25 Komentar Tulisan

Morales, Amerika Latin dan Pencarian Demokrasi • penulis: Lantip, 16 April 2009 04:03:33 • Menarik +10

Bisakah kita bertanya pada mereka? Sekedar mencari ilmu? Sudah selayaknya hal ini tidak ada yang melarang, sayangnya di negeri ini masih berlaku stigma bahwa sosialisme sama dengan komunis dan komunisme sama dan sebangun dengan atheis (the keji part). Tapi ini politikana, jadi selamat tinggal dulu itu stigma.

Menampilkan 1 - 25 dari 25 komentar.
samsara Bung Lantip,

Menurut hemat saya, membaca sejarah perjuangan kelas, rakyat Bolivia, (Indigenous People Movement) sungguh itu telah menyadarkan Morales (yg Marxist)

Bahwa kepada kepemimpinan kolektiflah dia harus bersandar dan tunduk, Dia sadar sekali, kepemimpinan dalam logika formal kekuasaan (seperti presiden; perdana mentri atau raja sekalipun) adalah warisan masyarakat feodal dan kaum borjuis.

Morales sebagai seorang pribadi, lahir dari kelas tertindas, anak petani, dari suku asli, yang menjadi basis kesadaran kelasnya.

Bagi saya dia, Morales, telah mencapai kesadaran hingga mencapai dialektika pada kesetaraan, kebersamaan, kebebasan antar sesama manusia, yang terefleksikan melalui tindakan-tindakan politiknya sebagai sebuah cita-cita bersama menuju masyarakat tanpa kelas (adil dan merata) di Bolivia.

Artikelnya menarik Bung!

OOT: usul kepada Juragan Enda, utk artikel semacam ini alangkah baiknya jika dikategorikan dalam sesi khusus: International. Mengingat Politik Nasional juga memiliki hubungan-hubungan secara International yang tidak bisa kita pisahkan. Terima Kasih.

Salam Demokrasi!
16 April 2009 06:03:58
gunawanrudy Saya, selalu tertegun ketika melihat pencapaian sosialisme ala Amerika Latin dan perjuangan teologi pembebasan pastor-pastor Jesuit mereka. :|

*disambung nanti, ngampus dulu*
16 April 2009 06:53:16
laind @gunawanrudy
Sepakat...
Bulu kudukku berdiri waktu baca pemimpin2 macam ini.
Termasuk juga cerita2 Ahmadinejad.

16 April 2009 07:45:30
sawung merujuk ke morales, berarti perdebatan presiden mesti sarjana sudah selesai kan? :D

Gw salut sama kerja orang-orang yang jadi CO(community organizer). Mestinya para caleg melakukan hal ini dulu seperti obama juga.

16 April 2009 08:18:53
guawijaya Saya SETUJU dengan langkah Morales dalam merevitalisasi kontrak karya....

Dalam misi saya yang berperan seolah-olah saya adalah calon [presiden atau apapun...dalam tulisan berjudul [Mungkin] Inilah yang Anda Cari], saya sebutkan: Menciptakan Cash Inflow dalam waktu singkat dengan cara merevitalisasi kontrak karya, kalo mereka tidak setuju, maka semua akan dikelola negara.

Yang saya tangkap dari tulisan diatas, adalah masalah NASIONALISME dan KEPENTINGAN RAKYAT yang dikedepankan.

KAPAN kita bergerak....[hihihiihi....]

16 April 2009 08:30:30
dony @sawung
brarti bu megaKARTI boleh di pilih dong, tidak perlu terlalu pintar kaya pak HABIBAH

*parodi syndrom*
16 April 2009 08:33:27
sawung @dony
persolannya bukan disual lulusan mana bos.
tapi kerja-kerjanya.
16 April 2009 08:35:30
LCFR Entah kenapa ngomongin mogok makan saya jadi ingat Gandhi...
16 April 2009 08:40:33
Mas Paman Ada persoalan di luar mogok makan (atas nama perjuangan moral). Persoalan utama adalah bagaimana memperlakukan kekuasaan: akan diabdikan kepada siapa.

Jika jawabannya adalah "untuk sebanyak-banyaknya orang", ini pun bisa debatable. Apakah kehendak orang banyak sudah pasti bagus? Tentu akan muncul sanggahan berikutnya: apa yang disebit bagus? :)

Tak apa. Justru diskusi macam itu adalah cara manusia membangun peradaban.
16 April 2009 10:10:55
GaraMata @antyo

kan suara terbanyak itu bukan mencerminkan suara rakyat paman.
16 April 2009 10:13:08
arsyani keren dan inspiratif bung ron...Amerika selatan memang lagi akan berjaya...
sedikit banyak Indonesia, bisalah mencontoh mereka...tapi bukan MAFIA-nya :D
16 April 2009 10:25:28
Alex©  @arsyani ;

Khilafah Islamiyah doms ah! Indonesia mesti jadi begitu, biar bisa sempurna tatanan dunia-akhirat..

*satire*
16 April 2009 10:29:09
Ndoro Kakung mogok makan itu cara berjuang atau sekadar ngambek aja ya? soalnya kita dulu juga pernah punya presiden yang kalau ngambek lalu mogok bicara :D
16 April 2009 10:36:45
kang tutur [... Kemarin, aksi mogok makan yang telah berlangsung lima hari ini sudah berhenti. Undang-undang akhirnya selesai dibahas. Morales kembali memperoleh kemenangan. Rakyat Bolivia dengan demikian juga mendapatkan kemenangannya...]

*manjur juga ya?*
16 April 2009 11:37:55
arsyani @alexcobain
begitu ya...kalau iya, hafal juz amma dulu untuk awal2nya...
16 April 2009 12:08:18
Shouen  @Alex© : oh tentu saja, asal anda yang jadi khalifahnya! (maka saya akan berbisnis dodol di Beijing :P)

Jadi OOT...
Baguslah apabila pemimpin Indonesia ada yang punya sedikit saja jiwa kepemimpinan Morales ini... meskipun kalau diingriskan, nama presiden Bolivia ini bisa punya dua arti yang berlawanan :P
16 April 2009 14:02:11
Alex© @arsyani

# begitu ya...kalau iya, hafal juz amma dulu untuk awal2nya...

====

Nah, berarti kita memiliki persepsi sama. Komentar saya itu satir, Bang. Saya percaya bahwa yang kukuh Khilafah Islamiyah adalah penyembuh absolut, memang mesti baca juz amma dulu ;)
16 April 2009 15:21:03
samsara Bung gunawanrudy,

Capaian dan upaya pembangunan Sosialisme di Amerika Latin memang selalu menginspirasi kita sebagai sebuah alternatif.

Apalagi kemenangan Revolusi Bilovarian di Venezuela sungguh mengahancurkan opini sekelas "Bung Fukuyama" sekalipun. Bahkan, Revolusi Rakyat Venezuela membuat ketar-ketir si AS, lebih daripada Nuklir Korut dan Iran sekalipun.

Ya benar, memang para pastor-pastor memberi kontribusi kepada Pembeasan Nasional di Bolivia khususnya.


16 April 2009 18:39:22
iyom pada saat yang sama mereka cenderung ke dictatorship juga.. keinginan Chavez misalnya untuk memperpanjang masa jabatannya dengan upaya merubah konstitusi.. juga represi politik yang ia lakukan..

tidak cukup manis juga.. belum lihat Kuba.
19 April 2009 15:38:56
hamatamu @irosyadi; Kuba? lagi sibuk dengan ladang minyak baru di teluk meksiko dan berpikir bijimana caranya menaikkan jumlah wisatawan dan PMA :D


25 April 2009 22:45:19
Striding Cloud Saya pribadi lebih mengagumi lula daripada chaves maupun morales. Entah kenapa karisma kenegarawanannya lebih terpancar. Setidaknya kita bisa secara safe menganggap lula itu waras dan cerdas. daripada chaves yang "rada-rada" atau morales yang sering menatap dengan pandangan kosong.
26 April 2009 15:01:01
hamatamu @tuvok; Luiz Inácio Lula da Silva? tarik menarik kepentingan di amerika latin ini tak ubahnya rubik.
bagaimana kalau Fernando Lugo? :)
26 April 2009 15:36:45
Striding Cloud  @hamatamu:

Saya tidak kenal lugo. Nanti saya baca-baca lagi.

Saya terkagum-kagum dengan lula karena saya pernah tidak sengaja membaca guidelines komprehensif mengenai kebijakan energi brazil, dan sedikit banyak berkaitan dengan kebijakan ekonominya.

Ditambah lagi karena kesuksesan kebijakan tersebut, bush sampai-sampai mengemis teknologi ke lula melalui "ethanol diplomacy".

Akibat dari baca-baca guideline tersebut, saya akhirnya membuat laboratorium mini pribadi untuk segala hal berbau energi terbarukan. Saat ini saya mampu membuat bahan bakar dari bimoli, lumut, algae, dan ampas tebu, walaupun belum ekonomis. Tahun 2007 saya sempat menjajakan ide saya kepada beberapa investor, namun tiba-tiba mentok, karena juli-september 2007 (awal krisis ekonomi) membuat saya harus menyelamatkan dagangan eurodollar saya dulu, sebelum berpikir yang lain-lain. Hingga kini, keadaan belum pulih seutuhnya untuk kembali memikirkan pengembangan hobby saya itu.

Namun kekaguman terhada lula masih tertinggal.
26 April 2009 16:30:33
hamatamu  @Striding Cloud; Lugo masih baru, dulu seorang uskup katolik di Paraguay, pengusung teologi pembebasan, kemudian mengundurkan diri dari hirarki gereja, kemudian aktif di politik praktis, menggusur rejim Jenderal Alfredo Stroessner dengan terpilihnya sebagai presiden Paraguay pada Agustus 2008

catatan; dokumen gereja yang menjadi pijakan teologi pembebasan diantaranya; Ensiklik “Quadragesimo Anno” (oleh Paus Pius XI pada
tahun 1931; membicarakan eksploitasi ekonomi dan kritik soal kapitalisme liberal), “Mater et Magistra”(tahun 1961), “Pacem in Terris” (tahun 1963 oleh Paus Yohanes XXIII hingga Konsili Vatikan II tahun 1962 – 1965)

saya menunggu pencerahan bung @Striding Cloud soal energi terbarukan & bahasan tentang Lula :)
26 April 2009 17:09:22
Dh2L Bagaimana dengan Peru di kabar kabari dong Bung Lantip.
30 April 2009 16:23:03
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »