19 Komentar Tulisan

Jualan Jilbab • penulis: Krisnaji, 30 Mei 2009 15:12:23 • Menarik +8

Para politisi penjual agama

Menampilkan 1 - 19 dari 19 komentar.
Herman Saksono Saya cuma berharap diskusi di tret ini tidak menjalar ke mana-mana...
30 Mei 2009 16:37:25
Ridwan Sekedar opini pribadi ya. Di mata saya perempuan berjilbab lebih berilmu dan lebih taat beragama.
No offence ya
30 Mei 2009 17:21:40
GaraMata  @Ridwan:

Yah, karena pandangan seperti ini makanya jilbab terdegradasi menjadi tempat sembunyi.
30 Mei 2009 17:23:13
Tunjung jilbab lagi ya..??



30 Mei 2009 18:21:57
Aad Gym [OOT] daripada politisasi jilbab, mending jualan jilbab di tanah abang ato beringharjo :)
30 Mei 2009 18:26:54
wong gareng Pakai jilbab bikin pemilu seru koq. artis legislatif juga membuat rakyat terpesona. berikutnya mudah2an band dewa atau peterpan bikin partai sehingga ringtone gratis.
30 Mei 2009 18:33:23
iyom bagaimana cara menghentikan politisasi jilbab? atau politisasi agama?

segala urusan publik itu politik bukan? itulah mengapa isi politikana macam-macam!
30 Mei 2009 18:54:38
Mirna hmmmm.......ini juga yg bikin politik kita jadi menjalar kemana-mana
jadi gk fokus ama apa yg ingin diperjuangkan gara" hal" yg sebenarnya tidak perlu diributkan dan ternyata malah jadi fokus ke hal" seperti itu
31 Mei 2009 00:32:17
Krisnaji Mungkin hanya saya saja, tapi efek dari jilbab membuat wanita tersebut kelihatan lebih besar postur tubuhnya
31 Mei 2009 01:17:36
Catshade Menurut saya sih politisasi (simbol) agama wajar2 saja, apalagi buat Indonesia yang 'rasa keberagamaan'-nya masih tinggi dan nyampur-baur dengan ranah publik. Solusinya menurut saya ya lagi2 klise: Mendidik calon pemilih.

Preferensi akan jilbab silakan2 saja (saya sendiri yang non-muslim harus diakui merasa lebih adem lihat perempuan berjilbab, bahkan sempet *coughscurcolcoughs* naksir satu), asal jangan sampai itu membuat kita terbutakan oleh isu2 lain yang (mungkin) jauh lebih penting dan mendesak. ;)
31 Mei 2009 08:06:31
wongcilik Alangkah indah dan sejuk negeri ini, klo saja ada yg mau memanfaatkan politik demi kepentingan agama, bukan memanfaatkan agama untuk kepentingan politik.

Bayangkan saja, klo ada partai yang mengantongi suara lumayan di parlemen, bersuara lantang dan merumuskan UU sesuai ajaran agama, tanpa perlu menyebut bahwa ini UU dibuat sesuai syariat, tanpa perlu gembar-gembor bilang ini perjuangan partai Islam, jebolkan UU yg memberi porsi khusus untuk anggaran pendidikan kaum dhuafa dan yatim piatu, yg bener2 gratis total. Bikin UU yg jelas untuk sapu bersih pengemis musiman menjelang lebaran, berantas total itu yg bawa2 surat ngaku dari panti asuhan, panitia rumah ibadah, bikin malu saja. Ajarin kaum dhuafa agar mereka dapat hidup dengan keringat dan harga diri, ajarin mereka supaya tahun ini adalah terakhir kali terima zakat, karena tahun besok mereka sudah sanggup bayar zakat.

Coba..... mana itu partai yang bawa2 agama, apa pernah pikirkan bagaimana mengangkat harkat dan derajat bangsa ini ? Kalau soal yang kecil dan nampak nyata didepan mata saja gak sanggup kerjakan, tolong dah jangan lagi bawa2 agama ke dalam ranah politik, cuma bikin malu saja.
31 Mei 2009 11:19:16
Pedy  @Krisnaji: Itu anak siapa? Lucu deh... :D
31 Mei 2009 11:25:03
Pedy  @Pedy: Foto anak kecil berkerudung di atas.
31 Mei 2009 11:25:38
Krisnaji Saya malah kasihan melihat gambar keponakan saya itu, entahlah
31 Mei 2009 11:50:56
hamatamu  @Krisnaji: kenapa kasihan?
31 Mei 2009 13:04:09
Yojimbo Usagi iya, kan melindungi kulit dari sinar dari radiasi ultra violet

*kabuur*
31 Mei 2009 15:37:06
LCFR  @Krisnaji: karena dia "disuruh" bukan memakainya atas keinginannya sendiri?

:D

*nebak doang loh saya...*
31 Mei 2009 15:51:15
Denni ngekek aku nonton poto anak itu
31 Mei 2009 23:10:21
Sesat Timur sama, saya juga kasian liat anak sekecil itu sudah jadi "korban". Dan entah berapa lagi yang menjadi "korban" di playgroup2 yang katanya 'islami' lainnya..

:)
01 Juni 2009 11:22:34
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »