72 Komentar Tulisan

Lakmus Tes untuk Capres Ala Politikana • penulis: enda, 14 Mei 2009 12:39:02 • Penting +10

Di dunia politik, Tes Lakmus atau Litmus Test juga dikenal yaitu sebagai seri pertanyaan yang diajukan pada kandidat pemegang jabatan yang mana jawaban yang mereka berikan akan menunjukkan posisi politik dan ideologi mereka.

Menampilkan 61 - 72 dari 72 komentar.
opiniherry Mudah-mudahan belum terlambat.

#Apakah anda akan menghapus sistem kerja kontrak?

15 Mei 2009 12:00:36
Dh2L tul !
15 Mei 2009 12:02:37
Po' @Tuvok

compunded question ?

gak ngerti .. jelasin dwong..
15 Mei 2009 13:14:37
lakiman 
-Apakah anda setuju dengan revisi KUHP tentang ancaman hukuman pemerkosa agar ditambah masa hukumannya?
-Apakah anda setuju dengan ancaman hukuman mati bagi pemerkosa anak?
15 Mei 2009 13:38:58
botaksakti  @lakiman: jangan hukuman mati ah..keenakan....disuntik aja biar gede. punya, guede...tapi gak bisa pakai....!!!!asyikkan ???
15 Mei 2009 13:42:47
rianty ini titipan pertanyaan dari seorang ibu yg punya anak balita dan anak abg:

terlepas dari setuju atau tidak dengan RUU pornografi, apakah anda punya program untuk melindungi anak-anak di bawah umur dari tayangan dewasa di media umum dan materi dewasa yang dijual bebas tanpa syarat di negeri kita?

- btw pertanyaan ini menghindari polarisasi pro kontra RUU pornografi, soalnya selama ini yg pro dituding 'anti plural' yg kontra dituding 'liberal pro-porno'..

saya lebih care ke substansi melindungi anak saya dari bebasnya materi dewasa dijual di indonesia.. lebih bebas dan gak ada aturan dari di amerika serikat.
15 Mei 2009 14:40:35
abah apakah jawaban itu sekedar iya atau tidak, memilih a atau b...
dalam membuat keputusan, bukankah ada beberapa sayarat dan kondisi...
dengan mengajukan pertanyaan pilihan a atau b, ya atau tidak bukankah akan menimbulkan bias?
16 Mei 2009 15:22:55
babyloniamaria lakmus tes itu dapat diatur..lah kalo lakmus biru dalam larutan basa dan lakmus merah dalam larutan asam..ga ada perubahan kan?
19 Mei 2009 13:18:50
farranasir teralalu menyederhanakan masalah
19 Mei 2009 13:56:53
lat nambahin bung sofwan kalipaksi : karena sampai dgn hari ini diperkirakan ada 100 jt bidang tanah di indonesia dan kira2 baru 30% tanah yg telah disetifikasi dan dari 30% tsb. 60-70% di perkotaan..perlu reformasi pertanahan tidak hanya alokasi (zoning)...namun jg status haknya ... utk sertifikat ada pajak, biaya ukur, biaya adm dll (penerimaan pajak dan bukan pajak)...sanggupkah pemerintah minimal memberi hak dulu baru kewajiban itu nanti klo terjadi proses aktifitas ekonomi/peralihan hak...karena ketidakberdayaan ekonomi pedesaan/pertanian krn mereka gak punya sertifikat shg gak bisa nambah modal ke bank krn tanah gak bisa diagunkan..hingga larinya ke rentenir

"Apakah anda dapat menyediakan anggaran untuk sertifikat tanah gratis untuk tanah pertanian dan pedesaan dalam 5 tahun kedepan?"


20 Mei 2009 15:00:07
Pan_Tas Kalau saya yg TERpenting itu adalah the MAN behind the gun-nya OK punya dan bisa menimbulkan TRUST di hati kita2.

PROGRAM APAPUN PASTI AKAN BAGUS hasilnya ditangan mereka2. Demikianpun sebaliknya.
Ibarat api dan senjata ditangan oknum yg salah, akan jadi malapetaka.

Jd pertanyaannya #1 hrs yg menjurus ke-itu.
24 Mei 2009 11:34:42
eequalsemcesquare Analogi Lakmus sepertinya kurang tepat, karena kertas lakmus punya rentang daerah abu-abu yang besar. Sehingga diferensiasi tidak begitu dapat diamati. Kenyataannya sekarang ini hampir semuanya berada pada daerah sama yang susah dibedakan. Entah karena tidak kreatif, saling sontek, atau memang takut untuk jadi berbeda.
26 Mei 2009 03:26:08
 < 1 2 3
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »