23 Komentar Tulisan

Mengapa Harus Membidik Agama? • penulis: Google, 06 Mei 2009 02:03:49 • Lucu +2

Bagaimanapun, sebagai non muslim (bahkan menjurus atheis), saya tetap merasa mempunyai hak berpolitik yang sama dengan warga negara lainnya, apapun itu agamanya. Namun saya terkejut ketika pertama kali membuka Politikana yang notabene adalah tempat kumpulnya peminat politik Indonesia dan mendapati wacana seputar kekhilafahan. Terlepas dari pro kontra ideologi yang berasal dari peradaban Islam ini, jujur saya (dan mungkin non muslim lainnya) merasa terancam kehidupan bermasyarakatnya di masa mend

Menampilkan 1 - 23 dari 23 komentar.
Wonggantenk Google, esensi Islam sebagai rahmatan lil alamiin yang perlu direnungkan kembali oleh para pemeluk Islam
06 Mei 2009 02:08:27
Google @Fauzan, jujur saja, saya sudah lama mengetahui slogan itu dikumandangkan dimana2. tapi tetap saja hanya sebatas slogan (paling tidak menurut pengamatan saya)

jadinya, setiap kali saya membaca slogan itu, saya menganggapnya hanya sebagai pemanis dan pemikat saja. Karena saya tidak melihatnya nyata di masyarakat

Silahkan bawa slogan tersebut back to your people and teach them how to apply it
06 Mei 2009 02:14:44
Wonggantenk Ya, inilah PR bagi diri saya sendiri, keluarga, dan saudara - saudara saya
06 Mei 2009 02:48:38
Lorem Ipsum Agama ...

Sesuatu yang harus dipahami maknanya untuk memperbaiki diri ...

"bukan untuk menghakimi"

:)
06 Mei 2009 02:56:53
ariau "jadinya, setiap kali saya membaca slogan itu, saya menganggapnya hanya sebagai pemanis dan pemikat saja. Karena saya tidak melihatnya nyata di masyarakat"
---------------------
hmmm jadi lagi nanya-in kapabilitas seorang islam nih..??
kalau masalah dalil-dalil agama(islam-non islam) di jaman kayak gini mah..udah susah nyari orang yang bener2 mengaplikasikan ajaran agama,wong dunia hingar bingar kayak gini kok...banyak orang yang fokusnya udah hanya untuk dunia,bukan akhirat..maka dari itu saya setuju sama mas Wonggantenk,tapi bukan hanya esensi islam saja yang harus direnungi,tapi semua pemeluk agama harus merenungi apa-apa yang diajarkan sama keyakinan yang dia yakini..bukan cuma agama KTP doank..
tapi yaa mau gimana lagi...sealim-alimnya orang yang ada dunia skrg..lah ujung2nya kan kiamat juga....

*kalo soal khilafah saya ga ngarti ah,daripada salah2 ngomong... tanya aja pas ustad gih...
tapi heran kenapa pada takut amat soal khilaf-ers,pada takut ya kalo misalnya nyuri trus tangan-nya dipotong... ??? :p
06 Mei 2009 07:20:39
LCFR Nggak mau banyak komen lagi, sudah capek dan sedih. Cuma satu pesan yang ingin saya sampaikan; jangan nodai kesucian agama dengan remeh-temeh duniawi semacam politik. Agama ada untuk membimbing anda menujuNya, bukan pemuas ego ataupun alat propaganda.
06 Mei 2009 07:24:27
ariau *kesindir
@Macan.W:saya dari kemaren gak ikutan komen soalnya :p
06 Mei 2009 07:32:16
LCFR Gak niat nyindir situ kok :P.
06 Mei 2009 07:35:51
ariau kalo gtu...
kesindir :gak sengaja tersindiir :D hehehe
06 Mei 2009 07:52:54
Jeka jangan salah paham, dan perlu diketahui bahwa secara umum perbicangan ideologi hanya berbicara dalam persoalan2 publik saja, sedangkan persoalan2 privat (agama, keyakinan, ibadah, dll) tidak menjadi bahasan sebuah ideologi.

Termasuk ideologi Islam dengan konsep sistem perintahan khilafahnya. sesungguhnya kedudukan seorang muslim/non muslim dalam hukum publik adalah sama.
untuk warga non muslim khilafah tidak akan mencampuri apalagi memaksa dalam urusan2 privat, anda bebas beribadah, berkayakinan/tidak berkeyakinan, menikah sesuai dengan keyakinan, meminum minum keras juga boleh. juga warga non muslim tidak akan di hukum hanya gara2 tidak menjalankan ketentuan agama/keyakinannya.

justru sebaliknya bagi warga Muslim harus terikat dan melaksanakan aturan-aturan privat sesuai dengan ketentuan syar'i. kalau ia lalai/melanggar bisa di hukum.
ini tidak berarti bertentangan dengan pernyataan di atas, tetapi seseorang yang sudah masuk Islam dia wajib terikat pada semua ketentuan2 aturan publik dan aturan privat
06 Mei 2009 08:08:04
kang tutur perubahan apa yang dapat kita harapkan dari seorang penulis yang gak jelas, gak bertanggung jawab.

*lengkapin profil dong, klo berani*
06 Mei 2009 08:40:24
Po' biasa karena memang biasa.
06 Mei 2009 08:50:14
Yudiantoro basi karena memang inkonsistensi berbuah basi
06 Mei 2009 10:54:05
LCFR Sedikit penasaran, sebenernya @Google ini berpihak ke mana sih?
06 Mei 2009 11:20:31
Shouen Apapun soal perlindungan kaum non-muslim, minoritas, yang didengungkan oleh kaum khilafahers, saya tidak percaya 100% sampai mereka bisa menyadarkan FPI yang anarkis itu. Kalau FPI belum disadarkan, jangan harap khilafah diterima deh. Itu doang.
06 Mei 2009 11:27:04
kak inco hehehe... karena itu gw cinta Gusdur...
jadi ada hari libur nasional tambahan imlek... :-D

biarpun melindungi dan sangat toleran sama Non-muslim, Gusdur sama sekali gak kehilangan nilai-nilai Islamnya kan?

itu mungkin yang disebut rahmatan lil alamiin...
06 Mei 2009 11:32:37
Google Wew.. mempermasalahkan profil, someday you'll know lah :)
Hint: http://thechurchofgoogle.com/tutur.html

@macanwigit, kan gak susah melihat arah tulisan, semuanya terpampang jelas disana

@kohaku, FPI adalah salah satu bentuk ekspresi kepongahan beragama

@inco, yoi, gebrakan nya dalam upaya menjembatani keberagaman di Indo cukup membuahkan bekas. Sayangnya bagi beberapa kelompok Islam dia dianggap terlalu liberal
06 Mei 2009 13:49:49
LCFR  @Google: nggak, kadang situ suka agak terlalu provokatif sampe saya bingung situ lagi serius atau emang mood bakar-bakaran.
06 Mei 2009 13:51:24
ichanx  @kak inco : kalo saya malah bingung ama beliau... ama non-muslim memang patut dikasih acungan jempol karena toleransinya bagus... tapi lucunya, beliau kok malah keseringan buka front ama yang seagama ya?

*bingung*
06 Mei 2009 14:03:36
Google @macanwigit
mood bakar2an? trus motifnya apa tuh?
*kandangin macan
06 Mei 2009 14:03:39
Ardani P Gus Dur mau menyadarkan mereka mungkin. Gus Dur mungkin nganggep mereka ada sedikit salah trus ngingetin. Nah, yang diingetin itu ga terima. Jadinya keliatan kaya suka buka front gitu.

Buat yang pro khilafah, jangan tersinggung sama artikel mas google. Dia masih ga percaya kalian bisa ngejaga negara ini tetap damai kalau ideologi kalian jadi berlaku di sini. And I can't blame him for that.

Mau quote komen2 diatas tapi males. Jadi komen segini aja.
08 Mei 2009 21:13:29
hamatamu @danny21; ga usah komen juga gak papa, pro khilafah gak mau berinteraksi di postingan seperti ini, mereka cenderung aktif di postingan tentang khilafah atau perdebatan tentang khilafah dalam kolom komentar.

10 Mei 2009 05:52:30
tennomeiji17 Islam phobia ya....?
Kasihan....

13 Mei 2009 18:01:32
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »