Saya teringat awal tahun 2000-an isu yang dibawa demo HMI adalah isu potong generasi korupsi. Isu potong generasi (lustrasi) korupsi merupakan wacana dari Mahfud MD di era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Saya merasa ide Mahfud MD untuk memotong mata rantai korupsi dengan amputasi generasi tua yang duduk di birokrasi dengan generasi muda, dapat dipraktikan, cocok untuk pemberantasan korupsi di negeri ini. Tapi sejak para tersangka dan nama-nama yang disebut oleh tersangka dalam kasus wisma atlet adalah generasi muda, maka ide lustrasi nampak tidak cocok dipraktikan. Apalagi jika nanti mantan ketua HMI, dinyatakan sebagai tersangka, maka runtuhlah ide lustrasi yang diwacanakan oleh Mahfud MD.
Muka generasi muda akan makin hancur di mata generasi tua jika Anas Urbaningrum sebagai salah satu sosok wakil generasi muda, dulu aktivis, politisi muda yang sukses, calon presiden 2014 (versi grup Facebook), ikut duduk di kursi pesakitan di sidang pengadilan. Para generasi tua pasti menganggap bodoh generasi muda yang usul potong generasi tapi ternyata ikut pula korupsi dan gampang tertangkap. Kini telah terjadi regenerasi korupsi ditandai dengan para generasi muda makin banyak terlibat korupsi, apabila akan dipotong generasi di lingkungan birokrasi, dipotong mulai umur berapa?
Saya yakin hari ini hati Anas yang warga P pula, gundah gulana, galau karena rumahnya di Duren Sawit didatangi pendemo yang berteriak, "Rumah ini hasil korupsi", dituntut mundur dari ketua PD, dan namanya disebut terlibat kasus korupsi wisma atlet. Biasanya saat hati sedang galau, gundah gulana manusia berusaha dekat dengan Tuhan atau mencari dukungan doa kepada orang-orang yang dekat dengan Tuhan agar selamat di dunia dan akhirat. Usaha mencari dukungan, minta selamat pada umumnya dilakukan dengan mengunjungi para kyai, pondok pesantren, rumah anak yatim piatu agar mereka ikut mendoakan, bahkan menggelar doa bersama (istighosah). Seluruh warga P pada malam Jum'at mari kita berdoa untuk seluruh warga, "Ya Tuhan tunjukkanlah yang benar itu benar dan yang salah itu salah, serta berikan kepada kami kekuatan untuk melaksanakannya".
Politisi muda, kaya raya secara instan, populer dengan cepat, jabatan tinggi menjadi impian, tapi bila kemudian jatuh seperti para pemimpin terkenal di dunia, Marcos kaya luar biasa tapi mati di pengasingan, Saddam Husein yang mengakhiri hidupnya dengan cara digantung setelah menjadi buron, Khadafi yang tewas dengan kepala berdarah-darah, dan berderet nama pemimpin yang dihujat rakyatnya hingga liar kubur. Lalu apa sih yang dicari dalam hidup ini jika melakukan segala cara yang berakhir dengan hujatan banyak orang.
Artikel ini memiliki: 18 Komentar • Menarik +4