Presiden Indonesia Membaca Sumpah Presiden, Presiden Amerika Serikat Melafalkan Sumpah Presiden • penulis: rachmad yuliadi nasir, 09 Februari 2012 13:52:47 • 0 KomentarRating 0

Kita sudah mempunyai 6 orang Presiden Republik Indonesia, mereka yaitu: Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, Presiden B.J.Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur), Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Walaupun UUD 1945 sudah empat kali mengalami Amandemen tetapi bunyi sumpah Presiden tetap tidak ada perubahaan. Pasal 9 UUD 1945 disebukan bahwa seorang Presiden RI harus di sumpah dahulu sebelum menjalankan roda Pemerintahannya.

Sesuai dengan Pasal 9 UUD 1945, Presiden dan Wakil Presiden terpilih bersumpah menurut agama atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat. Jika MPR atau DPR tidak bisa mengadakan sidang, maka Presiden dan Wakil Presiden terpilih bersumpah menurut agama atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan pimpinan MPR dengan disaksikan oleh pimpinan Mahkamah Agung.

Sumpah Presiden (Wakil Presiden) :
"Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa."

Paling banyak di antara para Presiden RI adalah Presiden Soeharto yang sudah mengucapkan sumpah Presiden beberapa kali di susul Presiden Soekarno, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden B.J.Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur),dan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Tidak seperti pengucapan sumpah Presiden di Amerika Serikat, pada Pelantikan Presiden Barack Obama tahun 2009 sebagai Presiden Amerika Serikat keempat puluh empat dilakukan tanggal 20 Januari 2009 dibawah Amandemen Keduapuluh Konstitusi Amerika Serikat. Pelantikan ini menetapkan masa jabatan empat tahun terhadap Barack Obama dan Joseph Biden sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Tema pelantikan ini adalah "A New Birth of Freedom", memperingati kelahiran Abraham Lincoln ke-200. Barack Obama Selasa , 20/1/2009 membaca sumpah sepanjang 35 kata untuk menjadi presiden ke-44 Amerika Serikat dan sempat mengucapkan kata-kata bersejarah itu dengan urutan yang salah.

Obama diambil sumpah oleh Hakim Ketua Mahkamah Agung John Roberts dengan meletakkan tangan kirinya di atas Injil Abraham Lincoln dan mengangkat tangan kanannya untuk mengucapkan kata-kata tersebut yang membuatnya secara resmi sebagai pengganti mantan Presiden George W. Bush.Tapi segalanya tak berjalan tepat sesuai rencana untuk pengambilan sumpah panglima tinggi keturunan Afrika-Amerika pertama negeri itu. Di bawah tatapan lebih dua juta orang yang memadati kawasan National Mall di Washington dan jutaan lagi di seluruh dunia, Obama berkata,"Saya Barack Hussein Obama, bersumpah dengan khidmat bahwa saya akan melaksanakan tugas (execute the office) sebagai presiden Amerika Serikat dengan setia (faithfully), dan dengan segala kemampuan saya akan melestarikan, melindungi dan membela konstitusi Amerika Serikat." "Maka tolonglah hamba Tuhan."

Sebagaimana ditetapkan dalam Konstitusi AS, kata "faithfully" mendahului frasa "execute the office," tapi ketua mahkamah itu, dalam pelantikan kepresidenan pertamanya, membaca bagian sumpah itu tak tepat.Obama terdiam, tampaknya ia menyadari ada yang kurang beres, dan setelah saat yang ganjil itu Roberts mengulangi lagi, tapi ia tersandung lagi.Obama akhirnya membaca lagi kata-kata seperti yang Roberts katakan sesuai aslinya.

Saat upacara pelantikan di Capitol Hill, Ketua Mahkamah Agung (MA) John Roberts tanpa sengaja menyebut satu kata yang seharusnya disebut lebih dulu menjadi disebut belakangan.Ketika itu, Roberts mengucapkan "I will execute the office of president to the United States faithfully". Seharusnya yang diucapkan adalah "I will faithfully execute the office of president of the United States".

Secara keseluruhan Obama mengucapkan sumpahnya demikian:
"I, Barack Hussein Obama, do solemnly swear that I will execute the office of president of the United States faithfully, and will to the best of my ability, preserve, protect, and defend the constitution of the United States. "So help me God."

Sumpah tersebut harusnya berbunyi: "I do solemnly swear that I will faithfully execute the office of president of the United States, and will to the best of my ability, preserve, protect, and defend the constitution of the United States. "So help me God."

Kesalahan terjadi ketika Roberts harusnya menyebutkan kalimat: "... that I will faithfully execute the office of president of the United States."Namun Roberts salah mengucapkan urutan kata-kata tersebut. Dia malah menyebutkan, ".... that I will execute the office of president of the United States faithfully."

Hal itu membuat Obama bingung. Obama sepertinya menyadari ada yang salah hingga dia mendadak berhenti pada kata "execute."Menyadari ada yang keliru, Roberts pun kemudian mengulang kalimat tersebut. Namun lagi-lagi Roberts melakukan kesalahan. Dia memang mengucapkan kata "faithfully" sesuai urutan namun kata "execute" tidak diucapkannya.Obama pun akhirnya mengulang kalimat awal versi keliru yang disebutkan Roberts: "....the office of president of the United States faithfully."

Obama menyadari kesalahan Roberts dan terdiam sambil tersenyum karena ragu-ragu. Obama sempat mendahului Roberts dengan mengatakan urutan sumpah yang benar, tetapi Roberts mengulangi lagi tetap dengan urutan yang salah. Akhirnya, Obama menirukan ucapan Roberts yang salah.Pengambilan sumpah yang kedua kalinya tidak berpengaruh terhadap jabatan presiden yang disandang Obama. Lepas tengah hari pada 20 Januari 2009, seorang presiden terpilih otomatis menjadi presiden meskipun belum diambil sumpahnya.

Roberts juga yang memimpin pengambilan sumpah untuk kedua kalinya. Pengambilan sumpah itu hanya disaksikan beberapa staf presiden dan sejumlah wartawan. Pengambilan sumpah dilakukan tanpa penumpangan tangan di Kitab Injil dan tanpa Ibu Negara Michelle Obama di sampingnya.Kepada wartawan, Obama bercanda dan mengatakan bahwa pengambilan sumpah perlu dilakukan lagi karena, "Ini sangat menyenangkan".Sebelumnya, ada dua mantan presiden AS yang harus mengulangi pengambilan sumpah, yaitu Chester Arthur (1881-1885) dan Calvin Coolidge (1923-1929). Pengambilan sumpah ulang dilakukan juga karena kesalahan pengucapan kata-kata.

 

 


Artikel ini memiliki: 0 KomentarRating 0

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »