33 Komentar Tulisan

Lompatan Mallarangeng Bersaudara (2) • penulis: Rusdi Mathari, 10 Juni 2009 13:13:44 • Menarik +10

Biar pun hanya sebagai staf ahli menteri, Rizal bahkan bisa memastikan pencopotan direksi Pertamina. Dia pula yang menjadi “wakil” Pertamina, berunding dengan ExxonMobil untuk mengurus pengelolaan Blok Cepu, ladang minyak dengan cadangan minyak terbesar di negeri ini. Hasilnya: Blok Cepu diserahkan ke ExxonMobil.

Menampilkan 1 - 30 dari 33 komentar.
Ibnu Muslim Selalu hangat polesan artikel bung rusdi, katanya Dirut Pertamina Mundur karena dimintai sumbangan sama salah satu timses capres, adakah bau trio disini? Thanks bung
10 Juni 2009 13:23:08
Rusdi Mathari  @Ibnu Muslim: Soal itu saya belum tahu. Tq
10 Juni 2009 13:25:29
alakazam [- sungguh ironis, para pemimpin nasional Indonesia telah menolak penguasaan Blok Cepu oleh bangsanya sendiri -]

lalu siapakah yang pantas untuk dipilih sebagai pemimpin ya...
10 Juni 2009 13:27:51
yusro  @Rusdi Mathari: blok CePu = blok Celi Punya? :))
10 Juni 2009 13:33:19
Rusdi Mathari  @alakazam: Gimana kalau mas Didi presiden, wakilnya mas Yusro, menteri utamanya Endah..
10 Juni 2009 13:35:41
Rusdi Mathari  @yusro: Harus kuakui sekarang mas, sampean benar-benar cerdas heheheh....
10 Juni 2009 13:36:32
amalthea wah... baru tau cerita ini. agak kaget juga, ga nyangka. malaranggeng bersaudara terlibat dalam decision making urusan2 penting di indonesia... wahhh...
makasi tulisan bagusnya bang rusdi :)
10 Juni 2009 13:36:44
maktin masihkah memilih yg itu2 saja ???
pilihan yg sulit memang. cengkraman asing masih terlalu kuat di negeri ini.
10 Juni 2009 13:37:05
@guz  @yusro: setuja... celi memang dimana-mana
10 Juni 2009 13:45:10
Po' rese' juga trio kumis ini...
10 Juni 2009 13:49:13
Jimbaran Saya dengar2 di balik pencopotan Widya dan rebutan Exxon-Pertamina, blok Cepu juga jadi rebutan pengusaha2. Pengusaha2 ini jadi mitra lokal provinsi dan kabupaten yg mendapat share blok Cepu. Surya Paloh lewat PT Surya Energi Raya menjadi mitra PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), BUMD milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang memiliki 4,5% saham di Blok Cepu.

Lalu ada Syarif Bastaman, pengacara, pengusaha dan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Syarif adalah mitra BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mendapat jatah saham Blok Cepu sebesar 2,2%. Syarif Bastaman terpilih jadi anggota DPR 2009-2014 dari dapil Jabar XI. Syarif Bastaman sering disebut raja cash baru. Lulusan Fakultas Hukum UNPAD ini sering disebut sebagai operator bisnis PDIP.

Juga ada nama Ilham Habibie. Menurut Kontan: Ilham Habibie menjadi mitra PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC), perusahaan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menggandeng SPHC lewat perusahaannya, PT Usaha Tama Mandiri Nusantara, karena SPHC memiliki jatah 1,1% saham Blok Cepu.





10 Juni 2009 14:10:12
Shouen Wah... trio kumis ini bener-bener strategist dan pelobi handal, sayangnya yang dia lobi itu asing... saya curiga jadinya, tapi nggak mau suuzon aah... ;))
10 Juni 2009 14:16:46
lat  @Rusdi Mathari: klo sampe sejauh itu... adakah ada "HUBUNGAN" semacam kartu Truf gitu...
10 Juni 2009 14:27:03
Rusdi Mathari  @lat: Saya tak bisa menduga-duga. Tahun lalu ada seorang teman yang memberitahu saya, katanya, akan ada sebuah buku yang menyoal amendemen UUD 1945, termasuk kemungkinan ada "sumbangan" asing di dalamnya. Itu yang saya ketahui.
10 Juni 2009 14:30:36
hamatamu @rusdi, amandemen? lagi? bagian yang mna kali ini?
10 Juni 2009 15:19:39
lat  @Rusdi Mathari: lha amandemen ke-2 saking buru2nya kali sampe tidak dicantumkan tanggal berlakunya (diamanden ke-4 baru muncul)... aneh
10 Juni 2009 15:45:00
lat  @Rusdi Mathari: klo pembuatan kepres 80/2003 pengadaan barang dan jasa pemerintah konon rumornya didanai 8 LSM asing..khususnya hilangnya persyaratan harus ikut Asosiasi Profesi... aneh juga...siapa aja bisa masuk...
10 Juni 2009 15:47:34
iyom  @Rusdi Mathari: bersudara --> bersaudara

*nggak penting :p
10 Juni 2009 16:02:22
Rusdi Mathari  @hamatamu: Bukan lagi. Kayaknya amendemen yang dulu itu.
10 Juni 2009 16:12:49
Rusdi Mathari  @iyom: Makasih koreksinya judulnya. Sudah aku betulin. Kalau amendemen, yang bener memang pake "e" bukan amandemen pake "a".
10 Juni 2009 16:14:40
lat  @Rusdi Mathari: gitu ya... aman...demen...aku
10 Juni 2009 16:25:41
Rusdi Mathari  @lat: Hehhe kamus BI begitu.
10 Juni 2009 19:28:31
red_son2009 Wah..rahasianya apa nih sampe punya power begitu hebatnya? Salah satunya mesti pinter ngomong yah? :) Mesti ati2 nih! Kadang yg pinter ngomong itu yg bahaya.

10 Juni 2009 21:16:55
heriyadi ngomongin soal amendemen katanya tidak sah karena yang tanda tangan di MPR anggota termuda dan tertua bukan ketua MPR. Nah lo?
10 Juni 2009 21:19:53
napz antek amerika kah trio kumis ini bung?
atau cuma mencari keuntungan sepihak?
atau dua-dua nya bung?
10 Juni 2009 22:26:42
mas23 Nice info mas, ini dia nih yang bisa dijadikan fakta kenapa kita masih menganggap bahwa pemerintahan SBY is neolib...lha wong gak bisa lepas dari cengkeraman AS...sudah tahu punya peluang besar disitu, emangnya pertamina gak bisa jalanin untuk ngebor doang...panggil inul aja kalau gak bisa :D...trio kumis lagi pake ikut2xan, aji mumpung deket sama pak SBY ya...
10 Juni 2009 23:27:19
Jack dua-duanya
11 Juni 2009 00:07:50
Jack kalau gak salah inget..

dulu juga mata-mata mosad.. bisa masuk ke dalam pemerintahan suriah...
11 Juni 2009 00:13:40
MosheDayan Yang membuat saya lebih takjub lagi adalah, kenapa baru sekarang semua ini termaterialisasi...

heheheh:D:D:D

dulu2 nih isu pada di kemanaiiin yaaahhh....

salut buat trio kumis,..

satu2 nya hal yg membuat saya sedih ialah, kenapa Bpk SBY percaya pada mereka....:D
11 Juni 2009 00:38:02
Sania Waniarsih Sederhananya adalah bila seseorang hanya mengejar dunia maka hanya dunia yang akan ia dapatkan, hal ini dapat terjadi bila seseorang atau satu golongan tidak merasa sebagai manusia, karena bila ia merasa sebagi manusia maka ia punya Tuhan! Bagaimana Tuhan menyuruh agar manusia dengan manusia lain saling membantu dalam kesejahteraan bersama, bukan mengeruk keuntungan untuk pribadi dengan menjual kekayaan alam untuk kapitalis atau neolib. Hai, kalian! Apakah kalian tidak belajar dari sejarah para penguasa atau pemimpin terdahulu yang binasa diakhir kepemimpinannya? Indonesia harus punya pemimpin yang berani menentang kapitalis atau neolib, pemimpin yang mengutamakan kesejahteraan rakyatnya sendiri.
Persoalan kesejahteraan adalah kenyataan yang dihadapi oleh Indonesia. Nasi Aking, busung lapar serta hal lain yang menyayat hati kita. Padahal kekayaan alam Indonesia sangat banyak, mulai dari mineral, tambang... wah banyak sekali! Tetapi kenapa nasi aking, busung lapar serta persoalan perut rakyat masih menyelimuti bangsa ini? Saya rasa saatnya JK Win bisa membawa mimpi rakyat Indonesia menuju kesejahteraan yang benar-benar berpihak pada rakyat bukan kapitalis dan neolib. Lebih cepat lebih baik, JK Win, semoga.

11 Juni 2009 03:57:18
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »