96 Komentar Tulisan

Sesat-Pikir Logika Dalam Politik • penulis: gunawanrudy, 09 April 2009 14:42:39 • Penting +10

Logical fallacy atau sesat-pikir logis adalah suatu komponen dalam argumen, muncul dalam statement klaim yang mengacaukan logika. Sesat-pikir logis menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan karena klaim argumennya tidak disusun dengan logika yang benar.

Menampilkan 1 - 30 dari 96 komentar.
nicowijaya disimpen dulu. bacanya belakangan. panjang juga ya...
09 April 2009 14:54:10
hamatamu @nicowijaya; emang susah kalo dipendekin, bayangin kalo ga ada contohnya kaya diatas, bisa sesat pikir lagi :))
09 April 2009 15:00:17
gunawanrudy  @nicowijaya: buset dah, ini aja mati-matian aku menyinkatnya. Beberapa yang menarik macam ad populum, dicto simpliciter, dll gak kumasukin. :))

@hamatamu: contoh manakah yang dimaksud? :D *wajah polos*
09 April 2009 15:04:09
GaraMata Contoh False dichotomy

Jika tidak poligami pasti zina.

Tul nggak? :D
09 April 2009 15:07:46
hamatamu @gunawanrudy; baca komennya @GaraMata :p
09 April 2009 15:09:20
gunawanrudy heh kalian berdua ini mancing2... :))

aku aja ngasih contoh masih yg halus2 :))
09 April 2009 15:11:38
hamatamu @gunawanrudy; iya iya halus kok :D
09 April 2009 15:13:20
AndyMSE mumets
09 April 2009 15:15:06
Riyono "Beberapa yang menarik macam ad populum, dicto simpliciter, dll gak kumasukin.", Tulis Bagian 2 nya aja mas @gunawanrudy
09 April 2009 15:19:34
gunawanrudy  @Riyono: part 2 malah kepikiran buat nulis cara menangkal logical fallacy...tapi ah, kayaknya bisa ditambahin juga lah. tengkyu.
09 April 2009 15:25:30
Harrie ya mas cepet2 tulis cara menangkalnya juga :D

menarik dan mumet
09 April 2009 15:36:08
Apprayo Jadi inget buku tentang teori komunikasi. Ada bagian yang membahas 'framing', memberi bingkai (frame) pada apa yang sedang dibahas.

Contoh kejadian:
Ada seorang anak naik keledai, keledainya dituntun ayahnya.

Frame 1:
Si anak kurang ajar ya, masak ayahnya yang disuruh jalan.

Frame 2:
Si bapak baik bener, memang kasihan anaknya, kan masih kecil, capek kalo disuruh jalan juga.

Satu kejadian yang sama, bisa ditawarkan untuk dipandang dari berbagai sudut yang berbeda dengan 'framing' yang berbeda pula.

Eh.. nyambung gak sih dengan topik ini? Hehehe...
09 April 2009 15:53:04
choro *kopi paste ke notepad*

*save as*
09 April 2009 15:55:42
Xaliber von Reginhild Wakaka, ipse-dixitism dan penggantian sistem kapitalis jadi sistem yang spiritual! :))

Tambahin cara menangkalnya, bos. :D
09 April 2009 16:00:42
Xaliber von Reginhild  @Apprayo:
Itu kayak kasus Palestina vs Israel kemarin ya? :P Framing media massa Indo dan luar negeri bisa beda sekali.
09 April 2009 16:01:42
Ipam penting nih, biar diskusi jadi produktif ... tengkyu
09 April 2009 16:06:39
Herman Saksono Gun, jahat kamu.

Orang yang gak biasa mikir ndak bisa debat lagi ntar.
09 April 2009 16:55:17
Apprayo @ Xaliber:
Betul juga..
Terus orang pada ributin framingnya, bukan mikir gimana biar konflik segera kelar :(
09 April 2009 17:04:29
masoglek info bagus, tapi kok yang ngomen malah jadi pada chatting ya?
09 April 2009 17:35:26
pico bagus juga kalau dijadiin permanen page biar jadi rujukan sekaligus juga berguna menangkal flaming.. :)
09 April 2009 18:44:23
K. Lensa Sayang sekali tidak semuanya dimasukkan dalam artikelnya... Padahal menurutku "argumentum ad populum" lumayan populer penggunaannya dalam dunia politik (dan dunia SMA sehari-hari juga sih... tapi... OOT).

Mengenai "appeal to novelty", itu kayaknya sering banget dipakai di spanduk-spanduk caleg muda, dengan slogan macam "saatnya membiarkan kader muda berbicara" atau apaaaa gitu, lupa.
09 April 2009 18:50:13
gunawanrudy  @Apprayo: framing menurut saya sah-sah saja, karena itu bukan berupa klaim/argumen. Yang fallacious mungkin yang seperti "kata-kata bersayap" (saya lupa istilah fallacy-nya apa) seperti kalimat:
"Liverpool mencuri satu gol di babak pertama, namun usaha keras MU dibayar dengan layak di babak kedua ketika C. Ronaldo menyarangkan bola ke gawang...."

Pilihan istilahnya itu lho. ;)


@Xaliber von Reginhild: hush hush, kamu ini mancing ya. :))


@Herman Saksono: aku juga kadang gak bisa mikir kok, Mon. :P
*pentung Herman*


@masoglek: biasalah, artikelku kadang jadi lahan chatting gini. :D


@K. Lensa: maunya sih nulis banyak, cuma kayaknya disambung aja ke bagian lain. ad populum memang menarik dan sangat serin dijumpai dalam politik. Itu senjata khas orator dan penggerak massa.
09 April 2009 19:09:06
hamatamu @inficio; ya gapapa, biar pada baca sendiri :D
09 April 2009 19:18:14
Apprayo @ Gunawan:
Ya memang sah2 saja sih, kan gak dilarang ya :)
Tapi kadang (atau malah sering) membuat orang terjebak pada framingnya itu, dan memang disengaja agar orang lupa pada isu intinya.
09 April 2009 19:41:56
gunawanrudy  @Apprayo: kalau memang framing-nya itu berupa atau disusupi sebuah klaim, bisa jadi itu termasuk red herring. :)
09 April 2009 19:45:52
Boy Avianto  @gunawanrudy: Thanks ya untuk artikelnya, tadinya mau nulis soal ini juga tapi untunglah sudah ditulis duluan ;) - Politikana lumayan loh untuk ensiklopedia/sample argumen-argumen fallacy ini (tertarik juga bikin pembahasan artikel plus fallacy yang tertulis di situ hahaha :P)
09 April 2009 20:43:28
gunawanrudy  @Boy Avianto: beberapa tahun yang lalu (sekitar 2007), blogsfer jadi sampel yang menarik untuk sampel fallacy, sayang sekarang sudah 'mendingin'. Untung ada politikana yang hadir. :))
Contoh-contoh yang saya kemukakan di sini...errr... sudah dicoba agar tidak nyerempet langsung ke artikel atau orang yang terkait. Hahaa... :P
09 April 2009 20:49:24
kang tutur kopipaste, bungkus, pindahkan ke word... print!
untuk dibaca lagi, mbesok-mbesok ;))
09 April 2009 20:52:59
Asep Mulyana Thanks, Gun! Artikel ini sangat berguna
09 April 2009 21:16:27
Boy Avianto  @gunawanrudy Masalahnya para pelaku fallacy akan menjawab tudingan fallacy dengan fallacy baru. Pusing... :P

Kebayang kan ada satu artikel plus komentarnya punya lebih dari 5 fallacies. Dan semuanya berbeda tipe.
09 April 2009 21:17:57
 1 2 3 >  Last ›
Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »