Pemain BESAR • penulis: Asmarirahman, 03 Februari 2012 23:36:39 • 0 KomentarMenarik +1

 

Angelina Sondakh sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap Wisma Atelit, diumumkan langsung oleh Ketua KPK Abraham Samad. Keputusan KPK itu ditanggapi oleh berbagai pihak, komentarpun berhamburan keluar, ada yang  menilai sebagai langkah maju dan tak sedikit pula yang mencibir dan menilai penetapan Angie itu belum apa-apa karena Angie hanyalah bagian terkecil dari permainan besar dalam kasus Wisma Atelit itu, sementara pemain besarya yang disebut sebagai ketua besar dan bos besar belum disentuh oleh KPK.

Belum disentuhnya pemain besar ini mungkin karena KPK ingin menjadikan Angie sebagai pintu masuk ketersangka lainnya, diharapkan dari pemeriksaan Angie sebagai tersangka bisa menguatkan keterangan saksi dan terdakwa lainnya dalam kasus yang sama, sehingga semua nama ( termasuk Bos Besar dan Ketua Besar) yang pernah terungkap dalam persidangan kasus tersebut satu persatu akan diciduk oleh KPK untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Bisa pula terjadi bahwa KPK akan berhenti sampai disitu saja, setelah Angie tidak akan ada lagi tersangka lainnya. Pemain BESAR yang sering disebutkan sebagai Ketua dan Bos Besar dalam persidangan dipengadilan tipikor itu bukannya menjadi sesuatu yang belum disentuh, tetapi menjadi tidak tersentuh sama sekali.

Tidak tersentuhnya Pemain Besar ini bisa saja terjadi karena adanya tangan kuat yang menghalangi langkah KPK. Kelompok ini berkepentingan melindunginya dari jangkauan hukum, karena pemain besar ini punya andil yang besar dalam mengantarkannya menuju kekuasaan yang lebih besar.

Belum atau Tidak tersentuhnya pemain besar adalah dua kemungkinan yang sama besarnya, kalau sudah begini maka harapan dan kepercayaan rakyat yang sedemikian besar terhadap KPK akan melorot dengan sendirinya, kecuali jika KPK memiliki nyali yang besar untuk menggulung tikus-tikus besar yang menggerogoti keuangan negara ini.

Semoga

 

(Lihat foto: Pemain BESAR)


Artikel ini memiliki: 0 KomentarMenarik +1

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »