47 Komentar Tulisan

Ini Blackberryku, Mana Blackberrymu? • penulis: tkp, 14 Mei 2009 12:43:41 • Bagus +10

Rupanya ironi Blackberry memang ada di mana-mana

Menampilkan 1 - 30 dari 47 komentar.
Catshade Kok yang pertama kali kepikiran oleh saya: Si ibu itu nggak bisa mendidik anaknya. :|
14 Mei 2009 12:46:54
uceenk @Catshade
kalo sy sih mikirnya : ini koq si anak kebangetan yah, minta blackberry tapi gak liat kondisi keuangan keluarganya ^_^
14 Mei 2009 12:54:21
Catshade  @uceenk: Klo si ibu nyuekin atau malah marah2in anaknya karena gak peka kondisi keuangan keluarga sih, saya rasa masalah akan berenti di situ. Lha ini si ibu sampe bela2in pinjem duit ke Jakarta... lha anaknya malah makin ngelunjak ke depannya. *ngenes* :(
14 Mei 2009 12:58:03
LCFR *lirik kiri-kanan cari @Striding Cloud*

Koreksi dikit, speechless mas.
14 Mei 2009 13:43:32
Retno I Palupi Mungkin si ibu selalu memenuhi keinginan anaknya bagaimanapun caranya termasuk ngutang.. Jadinya si anak ngelunjak


14 Mei 2009 13:49:55
karimj ini fenomena budaya masyarakat indonesia yg makin konsumtif
14 Mei 2009 14:14:42
kalipaksi aku suka banget artikelmu....
14 Mei 2009 14:15:00
dhika rossifumi satu kata buat anda : MANTAB !!
satu kalimat buat anak si ibu : MATI AJA LO !!!
14 Mei 2009 14:21:17
spidolhitam hal yg sama bisa dipasang ke benda lain, mobil, laptop, hp mahal, rumah, dst


yang punya biasanya trus mati rasa (terhadap yg ga punya maksudnya)
14 Mei 2009 14:27:26
Gamal gw sampe skrg masih pake ericsson r520 made in sweden, dan 'jimat' ini membawa gw ke negeri asalnya :D
14 Mei 2009 15:11:02
Sri Kirana Jujur, bukannya mau mamer, tetapi saya punya BB... :p cuma karena HP rusak, apa mau dikata, ganti darurat. Tetapi saya nyesel banget beli blekberi... keypadnya kekecilan, enakan HP konvensional ke mana2, meskipun kalau untuk surfing internet memang lebih enak blekberi.

Dan buat si Ibu itu, saya tidak setuju caranya mendidik anak, anak tidak boleh dimanja begitu, apalagi sampai ngutang, itu sih namanya menyesatkan, bukan mendidik.

*jadi pengen jual ajah blekberinya, duitnya pake buat benerin HP...*
14 Mei 2009 16:43:02
C e l o Ibunya gitu banget ya? Dia ngebesarin anaknya gimana sih sampe berusaha membeli cinta anaknya dengan uang gitu.

Anaknya nggak bisa disalahin juga dong, yang membentuk sifat anak kan keluarga.
14 Mei 2009 16:55:45
Irfani Latif +1 Ispiratif...

===========

Tapi...

¿nʇı ʎɹɹǝqʞɔɐ1q ɥıs ɐdɐ :-)

14 Mei 2009 17:36:31
tennomeiji17 salah sapa?
Ibu ?
ato anak nya?

ko sampe kaya gtu...?
14 Mei 2009 20:34:15
Red-White Porridge Hedon...euy

ibu, anak dan lingkungan sama2 salah...

menuhankan materi

untuk beberapa teman dari segi fungsional BB sangat membantu,...

yang bikin cape BBers yang buat hedon ...
(orang2 inferior terjajah materi...)

*setia sama Motorola Razr V8, tipis, praktis, nyaman, layar gede, tombol gede.. :D*

14 Mei 2009 21:40:02
Ridwan saya g punya blackberry.
mungkin di antara warga poltikana ada yang mau beliin?
:D
14 Mei 2009 23:44:01
Wonggantenk saia juga belum punya, punya hape cuma seharga 21 euro, yang penting bisa nelpon dan layarnya berwarna
15 Mei 2009 01:33:01
Wonggantenk dan satu lagi, mereknya tetap nokia
15 Mei 2009 01:33:41
iscab Koperasi adalah sokoguru ekonomi bangsa.


Teringat tahun 2004, demi kamera seharga 6 juta kurang dikit, aku meminjam uang kepada suatu koperasi.

Jadi bentuklah koperasi, baik di lingkungan keluarga, tetangga, teman, dll. Maka dikau akan sulit kekurangan uang.
15 Mei 2009 01:42:06
Ridwan nasib saya sama seperti wonggantenk. tapi hanya muka saya saja belom menjadi wonggantenk :D
15 Mei 2009 01:43:48
Wonggantenk @Admin
Kalau masalah ketampanan sudah rezeki masing - masing :D
15 Mei 2009 01:45:03
tkp hehehe,, blackberry oh blackberry,, salam buat semuanya,, kalau menurut saya, alat itu justru bikin kita jadi "autis", terlalu asyik dengan dunia sendiri, tak peduli orang di sekitarnya. Coba amati sekitar Anda, mungkin Anda sedang nongkrong atau menghadiri sebuah acara dan di situ ada orang ber-blackberry. Amati saja, sebagian besar pasti terlalu asyik dengan alat itu, entah membalas email, sms atau telepon, atau cuma memandangi "indahnya" bodi si blackberry, yang jelas, perhatiannya fokus pada si alat tak peduli orang sekitarnya. Saya sendiri seringkali menjumpai, ada sekelompok orang sedang berkumpul, tapi beberapa di antara mereka tampak terlalu asyik sama alatnya sendiri, tak peduli orang di sekitarnya. Terlalu asyik dengan dunianya sendiri, tak peduli orang lain. Mungkin anak si ibu di kereta juga sedang dalam proses menuju "autis", nggak peduli perasaan ibunya demi si BB. Mungkin sedang mempersiapkan diri sebelum punya BB. Hehehe,, shock culture yang aneh..
15 Mei 2009 02:25:13
cK ih, mau domz
barter boleh ngak?
15 Mei 2009 02:28:21
Google  @tkp Mereka cuma korban, demi FB, FS dan social network lainnya :))

Mending dipake mantau imel klien atau currency chart
15 Mei 2009 02:29:48
sevenco saya juga pernah melihat seorang ibu yang dengan tampang putus asa mencoba memanggil anaknya gadisnya (seumuran anak sma) dari luar sebuah toko yang khusus menjual blackberry di sebuah sentra handphone di bandung. sia-sia saja, sang anak sudah asyik melihat-lihat di meja etalase.

anak seumuran sma/kuliah harusnya sih belum membutuhkan fungsi lebih yang ditawarkan blackberry. tapi toh tidak semua membelinya karena fungsi lebihnya, lebih karena 'me too' effect.
15 Mei 2009 06:54:21
Striding Cloud @google, emangnya metatrader ada yang buat blackberry? baru tahu...
15 Mei 2009 07:04:42
rakjat ketjil kejam..
15 Mei 2009 07:06:50
Striding Cloud Yang saya pikirkan, kenapa harus pake KA ke jkt? eksekutif lagi. pake tilpun bu, tilpun...
15 Mei 2009 07:11:04
Google @TuVok, ada koq, tapi kudu pake lup ngeliatnya :D

Kalo ane sih ambil API nya aja trus dibikin web based biar gmpang diakses utk ngeliatin aja, bukan untuk trade
15 Mei 2009 07:11:15
Striding Cloud IC.

Loe pedagang professional?]

Kalau API based, loe dah pernah coba dedicated server lum?
15 Mei 2009 07:13:17
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »