Alangkah terkejutnya kita ketika mendengar berita, seorang pilot dari sebuah maskapai penerbangan tertangkap memakai Shabu disebuah hotel. Pilot yang tertangkap itu direncanakan pada paginya akan menerbangkan pesawat dengan rute Surabaya. -Makassar-Balikpapan-Surabaya.
Peristiwa ini bagaikan lonceng peringatan bagi kita, agar sadar dengan sebenar-benarnya sadar bahwa maut yang ditebarkan oleh pengedar Narkotik sedang berada disekeliling kita.
Belum hilang rasa duka dihati ketika melihat saudara kita dicabut paksa nyawanya oleh seorang wanita tambun yang mengemudikan mobil dibawah pengaruh obat. Akibatnya 9 korban bergelimpangan didekat Tugu Tani Jakarta. Kini muncul pula berita mengejutkan tentang pilot pemakai yang tertangkap disebuah hotel di Surabaya, sebelumnya dari maskapai yang sama juga sudah tertangkap seorang pilot pemakai Narkoba.
Pihak Kemenhub mensinyalir, masih ada pilot lainnya dari maskapai lain yang terindikasi memakai narkoba. Cuma masih bernasib baik dan belum tertangkap oleh petugas.
Pilot-pilot teler itu kini sedang menerbangkan pesawat dengan ratusan penumpang disetiap harinya, dan itu berarti sekian ratus bahkan ribuan penumpang pesawat sedang dipertaruhkan nyawanya diujung jari seorang pilot teler, alangkah malangnya nasib bangsa ini, terbang melayang bersama pemakai.
Menyikapi kejadian ini, pihak Direktorat Perhubungan Udara hendaknya segera bertindak agar setiap maskapai penerbangan membersihkan para pilot dan seluruh crewnya dari perbuatan terkutuk itu. Segera diambil langkah dengan melakukan pemeriksaan urine terhadap setiap pilot yang akan menerbangkan pesawat.
Harus dipastikan bahwa para pilot-pilot itu bersih dari pengaruh obat bius yang menebar maut itu. Tidak boleh lengah lagi, karena kecanduan obat bius ini bukan hanya membahayakan diri pemakainya sendiri, tetapi juga membahayakan oang lain yang tidak berdosa.
Memang tidak semua Pilot yang berprilaku buruk seperti rekannya yang tertangkap itu, tapi pilot yang bersih dari narkoba juga harus dijaga agar tidak terkontaminasi oleh sikap buruk rekannya yang sudah terlanjur kecanduan.
Jadi tidak ada salahnya jika kemenhub melarang semua pilot untuk menerbangkan pesawat sebelum benar-benar terbukti bersih dari pengaruh obat - obatan, itu lebih baik dari pada pilot tersebut dibiarkan menerbangkan pesawat keadaan mabuk dibawah pengaruh obat bius. Membiarkan mereka tetap menjadi pilot samalah artinya kita melakukan pembiaran terhadap tindakan pembunuhan massal.
Semoga kejadian ini, benar-benar bisa menyadarkan semua pihak, bahwa sudah tidak ada waktu lagi untuk berlengah-lengah terhadap bahaya yang mengintai yang ditebar melalui para pecandu obat bius, SEMOGA.
(Lihat foto: Terbang Bersama Pemakai)
Artikel ini memiliki: 4 Komentar • Penting +1