27 Komentar Tulisan

Lirik...ku... • penulis: MosheDayan, 28 Juni 2009 05:22:01 • Biasa +3

Garuda pancasila

Menampilkan 1 - 27 dari 27 komentar.
cqdistro bagus, lancar, ingatannya oke, ga ada yang salah.
28 Juni 2009 05:29:54
maskubambang bagus? apanya? kurang kerjaan & gak penting. cqdistro & JohnTitor orangnya sama ya?
28 Juni 2009 06:06:53
MosheDayan  @maskubambang:

berbeda...:D
28 Juni 2009 06:10:43
Ihwan Riyadi Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.
28 Juni 2009 06:18:34
MosheDayan  @Ihwan Riyadi:

terima kasih mas...:D
28 Juni 2009 06:20:17
cqdistro  @maskubambang: berbeda.
28 Juni 2009 06:25:54
MosheDayan  @cqdistro:

Kenapa orang2 ini....harus berburuk sangka saja.??

Masih banyak orang2 biasa, yg tdk memiliki kepentingan politik praktispun, tetap menghayati Pancasila....

Mungkin mereka2 itu sudah bosan untuk tinggal disini....mungkin yah..???
28 Juni 2009 06:30:13
Cogito Versi Harry Rusli:

Garuda pancasila

Aku lelah mendukungmu

Patriot sudah habis

Tak sedia berkorban untukmu

Pancasila dasarnya apa

Rakyat adil makmurnya kapan

Pribadi bangsaku

Tidak maju maju

Tidak maju maju

Tidak maju maju...!!!
28 Juni 2009 07:14:17
hafudo  @Cogito: bagus sekali itu boss... lebih relefan..
28 Juni 2009 07:42:00
anti-fenomena  @Cogito: versi hari rusli edited :
Garuda pancasila

Aku lelah mendukungmu

Semenjak proklamasi

selalu berkorban untukmu

Pancasila dasarnya apa

Rakyat adil makmurnya kapan

Pribadi pribadi

Tidak maju maju

Tidak maju maju

Tidak maju maju...!!!
28 Juni 2009 08:28:52
Cogito  @anti-fenomena: matur nuwun boss koreksinya. Mau buat versi sendiri Padamu Negeri:

Padamu negeri kami korupsi

dst...
28 Juni 2009 08:37:43
heriyadi Mengingatkan kita masih banyak yang salah dengan negeri ini.
28 Juni 2009 10:24:14
MosheDayan  @heriyadi:

Benar mas:D terima kasih banyak tanggapannya:D
28 Juni 2009 16:06:17
MosheDayan  @heriyadi:

maksud saya, atas tanggapannya..

sesuatu yg seperti dogma selama 30 tahun lebih, akan tetapi sayang sisi "kemanusiaannya" yg adalah faktor essensial dari keberadaannya dilupakan...

...
28 Juni 2009 16:10:21
MosheDayan  @Cogito: @hafudo:

Yang salah , manusia2 nya toh..????:D
28 Juni 2009 16:23:42
Striding Cloud  @MosheDayan:
[__akan tetapi sayang sisi "kemanusiaannya" yg adalah faktor essensial dari keberadaannya dilupakan__]

Karena kurangnya deregulasi dan desentralisasi. Sehingga rakyatnya kurang memiliki pribadi yang mandiri, dan selalu menimpakan segalanya ke pemerintah.

Saya jadi teringat american conservatism yang bersandar pada 4 azas:
1. Respect the constitution
2. Respect life
3. Less Government
4. More personal responsibilities

Jadi untuk menjawab keresahan Anda, mungkin Anda harus membuat gerakan politik baru yang seirama dengan conservatism tadi.
28 Juni 2009 16:29:31
MosheDayan  @Striding Cloud:

...Saya jadi teringat american conservatism yang bersandar pada 4 azas:
1. Respect the constitution
2. Respect life
3. Less Government
4. More personal responsibilities....

...

Karena mereka lahir dari suatu kemelut kejiwaan yg seperti itu...:D

Mereka lahir oleh pionir2 free enterprise, land of the free..

Makanya konstitusi mereka adalah konstitusi paling revolusioner radikal "di zamannya"..:D

Akan tetapi overall, saya setuju dng 4 azas tersebut, kecuali point 3-nya...

:D
28 Juni 2009 17:15:09
MosheDayan  @Striding Cloud:

Karena mungkin point 3 nya itulah yg menyebabkan / penyulut revolusi mereka..God Save The King/Queen


28 Juni 2009 17:21:02
Striding Cloud  @MosheDayan:

Ronald reagan pernah menyatakan begini:
"Apa beda anda small business dan big business? small business adalah Big business, andaikata pemerintah tidak menghalangi."

Pemerintahan yang 1984-ish dan sentralistik, tidak akan memecahkan masalah yang semakin lama semakin kompleks. Permasalahan 10 tahun lalu cuma separuh kompleksnya dari permasalahan sekarang.

Desentralisasi pada dasarnya bertujuan pada asaz no 3 tersebut. Berikan lebih banyak power kepada governoratorial, lalu ke municipal, sampai akhirnya bisa ke tingkat individu.

Kalau kita melihat ke konteks keindonesiaan, saat ini budget pemerintah kita kira-kira seperempat GDP riil kita. Artinya, jatah kemakmuran masing-masing penduduk harus dipajaki seperempatnya hanya demi jalannya pemerintahan.

Tentu saja, in the long term ini tidak sehat. It is not sustainable.

Melihat dari fakta itu, saya melihat konsep less government menjadi lebih menarik.
28 Juni 2009 22:35:16
MosheDayan  @Striding Cloud:

yayaya...maaf tadi saya terburu2 menjawabnya...

Dalam pengertian yg mas katakan, dng maksud memberikan andil yg lebih besar kepada state2 mengurangi peranan pemerintah federal yaah saya setuju...

Tentunya hal tersebut sejalan dng prinsip pancasila didalam kemanusiaanya yg menghargai nilai dan integritas setiap manusianya, yg dalam menuju keadilan sosial tetap mempertahankan persatuan nasionalnya.

Yg sayang nya belum sempat diimplementasikan pada saat awal2 kemerdekaan kita (oleh karena berbagai sebab) dan di salahgunakan (minimal setelah 10 berjalan) oleh orde baru.

Permasalahan masa lalu, adalah kita belum pernah mempraktekkan pancasila secara konsekuen, .....seperti hal yg mas sering sebut mengenai keadilan untuk mendapatkan informasi yg sama itu, yg justru hanya dimiliki oleh segelintir orang/kelompok saja, adalah hal yg bertentangan dng keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Masalah budgeting dan finance, saya kira mas ahlinya, saya tdk bisa berkomentar banyak..:D

Akan tetapi ada beberapa hal yg saya mengerti, seperti, mungkinkah US dapat menguasai perekonomian / sistem keuangan bumi kalo saja dia kalah dlm perang dunia ke 2, atau mungkinkah british empire akan terbentuk bila saja mereka gagal dlm melumpuhkan the spanish fleet...?????

Periode 80an yg saya mengerti adalah salah satu saat paling krusial dlm kehidupan manusia di bumi, ancaman perang nuklir sangatlah nyata, mungkinnkah sedikit banyak pengaruh military - industrial complex membantu perekonomian mereka..??

*maaf mas lama , baru saja datang ada keperluan dulu tadi:D
28 Juni 2009 23:32:59
hamatamu  @MosheDayan: & become a state capitalism? ;))
28 Juni 2009 23:37:17
MosheDayan  @hamatamu:

Namanya ngak penting..hihihi:D,...saya hanya mencoba menjadi medium antara yg terlalu A dan terlalu B.

Akan tetapi bila hal tersebut mengancam persatuan kita (nantinya mau jadi federal juga terserah deh asal konstitusional) saya lebih memilih mengutamakan persatuan....:D....sayang sudah berjalan kurang lebih 60 tahun republik ini

:D:D:D


28 Juni 2009 23:44:14
hamatamu  @MosheDayan: maaf, saya tidak bicara nama, saya bicara resiko :D
28 Juni 2009 23:47:02
MosheDayan  @hamatamu:
Resiko apa , ndaru?
28 Juni 2009 23:48:12
Striding Cloud  @MosheDayan:
[__Masalah budgeting dan finance, saya kira mas ahlinya, saya tdk bisa berkomentar banyak..: D__]

Yang saya maksud adalah, besarnya budget negara itu berhubungan dengan besarnya pemerintahan serta pengaruhnya.

25% budget itu menunjukkan, bahwa dari setiap 4 modal kegiatan ekonomi, salah satunya ada kaitannya dengan belanja pemerintah.

Tentunya ini tidak sehat. Kita butuh rakyat yang mandiri, bukan rakyat yang seperempat ekonominya tergantung pemerintah.

[__Periode 80an yg saya mengerti adalah salah satu saat paling krusial dlm kehidupan manusia di bumi, ancaman perang nuklir sangatlah nyata, mungkinnkah sedikit banyak pengaruh military - industrial complex membantu perekonomian mereka..??__]

Military industrial complex versi mereka adalah industri swasta.

Lagipula mereka mampu bertahan, karena mereka bisa sustain defisit.

Sebagaimana kita tahu, reaganomics adalah ekonomi defisit.

Nah, bagaimana caranya mereka bisa sustain defisit itu? Tidak lain dan tidak bukan karena pasar mereka terbuka. Investor yang berinvestasi kesana tidak punya pilihan lain selain menerima saja keputusan demi keputusan defisit, karena sudah terlanjut invest.

Jadi kesimpulan saya, mereka mampu bertahan, justru karena kapitalisme mereka, dimana bahkan belanja pemerintahpun tidak diserahkan ke bumn, tapi ke swasta.
29 Juni 2009 13:18:04
MosheDayan  @Striding Cloud:

...Jadi kesimpulan saya, mereka mampu bertahan, justru karena kapitalisme mereka, dimana bahkan belanja pemerintahpun tidak diserahkan ke bumn, tapi ke swasta....

...

Masalah diatas, saya tdk membantah dan saya akui secara pribadi tertarik sekali pada beberapa tulisan anda mengenai BUMN dan cara meng-efisien-kan perekonomian negara.

Bila mereka berkembang karena swasta mereka juga pun bukan hal yg istimewa atau aneh, karena kita semua pun mengerti the very basic structure daripada perekonomian mereka itu dibangun berdasarkan free enterprising para pionir kemerdekaan mereka.

Akan tetapi, bukan berarti kita harus menjiplak bulat2 sistem mereka itu bukan????

Karena biar bagaimanapun, latar belakang pendirian negara bangsa kita ini berbeda...atau kalau puak melayu bilang "berbeza"....:D

Kita ini negara yg dibangun dari pondasi sebuah negara tua, mereka dibangun dng pondasi "ground zero"....kita ini menangung beban sosio kultural laten, .....mengingat pengalaman suku bangsa lainnya.....sebaiknya kita ini dalam mengimplementasikan nilai2 baru itu secara "evolusi"

Maka saya pernah menjawab comment anda dng "...biarkan populi menentukkan kapan saatnya..."

*kita sehati mengenai banyak permasalahan, walaupun berbeza perspektif, yg menurut saya harusnya dipraktekkan oleh para politisi2 kita:D, dan terpenting kita berdialog secara komprehensif, tdk seperti kebanyakan anggota dewan yg terhormat itu...:D

...
29 Juni 2009 16:13:45
Kaboel ini lirik lagu apa ya? kayak pernah denger, cuma lamaaa banget. kangen band ya?
11 Juli 2009 16:18:42
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »