Kalau pas hari pencontrengan tiba sampean masih bingung mau memilih siapa, contreng saja calon legislator perempuan. Fakta menunjukkan belum pernah ada caleg perempuan yang dihukum karena korupsi.
Kalau pas hari pencontrengan tiba sampean masih bingung mau memilih siapa, contreng saja calon legislator perempuan. Fakta menunjukkan belum pernah ada caleg perempuan yang dihukum karena korupsi.
enda Belum pernah itu mungkin karena belum ada kesempatan kali ya?
Ndoro Kakung kalau menurut aku sih kesempatan untuk korupsi sama. tapi mungkin, para penyuap lebih suka menyogok anggota Dewan pria karena dianggap lebih mudah. masalahnya, memang tak banyak perempuan yang bersedia jadi caleg sehingga harus didorong-dorong. banyak partai yang kekurangan kuota sehingga terpaksa mencari-cari caleg perempuan. jadi persoalannya bukan pada kualitas belaka sehingga harus diberi jatah.
gunawanrudy Ndoro. Di Caturtunggal ada caleg cewek DPRD, ayu tenan. Cakakakaa... *mlayu ngurus KTP*
yusro Udah pilih siapa saja. Kalo salah? Pemilu depan gak usah dipilih lagi. Kalo salah lagi? Ya pemilihan berikutnya gak usah milih, ketimbang milih selalu salah.
Matt Zammy la ini juga berarti memberikan kesempatan caleg perempuan utk korupsi juga?
Richard Fang kalau sudah masalah duit dan perut rasanya sama saja mau cewe atau cowo..
Mas Paman Maaf kalau saya mementahkan persoalan alias set back. Kenapa harus pakai kuota untuk caleg perempuan? Caleg pria pun tak soal asal peduli keseteraan. Nanti ketika secara demografis ada perubahan perimbangan seks piye?
Ndoro Kakung kuota itu dibikin karena ulah para lelaki juga, paman. mosok situ ndak tahu kelakuan para lelaki :D
sofiakartika kuota kan affirmative action :D, @enda iya memang begitu kondisi kesenjangannya kelompok perempuan dan laki-laki dalam akses, kontrol dan manfaat pembangunan. sejauh ini caleg perempuan yang saya ketahui dr lingkar aktivitas saya, ratna batara munti (lbh-apik unt jatim), agung putri (elsam-bali), adriana venny (yjp-lp2-sragen), nunung fatma(ex-kalmit-jaksel ), dini mentari(pattiro-kab bandung), tyas (rifkaanisa-jogja) dan sebenarnya kelompok perempuan pernah mengeluarkan daftar perempuan potensial sebagai caleg, krn track record mereka :) *komenku kok panjang yo*
dini mentari sebenarnya saya juga merasa bisa bersaing dengan Caleg2 pria lainnya, sama2 berkualitas. Tak perlu affirmative. Tapi banyak perempuan Indonesia masih memerlukannya, terutama untuk mendorong mereka memiliki perasaan 'berani' maju. ( DIni Mentari, Caleg PPP(24)-DPR RI, Kab Bandung dan Bandung Barat no 3 )