38 Komentar Tulisan

Nekrodamus • penulis: Alex©, 19 April 2009 18:31:45 • Menarik +7

Ini merupakan lirik yang berisi pesan-pesan berisi kritik pada iklim ekonomi, politik dan agama, dari Trigger Mortis: sebuah proyek lanjutan dari band hip-hop yang sudah mati.

Menampilkan 1 - 30 dari 38 komentar.
gunawanrudy Ha, khotbah penyebar™ new-left ini pasti™!

[...] maka dalam industri rekaman dari musisi/band yang kritis ini, polanya adalah menggunakan media kapitalisme untuk menghantam kapitalisme itu sendiri. [...]

Hanya ada beberapa penyanyi atau band kritikus™ yang idealis™ yang sukses 'menembus' industri rekaman kapitalis™ bermajor label. Banyak di antaranya yang entah tidak berhasil menembus major atau memang ingin berjuang di jalur indie. Ya memang, di jalur indie ini susahnya karena kemungkinan besar kayak onani™ aja, bersuara di komunitas sendiri, di kumpulan itu-itu saja.
19 April 2009 19:02:50
gunawanrudy Duh, komen diatas obral TM kecil. :|
19 April 2009 19:03:12
TTTH Eminem biasa dianggap menghantam kapitalisme tidak ya?
19 April 2009 19:09:35
GaraMata hem seperti memakai demokrasi menghantam demokrasi?
19 April 2009 19:11:51
Shouen Saya kritisi jenis musiknya saja... kenapa band-band yang mengusung lirik-lirik penyadaran politik ini selalu beraliran keras? Trash metal lah, apa lah, kenapa tidak bisa yang sedikit lebih "halus" bunyinya?
19 April 2009 19:13:26
GaraMata @kohaku

Karena biasanya lagu seperti ini tidak terlalu komersial. Paling laku komunitas tertentu doank. Jadi agak susah membayangkan pengusung pop mau mengusung lagu yang tidak komersial begini.
19 April 2009 19:17:04
Shouen Kenapa tidak? Coldplay aja bisa tuh :D
Ayo dong, Indonesia jangan kalah... mosok ndak bisa mengusung lagu enak yang kritis... :D
19 April 2009 19:18:56
gunawanrudy Lagu Bang Iwan jaman 80an sampai 90an enak tuh. :P

*rasanya ada yang sudah dibahas di komen pertamaku*
19 April 2009 19:21:27
GaraMata @kohaku

Wah, saya tadi amnesia sejarah (penyakit rakyat Indonesia nih). Iya, setahuku waktu dulu band-band kritik sosial dan politik pernah berjaya, seperti iwan fals, ebiet, slank, god bless.

Tampaknya jaman yang menggerus mereka, bahkan bang Iwan sendiri akhirnya mengalah dengan membawakan lagu cinta jaman sekarang.
19 April 2009 19:28:40
gunawanrudy Lagu cinta Bang Iwan?
Blame Galang! *ngumpet*

*puter Slank (lagi)*
19 April 2009 19:39:18
TTTH @gunawanrudy, Bang Iwan itu berubah haluan karena dia sudah hidup di alam demokrasi yang liberal itu. :))
19 April 2009 19:40:53
GaraMata @gunawanrudy

Slank bukannya dah cinta-cintaan juga? *siyul-siyul*

Lihat komen @fallacy, damn demokrasi!
19 April 2009 19:42:23
gunawanrudy Padahal di alam demokrasi yang bebas ini lebih mudah menyuarakan.... ah tapi memang "buah terlarang" lah yang paling nikmat, kan? :D
19 April 2009 19:42:29
Po' Idealisme ketemu sama komersialisme .. memang seperti minyak dan Air.. tapi saya percaya keduanya bisa bersatu dan hasilnya pasti masterpiece...

kalo di musik ... baru baru ini ada sindentosca..
padahal dia kan udah dari dulu... bikin musik sendiri ... rekaman sendiri... diedarin sendiri...

Pure saturday juga.. ( sekarang masih ada lho, vokalis yang dulu suar memilih bekerja secara konvensional digantiin sama vokalisnya puppen Arian 13 )-- data yang meragukan udah lama nggak update kedaerah2 situ... maaf ya...

menurut gw tergantung senimannya sih mau berkarya untuk orang lain atau diri sendiri...
19 April 2009 19:55:18
Boy Avianto Tapi... tapi... "Preaching to the convert" itu nyaman loh, pasti disetujui, pasti tidak dihujat, dipuji-puji, tidak pernah salah. Mau ngomong apa saja dengan cara apa saja pasti benar lah.

... begitu keluar dari 'converted mass' bingung dan bertanya "Kok bisa sih ada yang tidak mengerti bahwa konsep yang saya anut dan katakan ini paling baik?". Heh.
19 April 2009 20:18:07
C e l o He? Khalifah Alex seorang Necrophilia?

*dikampleng*

kenapa ya lagu indie yang seharusnya anti-mainstream sekarang ini malah jadi mainstream?
19 April 2009 20:26:17
Po' kenapa ya lagu indie yang seharusnya anti-mainstream sekarang ini malah jadi mainstream?

wah keren tuh pertanyaannya...

*berharap ada jawaban*
19 April 2009 20:32:20
as khalifah masih tetap menulis
19 April 2009 20:34:06
Striding Cloud [quote]
kenapa ya lagu indie yang seharusnya anti-mainstream sekarang ini malah jadi mainstream?
[unquote]

coz everybody wants to be different, just like everyone else.
20 April 2009 00:20:35
LCFR kenapa ya lagu indie yang seharusnya anti-mainstream sekarang ini malah jadi mainstream?
-------------------------------------------------
Sudah dijelaskan oleh @tuvok, tapi gw pengen tetep omongin biar eksis juga. Problem is, those elitist indie scenester hipster kids are trying way too hard. Mereka ngotot pengen idealis, "apapun asal bukan mainstream" tanpa sadar bahwa mereka sedang membangun stream mereka sendiri. Yah semacam idealisme fanatis yang tidak mau mendengar apapun selain yang ada di luar aliran mereka gitu lah... Intinya adalah, kebanyakan dari mereka ngerasa bahwa aliran mereka yang paling bagus, murni, dan keren sampai aliran lain yang ngepop itu cuma budak kapitalis, sementara mereka dengan hebatnya disetir oleh anti-kapitalisme mereka. They became the pop among the anti pop.

Sumpah, saya lagi ngomongin musik.

@kohaku
Karena generasi kita adalah generasi "lawan". Sisa-sisa dari pergerakan Anarchy yang sekarang sudah terdegradasi jadi Gembelchy, kita tidak bisa berkata dengan puitis seperti para hippie lagi. Kita sekaang melawan dengan kepalan teracung dan jari tengah di udara.

Tapi kalau mau sinis sih, karena sekarang semuanya pakai pil dan bubuk, bukan ganja lagi :D.

*disepak*

Tapi jujur, lagu "politis" yang paling saya suka dari detik ini adalah Imagine dari John Lennon. Komunis Utopis? Sabodo.
20 April 2009 00:58:57
Striding Cloud kalau saya senang lagu politisnya versi alastair hullet: The Internationale.

:)
20 April 2009 01:05:32
edo hu hu hu...
keren lex
20 April 2009 10:55:29
Shouen  @LCFR : Imagine enak didengar dan masih bernuansa politis, meskipun kalau tidak diperhatikan tidak benar2 bgitu... saya suka yang begini :D tidak "asal bukan mainstream"...

Iwan fals? sayangnya begitu... :|
20 April 2009 12:36:21
Pangeran Siahaan Trigger Mortis, proyek teranyar dari Morgue Vanguard aka Ucok, pentolan homicide, band legendaris dari bandung....

@Seo Hye Ling

Kenapa band politis harus dengan musik keras? Saya rasa itu hanya sebagian kawan, sebagian lainnya memilih jalur musiknya masing-masing. Jazz, soul, britpop, you name it..
20 April 2009 13:53:25
C e l o #LCFR... Sumpah, saya lagi ngomongin musik.
================================

kalo nggak lagi ngomongin musik, analisanya jadi gimana?
20 April 2009 13:57:27
LCFR @celotehsaya
Yah... sama aja sih :D.
20 April 2009 14:01:43
C e l o *bingung mau nyalain kompor atau nggak*
20 April 2009 14:15:30
kang tutur @celotehsaya, kompornya pake elpiji atawa minyak tanah? kalo minyak tanah, mendingan jangan. udah gak disubsidi. ;))
20 April 2009 14:17:24
Shouen  @C e l o : nyalain aja, biar bisa bakar2an sekalian... :D *siap2 lari ngembat sate*
20 April 2009 14:17:47
C e l o Sebenarnya saya masih bingung karena postnya LCFR kepanjangan.

kalom misalnya saya pake contoh... misalnya khilafah nih ya. misalnya aja.

jadinya begini dong:

idealis khliafah yang tidak mau mendengar apapun selain yang ada di luar aliran khilafahisme mereka gitu lah... Intinya adalah, kebanyakan dari mereka ngerasa bahwa sistem khilafah mereka yang paling bagus, murni, dan keren sampai aliran lain yang ngepop itu cuma budak kapitalis, sementara mereka dengan hebatnya disetir oleh anti-kapitalisme mereka. They became the pop among the anti pop.

ini misalnya saja lho ya.
20 April 2009 14:22:05
 1 2 > 
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »