinnya ogah2an,, Kampanye Diundur2...Debat g boleh menyerang Incumbent,,, Kelewatan.. KPU sudah menjadi lembaga yang Berpihak...
Pemilu 2009 ini gagal.
29 Juni 2009 13:14:32
komedipasar yup sepakat...

KPU pemilu ini adalah yang terburuk....
29 Juni 2009 13:39:57
zeamays KPU gak netraallll..
29 Juni 2009 13:44:47
Lady Meddy bubarkan atau lanj... ??? @komedipasar, @zeamays
29 Juni 2009 13:48:36
bowo kalo netral nanti dipenjarain lagi kayak nasrudin tahun lalu... haha
29 Juni 2009 13:48:45
komedipasar KPU = menyedihkan.....

bisa blunder ni....
29 Juni 2009 13:57:02
sipakatau KPU bertanggungjawab kemana...?
29 Juni 2009 14:03:10
dimsci  @komedipasar:

[wah KPU kliatan sekali k tdk berpihakannya ni....]

mksudnya "ke-tidak berpihakan-nya" pada dua calon yang lain yah bung? :D
29 Juni 2009 14:08:15
rachel  @komedipasar: KPU = Kelompok Presiden Udoyono
29 Juni 2009 14:08:26
rachel Bila Keberpihakan mulai terjadi, yang hanya mementingkan segelintir kelompok. Mau dikemanakan Kepentingan yang sebenarnya yaitu kepentingan untuk rakyat secara keseluruhan.
Amat disayangkan apabila pesta demokrasi yang murni dari, oleh dan untuk rakyat ini ternoda oleh sikap KPU yang tidak adil.
29 Juni 2009 14:12:29
sang juara  @rachel: hahhah...jangan terlalu memaksakan...
justru nanti anda akan kliatan seperti KPU, yg "memaksakan" masyarakat untuk cenderung memilih pasangan tertentu..
@dimsci: Mungkin KPU justru ingin agar masyarakat benci dan tidak memilih calon tersebut. KPU, ingin terlihat seperti berpihak, tp sebenarnya jg gerah, karena terlalu sering di setir oleh incumbent hehehehhe
29 Juni 2009 14:25:47
komedipasar  @dims: sory kkencengan ngetiknya..
keliatan berpihaknya....
yah u tw lah ke mana....

@rachel: hahaha bisa tu singkatannya....

@sang juara: pemikiran anda terlalu rumit, bwt rakyat kita...

29 Juni 2009 14:31:41
rachel  @sang juara: Saya bukan terlalu memaksakan kata-kata, tapi saya sebagai rakyat kecil sudah merasa jenuh dengan institusi yang semestinya netral tapi pada kenyataannya tidak, bukankah mereka sudah disumpah semua bahwa tidak akan memihak pada kelompok manapun. Apakah Sumpah di Indonesia ini hanya "pemanis" dibibir saja.
29 Juni 2009 14:34:02
dimsci  @sang juara:
hahaha,. :))
pertama ngeliat ni spanduk pikiran sederhana yang terlintas di otak saya sih "SUARA ANDA BARU TERHITUNG SAH APABILA MENCONTRENG FOTO, NAMA, ATAU NOMOR URUT 2",.ga taw deh jalan pikiran yang lain gimana,. :D
29 Juni 2009 14:46:43
sang juara all: Kalo ingin menafsirkan sesuatu jgn hanya dari satu sisi saja. Buka pikiran dan imajinasi seluasnya...Tp memang disini terlihat "KECEROBOHAN" dari KPU. Saya tidak ingin berburuk sangka dulu-meskipun sudah, tp apakah pihak KPU tidak menyadari hal ini, ketika ingin menyebarkan spanduk tersebut?!!!
29 Juni 2009 14:58:43
dimsci  @sang juara:
hehe,.saya sih sudah mencoba untuk berpikir positif bung,.tapi tetap saja yang namanya manusia gak bisa lepas dari pikiran negatif,. :D

entahlah,.bisa jadi ini memang blunder KPU dalam mendesain spanduk sosialisasi mereka,. ;))
29 Juni 2009 15:05:42
nusa  @sang juara: Saya rasa KPU sadar, tetapi memang Tugas KPU saat ini adalah membantu pencitraan Incumbent.
LANJUTKAN.
29 Juni 2009 15:08:57
Tunjung ha..ha...bak punya anak kembar 3, serba salah pasti...coba yang cicontreng kembar 1 atau ke 3 pasti yang lain pada protes.

Pusing dah jadi KPU....

sebenarnya KPU sudah mengklarifikasi, disain ini sudah dibuat sebelum nomor urut ditentukan...

tapi salah KPU juga kenapa spanduknya baru muncul saat ini...ya...kena deh
29 Juni 2009 15:26:51
nusa  @Tunjung: Biarin aja mba' yang penting kan yang di contreng no.2.. KPU sebenernya sadar,, kalo KPU naro contrengannya di no.1-3 mau dibredel dia,,, makanya di posisi 2 sudah sangat bagus,
LANJUTKAN
29 Juni 2009 15:33:43
sang juara  @Tunjung: Harusnya jg KPU tau, kl masyarakat skr itu sudah sangat kritis dan kecewa dgn kerja KPU, yg di anggap berpihak ke Incumbent. Dengan adanya spanduk ini malah terlihat jelas "kecerobohan" dari KPU. Saya sengaja menulis kata ceroboh sebagai pengganti dari kata memihak, untuk lebih memahami maksud dari KPU tersebut. Sekali lagi kita dipaksa untuk memahami KPU. :-(

29 Juni 2009 15:34:12
nusa  @sang juara: eh Juara,, KPU itu sudah on the right track,. Mereka dipilih Presiden untuk mendukung Incumbent,, kalo dia g bela, g tau diri berarti,,,
29 Juni 2009 15:37:45
dimsci  @Tunjung:
oh gitu ya mba,.thx atas infonya,. :D

saya pikir KPU desain spanduk sosialisasi ini jauh2 hari karena mereka sudah tau siapa yang bakal dapat no. urut 2,.hihi ;))
29 Juni 2009 15:37:51
dimsci  @Tunjung:
didesain oleh roy suryo dan dengan bantuan deddy corbuzier tentunya,. ;))

(maap,.hanya mencoba berimajinasi,.hihi)
29 Juni 2009 15:40:24
nusa  @dimsci: ngaco anda,, emang KPU paranormal,,, jangan semakiin aneh dong,,, kalo KPU berpihak wajar ..karena SBY memang memilih mereka untuk mendukungnya,, wajar lah,...
29 Juni 2009 15:52:52
sang juara  @dimsci: Jangan terlalu jauh berimajinasi. Nanti malah maria ozawa yg masuk...
hahahhaha
29 Juni 2009 15:54:16
perempuan api barusan berita di radio elshinta, spanduk2 sosialisasi ini katanya mau ditarik
nah lho...? selain format debat yang terus berubah2, spanduk sepertinya juga bakal begitu :p
29 Juni 2009 16:04:42
nusa  @perempuan api: Lah Tenang aja KPU banyak duit kalo SBY presidenku yang nyupplay dana,
29 Juni 2009 16:07:32
dimsci  @nusa:
mungkin KPU bukan paranormal bung,.tapi siapa tau Fox Indonesia berafiliasi dengan Deddy Corbuzier dalam hal ini,.hihi,. ;))

@sang juara:
:)):)):))
29 Juni 2009 16:09:34
nusa  @dimsci: aduh anda ini pola pikirnya terlalu jauh.. Hidup SBY..
29 Juni 2009 16:11:02
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »