43 Komentar Tulisan

Kapitalis? Sosialis? [Kopas dari rikigede.multiply.com] • penulis: rikigede, 15 Mei 2009 09:45:49 • Menarik +1

You can find the original article in my blog in multiply: rikigede.multiply.com.

Menampilkan 1 - 30 dari 43 komentar.
kalangwan [...yet, kalo kamu kerja di law firm, UUPT akan menjadi bibel kedua kamu (setelah Al Qur'an pastinya), bukan UU Koperasi...]

Hatta, Karno, Yamin dan Sjahrir gak akan pernah melarang/menolak PT kok, bro....
15 Mei 2009 10:06:35
rikigede gue yakin kok kalo mereka gak akan menolak PT, tapi kalau disuruh milih, pastinya akan memilih koperasi kan?


15 Mei 2009 10:20:27
kalangwan Belum tentu, brotha. Naskah lampiran dari dokumen BPUPKI ttg susunan perekononiam negara [di mana Hatta menjadi ketua tim perumus pasal ttg perekonomian[ mengakui bahwa untuk perusahaan-perusahaan dg faal yang berskala besar, model perusahaan tidaklah ditolak dan tak harus koperasi. Naskah itu menggunakan istilah "korporasi publik".

Sjahrir, dalam suratnya yang ditulis di Digul, pernah mengulas pokok-pokok pikiran Keynes, dan dia sempat menyinggung pentingnya peranan badan-badan perekonomian semacam NV.

Yamin, hmmm... saya tak mau berandai-andai. Orang ini bisa ngomong apa aja, tema apa pun, kecuali ekonomi. Saat ditempatkan di seksi penyusunan pasal perekonomian, dia menolak dan ngambek krn memang ia sama sekali ga mudeng. So, aku ga bisa berspekulasi.

Karno? Hehehe... saat demokrasi terpimpin --seperti juga di momen-momen yang lain-- ia kampanye nasionalisasi, tp setau gw ga pernah ia ubah faalnya perusahaan2 hasil nasionalisasi itu menjadi koperasi.

Berandai-andai itu boleh. Tapi pengandaian --krn ini melibatkan sesuatu yang historis-- tentu ga bisa sekenanya, bukan?
15 Mei 2009 10:37:23
ichanx sebenernya bisa aja jaman sukarno-hatta-syahrir dkk kita gak "kapitalis" karena angin politik kita emang berkibat ke arah kubu sosialis (bahkan komunis) kali ya... tapi, bagaimanapun, cita-cita sosialis memang menghadirkan mimpi yang sangat indah :)
15 Mei 2009 10:41:51
kalangwan ichanx

semua ideologi selalu menawarkan godaan mimpi-mimpi indah, bukan cuma sosialisme. setiap ideologi punya utopia dan heteropianya sendiri-sendiri
15 Mei 2009 10:43:30
Dh2L is desperately needed by this country:Alat ada Pada System,mengambil Take From GDP, Small Beutyfull Entreprice."Don't"Literly on Sosial Servise,

Ideologi P5 berjalan Price Not Enough Supply and Demand.Purchasing Power of employer Donation to Growth
15 Mei 2009 11:08:26
R A P oh... eduard.... :(( mumet aku
15 Mei 2009 11:17:18
TTTH  @R A P - Wah kali ini dia berbahasa Klingon dari dialek etnis langka. Monitor saya juga menghitam seperti punya @Striding Cloud :p
15 Mei 2009 11:21:27
R A P fallacy
jadi pengen liat bentuk keyboard kompu-nya eduard..
15 Mei 2009 11:24:06
TTTH  @R A P - Mungkin aslinya cuma tiga tombol: Ctrl-Alt-Del :))
15 Mei 2009 11:25:36
Dh2L  is desperately Entitas Economi Goverment Covarage.Needed by this country:Alat ada Pada System,mengambil "Tax".
Take From GDP, Small is Beutifull Entreprice ."Don't"Lite rly on Sosial Servise shnow on Budget,

Ideologi P5 berjalan Price Not Enough Supply and Demand.Purchasing Power of employer Donation to Growth
RAP I sih tidak saya hanya masuk pada Single Demention
15 Mei 2009 11:34:55
Striding Cloud @eduard, you desperately need to learn a language. ANY language.
15 Mei 2009 11:37:43
Dh2L DAlam Negari Ok Bro toidak ad Kata Lain
15 Mei 2009 11:39:30
ichanx  @R A P : BOIKOT EDWARD YUUUKKKKKK *sakit mata* =))
15 Mei 2009 11:40:37
kalangwan ichanx

gw jadi pegel leher, euy. berasa pengen pijetan ke salon. kekekeke
15 Mei 2009 11:41:40
kang tutur *berharap @Dh2L mau membagi pil maboknya* ;))
15 Mei 2009 11:42:21
Po' Bahasa di komen dan artikel
kok sama?
Bahasa yg dipakai di artikel ini
pas dengan judulnya. :D
@R A P di komennya
@Dh2L itu ada kode2 intel
lho... :D
15 Mei 2009 11:43:36
Yudiantoro [... heck, gue bahkan ingin supaya listrik dikasih ke swasta, karena sampe detik ini pun, listrik byar pet mulu...]
-------------------
Are you sure? PLN punya kesulitan politis yang luar biasa besarnya dalam keeping the company running, biaya listrik yang ditentukan, harga beli listrik swasta yang overpriced, otonomi daerah yang menjengkelkan.... swasta juga ada di Indo walaupun masih sebatas di daerah hulu, seperti Java Power dan Edison Energy.

Kenapa ngga ada listrik swasta? Karena dulu UU-nya dibatalkan MK, karena dianggap bertentangan dengan UUD 45 khususnya Pasal 33, jadi koq kayaknya anda sedikit kontradiktif ya pernyataannya, seorang sosialis yang mengharapkan pasar kapitalis


15 Mei 2009 11:47:12
R A P ichanx
daripada di boikot, gimana kalau doi kita usulin jadi jubirnya PD buat ngadepin orang-orang yang protes soal pencalonan Boediono ? Kayaknya setelah mendengar alasan dari eduard, ngga ada yang berani protes lagi..... :D *sambil guling-guling

*good morning kangtutur.. :) Long time no see
15 Mei 2009 11:49:17
Dh2L Listrik Sentuhan Tekno,PLN kenakan Surecharge Jaringan PLN.Politis tidak,Pemeliharan Fixed Cost,Cadangan Penghapusan
15 Mei 2009 11:52:43
Striding Cloud  @Dh2L:
Sebenarnya Adalah Suatu, empatratus tahun menye-menye,buatan tangan. PLN bisa!
15 Mei 2009 11:55:36
R A P Saavik :D 1000x
15 Mei 2009 12:00:47
Casper Klo cara jawanya 'mpan papan'. Dimanfaatkan pada tempatnya.

@ eduard
Klo emng negara tumbuh dari kemampuan beli personal, perusahaan yg kecil2, macam koperasi emg harus berkembang, tapi dlm koridor sistem yg lebih besar yg mampu bersaing scr global.
15 Mei 2009 12:02:01
Casper Ko listrik tetap harus negara. Banyak industri rakyat yg bergantung dr itu. Klo diswastakan, bisa berabe.
15 Mei 2009 12:06:12
Dh2L Indonesia Pertumbuhan Korelasi adalah menyerap tenaga kerja Siap Pakai,usulan saja mohon pertimbangan ada klausul Belum menikah.bukan Lek Mus
15 Mei 2009 12:07:02
kalangwan gue berasa pengen harakiri tiap baca komen eduard
15 Mei 2009 12:08:31
TTTH  @Casper - Ekonomi Sistem, Cooperation, Klausul, Riset, Cocok. Bisa!
15 Mei 2009 12:11:11
Casper Eduard perlu 3x tulis dgn inti sama, cara beda. Biar orang2 bisa milih mana yg bisa dimengerti.

15 Mei 2009 12:18:17
Striding Cloud @budityas, mungkin solusinya microgeneration. Dan harus ada metode supaya perorangan yang memproduksi listrik dapat memperoleh untung.

Misalnya, solar power. Indonesia sekarang katanya sudah mampu membuat solar power dengan biaya kurang dari $1/watt, bandingkan dengan biaya di LN sekitar $5-7.

Nah pada saat listriknya ndak kepakai, listrik personal yang dihasilkan dan tergabung ke grid kemudian dibeli oleh pemerintah.

Jadinya, dengan investasi di solar panel, orang bisa memiliki pendapatan pasif, bahkan ketika mereka sedang di luar rumah/bekerja.

Tapi karena solar energy cuma bisa siang, harus ada solusi lain untuk mengatasi beban peak.

Pemikiran saya: (lagi2) Liberalisasi harga listrik, dimana murah-mahalnya harga at any given time tergantung pada supply-demand. Diharapkan dengan begitu pengguna jadi lebih bertanggungjawab menggunakan listrik.

Auxiliary system untuk mendukung liberalisasi harga listrik adalah sistem Voucher pra bayar ala teknologi seluler.

Investment untuk penghitungan pasti tinggi, no doubt. Tapi pastinya better daripada membiarkan penghamburan resources seperti sekarang.
15 Mei 2009 12:19:50
tkp kapitalis? sosialis? wedew,, sama-sama bikin meringis miris,, :D
15 Mei 2009 12:22:14
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »