33 Komentar Tulisan

Soal Identitas Indonesia • penulis: Roby Muhamad, 26 Mei 2009 23:48:53 • Menarik +4

Identitas tidak tunggal dan tidak diberikan begitu saja. Identitas kita bangun dari berbagai aktivitas bersama.

Menampilkan 1 - 30 dari 33 komentar.
wawajie mas, minta ijin dong! boleh g kata2 videonya di copas. Soalnya ada tugas pidato nih! :D boleh yak! boleh yak! sapa tau menambah pengetahuan bagi yg lain!
27 Mei 2009 00:46:47
Roby Muhamad  @wawajie: ya boleh aja, tapi kalo untuk tugas harus disebutin sumbernya. :D
27 Mei 2009 02:21:46
Casper Wah, klo koneksi keong gini yang video2 lewat deh ...
27 Mei 2009 04:43:04
hamatamu @budityas, @roby, besok-besok podcast gapapa berarti :D
27 Mei 2009 10:24:01
wawajie  @Roby Muhamad: tenang mas, sumbernya ku font gede banget trus ku bold! thanks yak!
27 Mei 2009 11:10:51
laind ah damn! sebagai Fakir benwit, yang video pas dah... :D
27 Mei 2009 11:15:27
lat setuju bagian identitas itu harus senang melihat temen senang, atau temennya temen senang dst...

tapi sialnya : kita menghadapi realitas sosial Indonesia sebuah identitas yang masyarakatnya ditengarai mempunyai persepsi "susah melihat orang lain senang, senang melihat orang lain susah"..

sehingga kita ngak maju-maju...mau maju dijegal, mau jalan di halang, mau lari dibalang....

realitas ini akan muncul dalam bentuk yg nyata : minuman palsu, alat kosmetik palsu, jamu palsu, produk2 yg membahayakan dijual secara masif kepada temen/saudara sebangsa sendiri...bahkan jual produk keuangan, jasa, profesi, tilang, sim, pajak, jabatan... yg bodong
apa ditilep
gimana ni bung ...metode menelisik akar masalah identitas ke-Indonesian kita??? :((


27 Mei 2009 12:18:36
hamatamu  @lat: aku mendadak sedih baca komentarmu :(
27 Mei 2009 12:22:28
Riyono  @lat: "...tapi sialnya : kita menghadapi realitas sosial..."

realitas sosial ini juga kita (orang Indonesia) yang membentuknya, maka mulai dari kita (yang sudah sadar) inilah kita seharusnya membentuk ulang realitas ini.

Mari kita senang melihat temen senang dan senag melihat temennya temen senang dst...
27 Mei 2009 13:54:25
lat  @hamatamu: empatimu..membuat aku senang...maka senanglah kamu..:)
@Riyono: setujuuuuuuuuuu.....sapamu dah membuat seuneng...
27 Mei 2009 14:57:10
Raditya Dika  @lat: "tapi sialnya : kita menghadapi realitas sosial Indonesia sebuah identitas yang masyarakatnya ditengarai mempunyai persepsi "susah melihat orang lain senang, senang melihat orang lain susah".."

orang jerman punya kata khusus untuk menggambarkan hal tersebut: schadenfreude.

paling tidak, kita gak sampe punya kata khusus seperti itu kan? If y'know what I mean.
27 Mei 2009 17:51:31
Knalpot Putih yang menarik... perasaan kita yang sedang menyebar melalui hubungan-hubungan sosial dengan orang lainnya... Masalahnya definisi tentang diri kita apakah selalu dibangun dari kuantitas dan kualitas hubungan-hubungan sosial yang kita bikin? Kalau iya.. maka..
Di mana letaknya orisinalitas?

27 Mei 2009 18:35:06
wawajie  @Roby Muhamad: lapor, tadi pidatonya sukses mas. kata dosen dan teman2 topiknya menarik, huehuehue... walaupun aku doang yg pidatonya bukan tentang "masalah gizi di Indonesia".
@Raditya Dika: klo sirik masuk g? bukan syirik loh!
27 Mei 2009 21:28:07
Roby Muhamad  @lat: Jawaban saya ada dua:

1. Relasi sosial ini dimulai dari orang2 yang sangat dekat dengan kita, misal keluarga atau teman terdekat. Saya pikir umumnya setiap orang ada satu atau dua orang yang sangat dekat. Jadi semua orang bisa memulai memberi makna relasi sosial masing-masing.

2. Selanjutnya adalah memperluas jangkauan relasi sosial bukan hanya lingkaran terdekat. Seperti saya sebut di video, hal ini bisa dibangun melalui aktivitas bersama yang bermakna; dari nonton bola bareng hingga di kantor.

Tentunya ini hanya coretan saja. Tapi ide yang saya ingin sampaikan adalah komunitas sebagai basis identitas dan aksi.

Negara2 Barat yang dikenal dengan individualismenya pun sekarang mulai membangkitkan komunitas melalui media sosial atau web 2.0

Membangun dan memelihara komunitas saya pikir langkah awal yang penting karena dari situ kita bisa membangun makna bersama dan membuat gerakan sosial yang efektif.

Tentu ada masalah selanjutnya seperti bagaimana koordinasi antar komunitas, masalah kesenjangan, atau polarisasi. Ini bahan diskusi untuk lain waktu.

27 Mei 2009 21:35:29
Roby Muhamad  @Knalpot Putih: manusia memang mahluk sosial. Pengaruh sosial selalu masuk ke dalam diri kita. Saya jadi ingat cerita dimana seorang anak muda di Amerika yang memakai gaya pakaian yang dia anggap orisinal dan sebagai ekspresi individualitas dia. Padahal jika kita lihat secara nasional, gaya pakaian itu memang trend yang sedang terjadi. Jadi sering kita tidak menyadari apa yang kita anggap unik dari diri kita berasal dari pengaruh sosial.

Tapi jangan khawatir kita kehilangan individualitas kita karena sebagai individu yang memiliki kehendak kita bisa melakukan sinstesis baru yang orisinal dari pengaruh2 sosial yang begitu banyak disekitar kita.

Disini saya melihat orisinalitas lebih sebagai kombinasi baru dari hal2 yang sudah ada sebelumnya.
27 Mei 2009 21:39:45
Roby Muhamad Maaf buat yang fakir bandwidth, apa bagusnya saya buat podcast saja?

Yang pasti saya nggak akan menulis karena utk refreshing dari kegiatan menulis sehari2. :D
27 Mei 2009 21:42:10
lat  @Roby Muhamad: [...masalah selanjutnya seperti bagaimana koordinasi antar komunitas, masalah kesenjangan, atau polarisasi...]

wah menarik nih jadi komunitas pencinta MU, pecinta volvo, pecinta elvis, pecinta bunga, pecinta adenium, dan dst... koordinasi....ke pata pecinta2 lainnya bisa lebih efektif dong mestinya... berarti program pemerintah harus bisa mewadahi ini...

*untuk pilpres, pileg sebenarnya siiip nih bung :D
28 Mei 2009 08:00:33
lat  @Roby Muhamad: [...masalah selanjutnya seperti bagaimana koordinasi antar komunitas, masalah kesenjangan, atau polarisasi...]

wah menarik nih jadi komunitas pencinta MU, pecinta volvo, pecinta elvis, pecinta bunga, pecinta adenium, dan dst... koordinasi....ke para pecinta2 lainnya bisa lebih efektif dong mestinya... berarti program pemerintah harus bisa mewadahi ini...

*untuk pilpres, pileg sebenarnya siiip nih bung :D
28 Mei 2009 08:00:39
Roby Muhamad  @lat: justru gerakan komunitas ini bagusnya organik, bukan datang dari pemerintah. malah harapannya gerakan komunitas ini menjadi kelompok yang menekan pemerintah untuk kepentingan lokalitas masing-masing.

demokrasi bukan hanya pemilu. tapi juga aktif menekan pemerintah agar mendengar aspirasi rakyat.
28 Mei 2009 20:53:16
hamatamu @roby, nah itu yang namanya partisipatif & deliberatif ya kalau tidak salah :)
28 Mei 2009 21:02:51
Roby Muhamad  @hamatamu: betul, 100! :D




28 Mei 2009 21:08:22
lat  @Roby Muhamad:

namun demikian memang harus perlu keseimbangan khususnya di lembaga formal... gak tau bentuknya apa.... tapi kalo komunitas profesi menurutku harus dan wajib diatur formal oleh negara...misal akuntansi, dokter, dll.

khusus kasus DPD itu mewakili komunitas/kelompok apa juga belum jelas kok sebenarnya... masih perlu formulasi klo emang mewakili komunitas sosial bukan profesi...

tujuannya : supaya komunitas atau ormas itu jangan sampai dalam dua kutub yang ekstrem yang akan menjelma semacam 'triad' dalam arti luas, bisa karena ekonomi, politik, keyakinan, kecintaan yang berlebihan....

bahkan, sutradara film romeo juliet Film Romeo Juliet Dikeroyok Suporter Sepak Bola Viking....kan konyol bin mbanyol...
29 Mei 2009 10:45:39
Roby Muhamad  @lat: komunitas profesional setahu saya dibuat sendiri oleh para profesional di bidang masing2. Karena hanya para profesional itu sendiri yang mengerti bidangnya sehingga dapat melakukan seleksi anggota dan memberikan signal kualitas anggota2nya. Dalam konteks komunitas profesional, otoritas keilmuan/profesional lebih dominan dibanding otoritas politik (pemerintah).

Tentunya setelah organisasi profesional tsb terbentuk lalu pemerintah dapat secara resmi mengakuinya dan mendengarkan pendapatnya.

Pencegahan konflik kekerasan tidak hanya tanggung jawab pemerintah. Justru pemerintah bisa menjadi penajam konflik karena menjadi pihak ketiga yang tidak netral.

Pencegahan kekerasan bisa terjadi secara organik dari komunitas sendiri. Misalnya jika komunitas mengerti benar adanya hubungan saling ketergantungan antara mereka, maka meskipun berbeda kepentingan dan nilai tidak perlu diselesaikan dengan kekerasan.

Poin penting disini adalah memberikan "tools" dan pengetahuan bagi masyarakat untuk memberdayakan diri sendiri. Sehingga masyarakat bukan menjadi peminta pasif terhadap pemerintah, tapi menjadi penuntut aktif.


29 Mei 2009 22:02:03
suryosumirat identitas indonesia...negara sekular bukan ....negara islamjuga bukan ...hmmm...negara yang bukan bukan ....
30 Mei 2009 16:53:19
Krisnaji Identitas Indonesia ada di lembaran dedaunan yang menghijaukan Indonesia dengan kekuatan alamnya
Bukan dengan debu pasir arab atau keju restoran amerika
30 Mei 2009 16:56:28
DiNGo mas roby, numpang upload video nya di fesbuk saya untuk di share ya. Sangat inspiratif dan menggugah semangat.. :-)
30 Mei 2009 17:35:04
Roby Muhamad @suryosumirat, justru yg pengen saya sampaikan di video ini adalah identitas bangsa itu lebih fundamental daripada ideologi negara.
30 Mei 2009 20:22:10
Roby Muhamad  @DiNGo: silahkan :)
30 Mei 2009 20:23:02
Roby Muhamad  @Krisnaji: puitis sekali anda ini :D
30 Mei 2009 21:07:45
utomo mas roby, saya minta transkrip-nya aja dong. maklum, internet saya lemot.
31 Mei 2009 16:22:58
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »