14 Komentar Tulisan

KKR Aceh: Antara Memaafkan Dan Melupakan Sejarah • penulis: Alex©, 20 April 2009 23:00:42 • 5 Berita Foto • Penting +8

Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh, adalah satu langkah untuk menyikapi bagaimana memaafkan tanpa melupakan sejarah. Amnesia sejarah, sebagai penyakit yang seperti sudah melekat dalam berganti-gantinya penguasa, semestinya sudah saatnya dihilangkan.

Menampilkan 1 - 14 dari 14 komentar.
Kang Asep duh, aceh...

memaafkan dan melupakan. bukankah itu kebiasaan kita? apalagi kalo dikasih "mainan" syariah islam
20 April 2009 23:11:05
Alex©  @Kang Asep ;

:D

Nah, itu sebabnya dari dulu saya menolak Syariah Islam, yang dibahas FPI dan TNI di Mabes TNI di Cilangkap (silakan liat daftar aksi mereka di id.wikipedia.org utk tahun 1999). Karena intinya bukan syariah Islam yang cuma ngurusi perut dan selangkangan itu, tapi keadilan, Kang :)
20 April 2009 23:18:32
kang tutur Tragis... :(
20 April 2009 23:28:11
Muda Bentara mantap bang ....
tapi lon tuan leubeh teutarek ngon komen droeneuh bang si asep nyan :

"Karena intinya bukan syariah Islam yang cuma ngurusi perut dan selangkangan itu, tapi keadilan, Kang : )"

kemeung tanyong bang, nyan keadilan menurut peu ? menurut islam nyo ?

21 April 2009 01:05:36
shinte galeshka Cuma bisa inget quote ini:

Those who cannot remember the past are condemned to repeat it - George Santayana
21 April 2009 05:00:00
Gagah Putra Arifianto pas baca sampe bagian KKR itu nyari bangke...saya teringat satu quote......yang ternyata udah ditulis sama @galeshka. :(
21 April 2009 07:28:54
sawung @ alex
kalo gw merasa KKR gak akan kebentuk selama aktor-aktor yang memegang peran penting dalam kekerasan tersebut masih bercokol dipemerintah. Proses seleksi anggota KKR kemaren kan dihentikan ditahap akhir oleh [sensor]. Gue pikir ini karena [sensor] terlibat aktif dalam kekerasan tersebut.

Ketidak mauan belajar sejarah bisa dilihat ketika darurat militer berlaku diaceh. Lihat hasil metode yang sama di timtim, timtim lepas dari Republik Indonesia. Eh udah tau gagal metode yang sama diterapkan kembali di aceh dan papua. Di aceh metode tersebut sudah distop walau gue tau ada beberapa oknum tertentu yang masih mau pake metode yang sama. Di papua kebijakannya dari awal sudah beda dengan di timtim tapi ya gitu ada oknum yang maksa-maksa pake metode yg dipake ditimtim.

aduh panjang banget gene. nanti lah kalo gw ada kesempatan kedepan gw tulis disini tentang TNI
21 April 2009 08:19:19
arsyani @alexcobain

harapan saya... nanti DPRK atau DPRA dipenuhi oleh legislator dari Partai Aceh (mayoritas tunggal??? macam Golkar di Orde Baru dulu???) yang merupakan sebuah partai yang notabene memiliki banyak sakit hati kepada RI (ini tak mengecilkan partai Anda). Ditambah lagi eksekutif juga merupakan pilihan dari pihak mereka. Akan memudahkan menyuarakan KKR dan syukur saja menggolkannya.
Masalahnya sekarang di DPR RI apakah ada nanti yang bisa diajak koalisi???
21 April 2009 09:36:58
Alex© @kangtutur

Iya, Kang. Tragis, Memang :|

@Mudabentara

> kemeung tanyong bang, nyan keadilan menurut peu ? menurut islam nyo ?


Bukan. Itu mungkin keadilan ala liberal-sekular-kapitalis™ yang tidak Islamis™ sama-sekali, Muda. Keadilan menurut adat-istiadat yang mungkin harus dibersihkan oleh penganut Islam radikal yang menganggapnya sebagai produk jahiliyah animisme, hinduisme, syirikisme dan murtadisme....

Hehehehe.. kau terbiasa sekali mendikotomikan Islam atau tidak, Muda. Seolah kalo aku nolak Syariah Islam yang cuma khamar, maisir dan khalwat itu, aku ini macam bukan Islam. Keadilan itu tak memandang batas agama, Muda. Meski aku memandang keadilan paham aku sendiri, berdasarkan nilai-nilai religius yang ditanamkan sejak kecil. Sejak aku dengar Nabi Muhammad sendiri akan memotong tangan Fathimah Az-zahra jika putrinya itu mencuri.

OOT: Karena kau kadung mencirikan dirimu begitu Islami, mengaku muslim radikal malah, maka mohon hapus gambar2 perempuan yang bukan muhrim yang kau jepret di blogmu dalam acara Aceh Blogger kemarin itu. Pemahaman radikal tidak mengizinkan kau flirting pada gambar perempuan yang non-muhrim :)


@galeshka

> Those who cannot remember the past are condemned to repeat it - George Santayana

Agreed! :)


@gagahput3ra

Quote yang bagus bukan, Bung?


@ sawung


Saya juga merasa skeptis kalo KKR ini akan terbentuk. Tak usah jauh, itu ada beberapa aktivis yang bungkam sejak meraup gaji belasan juta di BRR.

Ya, Mahkamah Konstitusi yang menjegal KKR Aceh itu. Hey, kenapa mesti disensor? Trauma? :D

> Ketidak mauan belajar sejarah bisa dilihat ketika darurat militer berlaku diaceh. Lihat hasil metode yang sama di timtim, timtim lepas dari Republik Indonesia. Eh udah tau gagal metode yang sama diterapkan kembali di aceh dan papua. Di aceh metode tersebut sudah distop walau gue tau ada beberapa oknum tertentu yang masih mau pake metode yang sama. Di papua kebijakannya dari awal sudah beda dengan di timtim tapi ya gitu ada oknum yang maksa-maksa pake metode yg dipake ditimtim.


Benar, metode itu sudah gagal, tapi tetap dilakukan karena enggan belajar sejarah. Mereka lupa, makin dikerasi, orang akan semakin melawan. Untuk Papua, bukannya sudah ada analisa dari dulu, sejak pembunuhan Theys Hiyo Eluay, bahwa ada upaya menggiring perjuangan damai ke perjuangan bersenjata, sebagai justifikasi remiliterisasi di sana? Konflik, konon adalah lumbung uang untuk profit non-APBN militer :))

> aduh panjang banget gene. nanti lah kalo gw ada kesempatan kedepan gw tulis disini tentang TNI

Tulislah. Jangan lupa siapkan tempat pelarian :))

@arsyani

> harapan saya... nanti DPRK atau DPRA dipenuhi oleh legislator dari Partai Aceh (mayoritas tunggal??? macam Golkar di Orde Baru dulu???) yang merupakan sebuah partai yang notabene memiliki banyak sakit hati kepada RI (ini tak mengecilkan partai Anda).

Tidak, tidak. Saya sendiri, dan teman-teman, memandang Partai Aceh itu tandem. Sedikit-banyak, ada rekan-rekan di Partai Aceh (seperti Kautsar, misalnya) yang dulu juga bergabung di FPDRA, dan bisa jadi jembatan komunikasi utk mewakili aspirasi. PRA sendiri utk 2014 belum pasti kan soalnya, kena electoral treshold ya mesti ganti nama :))

> Ditambah lagi eksekutif juga merupakan pilihan dari pihak mereka. Akan memudahkan menyuarakan KKR dan syukur saja menggolkannya.

Mudah-mudahan bisa begitu. Setidaknya, saya ada melihat harapan pada Irwandi yang sedikit lebih keras, daripada (maaf) Nazar yang ... sejak fokus di urusan proyek dan bisnis Pemprov Aceh, makin necis, rapi dan sehat badannya itu :D

> Masalah nya sekarang di DPR RI apakah ada nanti yang bisa diajak koalisi???

Kalau melihat kedekatan PA dengan Demokrat, apalagi Sofyan Dawood jadi Tim Sukses SBY untuk Pilpres wilayah Sumbagut, mereka punya celah berkoalisi.

Yang saya khawatirkan malah nanti ada kecenderungan utk bersama-sama menutupi jejak-jejak masa lalu dari kedua pihak. Mudah-mudahan sih tidak. Tapi memang saya khawatir begitu itu. Sejarah sering menjadi milik pemenang dan pecundang, bukan milik korban yang jatuh karena terjepit antara dua gajah yang bertikai...
21 April 2009 14:00:59
hamatamu @alexcobain; "onflik, konon adalah lumbung uang untuk profit non-APBN militer" ;)
23 April 2009 21:10:34
Alex©  @hamatamu ;

Memang lumbung uang deh kayanya. Banyak yang kaya mendadak, ndak prajurit ndak perwira :))

*out. jum'atan* :D
24 April 2009 11:58:33
cubita "..ucapan seperti ajakan Presiden SBY untuk melupakan masa konflik di Aceh.." dan kegiatan prabowo, wiranto, megawati untuk melupa.. pantas untuk memberi kepastian bahwa mereka TIDAK PANTAS memimpin negara ini. titik.

30 April 2009 09:10:32
Alex© Amen to that, Mas...

Segampang itu melupakan sejarah? :))
30 April 2009 12:41:03
yadiirama Artikel yang sangat menarik, sebagai bagian dari sejarah anak bangsa yang telah dizalimi oleh rezim yang otoriter......
23 Januari 2011 23:47:00
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »