75 Komentar Tulisan

Menggali Pancasila Kembali (1) • penulis: Goenawan Mohamad, 29 April 2009 21:46:44 • Menarik +10

‘Negara Islam’ yang tak mengakui ketidak-sempurnaannya sendiri akan salah secara akidah. Tapi sebuah ‘Negara Islam’ yang mengakui ketidak-sempurnaannya sendiri akan menimbulkan persoalan: bukankah ajektif ‘Islam’ mengandaikan sesuatu yang sempurna?

Menampilkan 1 - 30 dari 75 komentar.
Ridwan memang seharusnya jika mau negara ini makmur gunakanlah politik berdasarkan Islam. karena aturannya lagnsung dari Tuhan, bukan buatan manusia. lihat saja sekarang negara ini berkiblat pada Amerika. Amerika pun banyak masalah di dalam negaranya sendiri (pake sok sok-an ngurusin negara orang lagi). sedangkan kalau dibandingkan dengan Iran jauh sekali negara ini. masih ingat wartawan tempo yang mencoba mencari kasus pemerkosaan? ternyata di iran dalam 2 bulan baru ditemukan 1 kasus. sedangkan di Indonesia dalam 1 detik terjadi 2 kasus
29 April 2009 22:06:52
Google @Mr. RHR
Jadi patokan anda untuk keberhasilan sebuah idologi adalah pada urusan syahwat? Sepertinya agama anda memang tukang ngurusin syahwat!
Sudah berapa banyak TKI kita yang mendapatkan pelecehan seksual di negara2 Arab sono?

Dan yang paling menohok lagi adalah tulisan seorang wanita di Tempo bebrapa saat lalu yg mempertanyakan negara Islam mana yang bisa dianggap sukses? None!
29 April 2009 22:21:11
Syarif Dewasa ini cita-cita menegakkan ‘Negara Islam’ mungkin satu-satunya yang masih percaya bahwa kesempurnaan bisa diwujudkan. Jika hukum Tuhan adalah hukum yang hendak diterapkan, mau tak mau hasil yang diharapkan adalah sebuah kehidupan sosial yang tanpa cacat.

saya coba sedikit mengomentari tulisan ini,,
tulisan ini sebenarnya membawa pembaca bahwa jikalau Islam di terapkan maka kehidupan akan sempurna tanpa cacat sehingga ketika tampak/terlihat cacat maka orang akan tidak lagi percaya kpd Islam dg membaca tulisan ini,,
ingatlah bahwa kita semua adalah manusia, makhluk yang bisa saja alpa bahkan salah, oleh karena itu wajib bagi kita u/ saling mengingatkan,,, kita bukanlah malaikat yang selalu taat kpd Allah dan tdk memiliki hawa nafsu, tp ingatlah bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki hawa nafsu, bisa saja mereka salah atau lalai,, apabila sistem yang benar di terapkan kemudian terjadi kesalahan pada orangnya apakah kita lantas menyalahkan sistemya??? misalkan kita menggunakan sebuah mesin kemudian terjadi ledakan yang dasyat terahadap mesin tersebut yang di karenakan kesalahan orang yang memakai/human error, apakah kita lantas menyalahkan mesinnya??? tentunya tidak!!! seperti halnya Islam suatu sistem yang benar tidak selalu pelaksanaannya benar, bisa jadi keliru bahkan salah, oleh karenanya .. apabila menggunakan sistem yang benar saja bisa salah apalagi dengan sistem yang memang sudah cacat sejak awal, maka akan semakin parah kerusakannya :p
29 April 2009 22:47:18
GaraMata @syarif

Tapi bukankah sistem pemerintahan Islam (khilafah) yang ditawarkan di politikana ini berangkat dari bahwa inilah sistem yang sempurna, dibanding sistem buatan manusia? :D
29 April 2009 22:52:01
GaraMata  @Syarif lagi

[apabila menggunakan sistem yang benar saja bisa salah apalagi dengan sistem yang memang sudah cacat sejak awal, maka akan semakin parah kerusakannya]

parah ya parah saja tidak ada yang lebih parah. :D
29 April 2009 22:52:56
Prabowo Gunawan muhammad tempo?
29 April 2009 22:55:43
Striding Cloud @tiara
yak iyalaaa
29 April 2009 22:56:51
Casper @syarif

Trial empiris pertama : perkenalan.
Baru dikenalkan saja sudah jadi masalah pelik, bagaimana mau dijalankan? Kalau sistem itu sempurna, baru dalam tahap perkenalan saja tentunya sudah cukup terlihat kesempurnaannya dgn banyaknya penerimaan. Lha ini?
29 April 2009 22:59:33
alam sosialis gak ada matinya
29 April 2009 23:01:53
Google Sat hal penting yang menjadi panduan bagi setiap ideologi agar bisa diterima oleh publik (tanpa pemaksaan) adalah universalisme dan humanisme.

Dan kedua poin penting ini tidak terdapat dalam hukum Islam. Coba anda memandang hukum Islam dari sudut pandang saudara2 anda manusia lain yang non Islam.
Coba ganti ayat2 bagi non muslim di Alquran anda dengan muslim, anda akan merasakan nuansa kesesatan disana.

Banyak teman2 muslim yang sebenarnya tidak memahami isi Alquran yang sebenarnya (seperti pengakuan beliau di http://esensi.wordpress.com/2008/12/19/al-quran-sebagai-bacaan-favorit-tunggu-sebentar/), bagaimana nilai2 humanisme dan kesetaraan dimentahkan disana dan hanya dijadikan objek target. Bagaimana mungkin sebuah ideologi untuk publik dibangun diatas kitab sedemikian? Mengerikan!
29 April 2009 23:15:42
gaplehExtreme Artikel ini saya persembahkan spesial untuk Bang Nop, Mas Syarif dan Pohon-pohon se-alam raya.

Salam GAX
-gaplehExtreme-


29 April 2009 23:23:52
Casper @ google
Persoalan agama dibawa ke ideologi akan jadi masalah ideologi. Masalah ideologi dibawa ke agama akan jadi masalah agama. Ini lain, jadi hati - hati.
29 April 2009 23:26:17
Google @BudiTyas
Syukurlah anda mengerti, ideologi berdasar agama adalah pembodohan, karena panduannya adalah sebuah kitab yang seolah2 dari tuhan sehingga harus dipatuhi, hidup dan mati
Lalu bagaimana dengan nasib orang2 yang tidak setuhan dengan ideologi tersebut, harus menerimanya sementara hak2 mereka terkekang didalamnya? Ironis bukan?

Entah tuhannya palsu atau kitabnya yang jadi2an, wallahualam
29 April 2009 23:34:01
Striding Cloud @google

Ah tidak perlu sampai melakukan penghinaan.

Pragmatis aja, kalau memang sistemnya bagus, ya pakai, kalau tidak, ya nggak usah.
29 April 2009 23:37:41
Casper @ google
No comment. Ad hominem thd source ideologi. Poisoning the well thd source ideologi. Jangan lihat sumbernya, jangan liat apa siapa. Pelajari saja ideologi yg diajukan. Thats it, thats all.
29 April 2009 23:39:23
Google @Tuvok, saya tidak pakai, tapi saya akan terkondisi untuk memakainya, begitu ceritanya

@BudiTyas, dasar ideologi mereka jelas dari kitab tersebut. Sementara anda sibuk meributkan ideologinya, mereka tetap bertahan dengan dasar kitab tersebut, ujung2nya balik kesitu lagi.

Satu hal yang pasti bagi teman2 muslim, se nasionalis dan seliberal apapun pemikiran anda, pasti akan kalah berdebat dengan orang2 khalifers. Why?
Coz ur bible said so, and u're still moslem, and you can't deny ur own religion! Atau mau dibilang kafir? :))
29 April 2009 23:47:47
Casper @ google
Kalah berdebat dengan khalifers? Nggak juga.
Apa kitab hanya dipahami dari satu perspektif? Nggak Juga, wong jatuhnya idul fitri aja bisa ga sama n tetap saling menghormati. Jd, fokus aja ke ideologi yg ditawarkan pendukung khilafah, nggak usah jauh2 dari itu.
29 April 2009 23:57:18
Google @BudiTyas
Jujur saja pak, jika anda muslim, berarti pilihan hidup mati ada di kitab itu :) Contohlah sang nabi yang..bla..bla..bla..

*halah.. malah khotbah


30 April 2009 00:04:37
Shouen *gak menanggapi yang debat kekhilafahan, males!*

Saya sangat menyesal gak bisa lihat pidato GM langsung... :(
30 April 2009 00:08:58
Casper @ google
Iya. Saya Islam. Saya percaya Quran, tapi sejauh ini saya tdk percaya khilafah. Tahu kenapa? Pelajri islam dulu dgn baik, jgn asal nebak, jgn asal ad hominem, pakai tebar2 racun segala. Itu tidak baik dan tidak intelek (u_u).

*semoga kali ini saya nggak kotbah sama mayat kayak kmaren*
30 April 2009 00:09:55
Google @BudiTyas
Saya cuma bisa katakan bahwa keislaman anda belum sampai pada taraf keIslaman para khilafers
Saya malah salut dengan para khilafers tersebut yang cukup baik mengeksplore dan mempertahankan semangat keIslaman mereka

*sambail masang jenggot dan dahi hitam, terus tunjuk2 BudiTyas, "Kamu antek JIL!! dasar kafir!"
=))
30 April 2009 00:18:07
heriyadi  @Google
Maaf ya saya tidak hafal Quran sampai begitu dalam tapi seringnya orang yang ribut soal khilafah sering memanfaatkan hadis yang belum tentu sahih.

Kalo boleh mengutip Al-Quran sedikit Surat Al-Isra ayat 36.
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Atau yang menurut saya diterjemahkan dengan lebih mudah dimengerti dalam bahasa Inggris.

You shall not accept any information, unless you verify it for yourself. I have given you the hearing, the eyesight, and the brain, and you are responsible for using them. 17:36

30 April 2009 00:22:27
Casper @google
Ah,..ternyata anda khalifers dlm versi lain, tapi ternyata sama saja.

Kutip ucapan mbah goen :
"Maka sebuah ‘Negara Islam’ yang tak mengakui ketidak-sempurnaannya sendiri akan salah secara akidah"

Kalau khilafah diterapkan dalam situasi yg tidak pernah sempurna (terutama manusianya) dan gagal, orang seperti anda pasti girang dan melakukan pelecehan lebih parah thd Quran.

Dan jujur saja. Saya nggak suka itu.

Sudah cukup banyak orang yg membawa2 nama Islam untuk mengejar "dunia fana ideal", dan hasilnya justru fundamentalism yang parah dan merusak.

Saya lebih tidak nyaman saat Islam dibawa ke arah seperti itu. Saya harap anda cukup paham.
30 April 2009 00:31:28
Google @heriyadi
Ya..ya saya mengerti, anda2 mencoba menyetir ayat2 terebut sesuai tujuan anda, begitu juga mereka2, punya hadits2 mumpuni untuk menjatuhkan dalil anda

Saya sudah kenyang lihat perdebatan seputar anda2 yang muslim, antara khilafers vs non khilafers di media Islam, dan jelas2 non khilafers harus bertekuk lutut terdiam dihujani dengan ayat2

Untunglah di forum Politikana ini tidak menggunakan ayat2 untuk mendebat khilafers, anda harus bersyukur
30 April 2009 00:31:40
heriyadi @budityas

Setuju.

@google

Yah kalo mau diskusi dengan kacamata kuda susah, bisa lihat lagi tulisan saya, kebenaran sering dipandang hanya dari satu sisi
30 April 2009 00:34:26
Google Maaf saya tidak perlu melecehkan Alquran, anda sendiri sudah melakukannya dengan nge deny negara Islam yang kaffah, yang seharusnya diperjuangkan oleh semua umat Islam, yang benar2 Islam :)

Btw, mungkin kapan2 saya akan coba mengundang teman khilafers sejati saya untuk berdebat dengan anda, dalam konteks Alquran. Anda siapkan saja ayat2 andalan anda.
Semoga tidak jadi ajang saling melecehkan ayat :))

Itu juga kalau dia mau join sini sih
30 April 2009 00:42:31
GaraMata @google

Anda sama saja dengan yang pro khilafah. Anda memaksakan pengertian Islam menurut anda untuk dipakai oleh orang lain.

Case closed. :P
30 April 2009 01:00:42
Google @Dana
;))

Menggiring mereka ke 1 kandang dulu, biar gampang dibasmi :))
30 April 2009 01:05:48
Ridwan for google:
negara islam mana yang sukses?
menurut anda sukses itu apa? apakah amerika negara yang sukses? nyatanya di amerika sendiri masih banyak kekacauan. bahkan disana juga masih ada pemadaman listrik bergilir sama halnya dengan indonesia. narkoba banyak beredar juga.
jepang? menurut saya tidak sukses.
angka bunuh diri tertinggi ada di jepang, adult video industry terbesar ada di jepang.
coba anda pikir baik baik. darimana kata masyarakat madani berasal? kata masyarakat madani itu berasal dari kata madinah. yaitu kota di arab saudi yang masyarkatnya sangat harmonis, cerdas, dan taat beragama. semuanya hampir tanpa cacat.
banyak sejarah islam dalam segala bidang yang ditutup tutupi oleh barat. dalam bidang sains islam pun tidak kalah. pernah baca buku harun yahya? saat ini pun Iran memiliki teknologi tercanggih di dunia. hanya saja media barat tidak mau mengakuinya. itulah yang membuat mereka ketar ketir. ya udahlah g usah jauh jauh.
coba sekali kali mas google jalan2 ke brunei. singapore kalah deh. hehehe
30 April 2009 01:07:11
kang tutur [.... nasib manusia adalah ketidak-sempurnaan....]

bukankah manusia itu dijadikan dengan sebaik-baik bentuk?

la qod kholaq nal insaana fi ahsani taq wim...

*lah, kurang sempurna dari mana?*

#minta gas + tabung elpiji ke JK, mumpung belon pension... (dari pada ngipas?) :p
30 April 2009 01:10:47
 1 2 3 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »