32 Komentar Tulisan

SBY "Dikerjai" Kompas (?) • penulis: tkp, 29 Juni 2009 15:58:31 • Menarik +10

Cari-cari teman di detik-detik akhir. Tapi....

Menampilkan 1 - 30 dari 32 komentar.
pradaksina Budhiarto shambazy, salah satu kolumnis senior kompas, dari tulisan-tulisannya, saya berkesimpulan bahwa beliau mendukung JK

Dan, koran yang mendukung salah satu calon secara terbuka, sudah biasa, bukan? (di amerika).
29 Juni 2009 16:12:49
heriyadi hehehe Kompas ke Mega, Koran Tempo ke SBY, Media Indonesia ke JK, kecendrungan yang saya lihat sih seperti itu.
29 Juni 2009 16:18:42
tkp  @heriyadi: @pradaksina: coba berandai2: seandainya SBY berkunjung ke Media Indonesia, kira-kira isu apa yang besoknya bakal muncul ya? :D
29 Juni 2009 16:24:43
donyariya *salaman*
adil kan? berarti media masih bebas?
semua masih merdeka mengemukakan pendapatnya hehehe
29 Juni 2009 16:26:08
sawung  @tkp: langganan kompas gak mas? kalo langganan pasti lait iklannya sby gede-gede. edan betul iklannya dikompas dalam beberapa bulan ini. sampe para pembacanya ngirim surat ke redaksi buat protes
29 Juni 2009 16:30:37
ginasthel lho ya gpp to kalo media berpihak pada capres tertentu, di negara maju juga kayak gitu, kalo media berpihak pada golput, lha itu yang ga baik bagi perkembangan kita
29 Juni 2009 16:30:42
donyariya  @ginasthel : setuju untuk anda :D tinggal kita penikmat suka yang mana :), kalau suka capres A yah tinggal baca koran A kan :D

btw @sawung, kalo iklan kan masalah duid :D, susah nolaknya, kalo proyek sukarela dan simpati saya melihat om jakob lebih condong ke MEGA sih, sama dengan MI yang ke JK atau TEMPO yang ke SBY, tapi toh berita dari media itu biar mereka punya preferensi, sebisa mungkin mereka share juga kan untuk calon yang lainnya, tidak melulu jagoannya, apalagi kalo masalah iklan :p
29 Juni 2009 16:34:40
kalangwan Memang sudah jamak di Amerika media akhirnya menyatakan "dukungan" pada salah satu kandidat. Tapi kalau memang mau merujuk media di Amerika, mbok ya harus total.

Maksud saya, di Amerika itu, dukungan biasanya disampaikan di hari-hari terakhir menjelang hari-H, dan itu disampaikan di editorial. Itu pun dengan penjelasan dan argumen yang disampaikan dengan sebaik mungkin, apa alasannya kenapa sebaiknya memilih si A, bukan si B.

Di Indonesia biasanya cuma diam-diam mendukung. Caranya... ya seperti disampaikan artikel ini: kandidat A diberi porsi lebih secara terus menerus selama kampanye, sementara si B diberi porsi kurang.

Ini ga bagus saya kira. Dukungan itu sampaikan aja secara terbuka, dalam editorial, dengan argumen yang jelas.

Kendati demikian, ini kalau mau sama2 meniru media di Amerika, dukungan itu tidak membuat mereka pilih kasih dalam pemberitaan.

Di Indonesia yang terjadi ga gitu. Mereka ingin terlihat netral dengan tidak terang2an mendukung, tapi mind-set pemberitaannya secara kasat mata memang mendukung.

Cape dech....
29 Juni 2009 17:25:54
daengrusle tapi syukurlah, ada Tempo yg terang2an mendukung Boediono...:) sampai muncul di Caping nya bung GM..
satu lagi, ketika Prita keluar dari bui, yg disebut hanya nama Megawati, nama JK sendiri yg terang tanah sangat berperan dalam pembebasan Prita malah lindap digerus keberpihakan Tempo...

:)

so, Kompas -- Mega-Pro
Tempo - SBY-Boediono
Media - JK-Win...

hmm....
29 Juni 2009 17:26:04
Ridwan  @daengrusle: kalo gitu saya pilih media indonesia saja :D
29 Juni 2009 17:44:59
wastingtime  @daengrusle: Lampu merah + SINETRON=konstituen
29 Juni 2009 17:47:50
tkp  @wastingtime: :),, :D,, :))
29 Juni 2009 17:58:42
rianty  @pradaksina: salah bung, budhiarto shambazy sangat pro megawati, dari dulu hingga sekarang. saya kumpulin kolomnya. selalu ada pembenaran atas apapun yg dilakukan megawati
29 Juni 2009 18:26:23
kalangwan rianty:

Shambazy belakangan lebih condong ke JK, ketimbang Mega. Dia pernah menyindir Mega dengan begitu halus tapi sebenarnya sungguh telak: "Mega hanya teh celup rasa soekarno."
29 Juni 2009 18:39:35
Mahfud MD duhduh....tinggal selera yg mn geto aja ko repot(kata Gusdur)wkwkwkkwkwkkwkkwkwk

duh...mau jadi apa negara ini?
29 Juni 2009 19:16:28
Tunjung politikana sama siapa??? kalau dilihat partnernya sih dengan TEMPO. :D, tapinya belakangan para pengidola JK lebih banyak ha...ha...:)), dan yang ga suka SBY lebih banyak lagi he...he... soale ada yang fanatik sama Mega eh... prabowo kayaknya..:D
29 Juni 2009 19:22:34
Novi Hera Herlambang kalau dari pendapat yang HL pada saat deklarasi Sabuga, kenapa Kompas pilih HL mega - kalaupun saia ada di dewan redaksi kompas, saya akan tetap memilih kepastian megawati. Mengapa? karena bisa ketebak, yg lain akan menjadikan deklarasi sabuga sebagai HL atau paling tidak foto A nya itu. Ini hanya strategi sirkulasi surat kabar saja, untuk mencari yg lain dari HL kebanyakan.

Itu biasa dalam sidang dewan redaksi ...
29 Juni 2009 19:29:44
Orang Marginal  @tkp: saya pingin tahu apakah kunjungan itu atas undangan Kompas atau inisiatif timses SBY. Faktanya semua capres berkunjung ke Kompas, diawali SBY, JK, dan terakhir Mega..
29 Juni 2009 19:31:19
tkp  @Novi Hera Herlambang: bisa jadi... tapi masalah komposisi pilihan tema, dalam bisnis surat kabar, tak lepas juga dari pertimbangan ekonomis dan politis tentunya.
@Orang Marginal: Kalau diundang atau inisiatif, saya tak tahu juga. Tapi yang menarik perhatian saya adalah efek setelah kunjungan. Karena, dari tiga kunjungan itu, yang efeknya paling kerasa dan akhirnya menggelinding jadi isu, sepengetahuan saya cuma isu KPK yang superbody itu. Dan ini jelas berpengaruh pada pencitraan kandidat. (atau mungkin dua kandidat lain juga "digoyang tapi saya ketinggalan informasi...?).. ;)
29 Juni 2009 19:37:34
Orang Marginal  @tkp: benar, malah kunjungan JK jadi berita positif dalam Kompas esok harinya. Misalnya soal perintah JK ke fraksi Golkar agar RUU tipikor selesai 1 September
29 Juni 2009 19:40:41
RWirawan sptnya kompas pro jk-win...melihat baz (budhiarto) mendukung JK secara terbuka...
29 Juni 2009 20:06:24
Po' lho, baz dukung JK hak pribadi kan? begitu juga semuanya...

naif banget kalo dikait
kaitin ...

jangan dicampuradukin dong...

lagi lagi romantika... kapan mau maju..? :))
29 Juni 2009 23:33:14
kalangwan Menurutku sih ga naif, ya. mungkin tidak tepat "istilah" dikait-kaitkan, tapi bisa dibaca sebagai salah satu indikasi. terlebih jika melihat pemberitaan kompas terhadap keseluruhan kampanye.
29 Juni 2009 23:37:10
Po' kalo saya siapa aja, atau instansi apa aja yang mau ngomong dukung siapa ..
nggak ngaruh buat saya..

saya punya pilihan sendiri... :))

kalo diliat indikasi terus nyambung2in kemana mana gak jelas... buat apa?


30 Juni 2009 00:04:33
cosmiclawyer tulisannya keren nich...analisa saya suka...gak kepikiran...mudah2an orisinal punya :)
30 Juni 2009 12:18:13
Herman Saksono Ah tidak juga. Memang deklarasi SBY-Bud bukan apa-apa dibanding kesepakatan koalisi Mega-Prabowo (ini baru berita, soalnya eskalasinya sangat heboh)
30 Juni 2009 12:48:46
just_me yang jelas apa yang ditulis kompas itu fakta bukan pelintiran
30 Juni 2009 12:56:58
Peltu69 trus kalau media TV, memihak siapa ya?

30 Juni 2009 13:33:59
perempuan api menurut saya kompas memang berpihak ke Mega tapi budhiarto lebih pilih JK. sementara tempo, sepertinya pilih JK tapi GM mendukung Boediono.
kita tak pernah benar2 tau kan...?
30 Juni 2009 14:43:27
daengrusle  @Peltu69:
MetroTV: JK-Win
MNC and Trans Group: SBY-Boed

Mega-pro...hmm...gak tau...TVOne mungkin...atau FashionTV?

:D


30 Juni 2009 14:50:25
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »