Perempuan tua itu baru saja menyelesaikan shalatnya. Ia menengok anaknya bernama Zidan (Ruben Onsu) datang beringsut ke pangkuannya sambil menangis dan berkata. "Zidan itu dari kecil kayak anak perempuan. Zidan tidak mau seperti ini. Tetapi mengapa Zidan pulang ke rumah diterima ayah seperti berhadapan dengan tembok." Aminah Sang Ibu (Nani Wijaya) hanya memeluk anaknya itu dengan sabar pertanda dia menerima keadaan anaknya itu dengan ikhlas. Namun kalimat berikut yang keluar anaknya yang menjadi pemilik sebuah salon itu membuatnya terhenyak.
Tak lama kemudian Zarika (Paramitha Rusady) anak yang lain datang tergopoh-gopoh menghadap Umi Aminah. Wajahnya pucat ketika ibunya itu berang bukan kepalang mendengar anaknya itu disbeut dalam berita di BlackBerry Messenger, Twitter dan Facebook sebagai perebut suami orang. "Buat apa kamu punya pendidikan tinggi tetapi iman kamu miskin. Lekas pergi ke rumah perempuan itu dan minta maaf. Umi tidak ridho dunia dan akherat!" Suaranya menggelegar. Zarika pun bersujud di kaki ibunya dan meratap. "Ummi cabut kata-kata itu!" Pendidikan gemilang dan karir yang cemerlang bagi perempuan yang sejak kecil mengalami pendidikan agama yang kuat gemetar mendengar kata-kata tidak ridho dari seorang ibu.
Dua adegan berturut-turut dari film Ummi Aminah ini membuat kita bak naik roller coaster menelusuri emosi seorang ustadzah yang digambarkah terkenal karena ceramahnya menyejukan hati bisa begitu sabar dan menjadi begitu tinggi tensi kemarahannya karena begitu kuatnya dia berpegang jalan agama.
Ummi Aminah diceritakan dalam film yang disutradarai oleh Aditya Gumay ini sebagai ustadzah yang memiliki ribuan jamaah setia. Ke mana pun ia ceramah, masjid selalu penuh. Dia digambarkan tak pernah meminta bayaran. Pendeknya dia adalah penceramah agama idola.
Ummi dikaruniai dua anak dari pernikahan pertama, Umar (Gatot Brajamusti) beristrikan Risma (Yessy Gusman). Aisyah (Cahya Kamila), anak kedua Ummi, seorang ibu rumah tangga yang bersuamikan Hasan (Budi Chaerul). Dari suami keduanya Abah (Rasyid Karim), Ummi memiliki lima anak: Zarika (Paramitha Rusadi), Zainal (Ali Zainal), Zubaidah (Genta Windi), Zidan (Ruben Onsu) dan Ziah (Zee Zee Shahab).
Zarika ini memiliki hubungan khusus dengan bawahannya - Ivan (Temmy Rahadi) yang sudah beristeri, Dewi (Elma Theana). Di jejaring sosial, Zarika menjadi bulan-bulanan, dituduh sebagai perempuan perebut suami orang. Di sisi lain Zarika memang terkesan pada Ivan yang dinilainya care sebagai seorang laki-laki. Film ini sedang memberikan penekanan tentang problem poligami bagaimana agama menyikapinya. Tidak begitu saja memberikan alasan poligami dibolehkan bagi laki-laki sekalipun istri digambarkan sakit.
Lewat Aditya Gumay, pria kelahiran Jambi, 4 Oktober 1966 itu berhasil menggambarkan bagaimana nilai-nilai agama tidak hanya ada pada tataran teoritik yang baku tetapi nilai agama ada pada tataran praktek, yaitu ikut memecahkan masalah kemasyarakatan dan bukannya justru menambah runyam permasalahan sosial.
Kemudian lewat tokoh Zidan, tampaknya terinspirasi dari Zidane, pemain sepakbola Prancis 1990-an yang kebetulan beragama Islam, yang lahir memilik sifat seperti keperempuanan, feminin dan pemilik salon. Dalam film ini Zidan tidak dihakimi (dalam beberapa film, sinetron dan televisi, tokoh seperti ini sering jadi olok-olok). Sikap Aditya Gumay dalam film sangat menggambarkan keberpihakan pada kelompok Lesbian,Gay,Biseksual dan Transgender (LGBT) dalam dialog-dialognya. Pada sisi lain, film ini justru menegaskan penolakan praktek poligami walau alasan sang istri sakit tidak bisa memberikan "layanan" ataupun keturunan kepada sang suami.
Semakin luar biasa film ini ditutup dengan adegan kemanusiaan yang pastinya membuat penonton emosi, antara Zidan dengan sang Abah. Kita akan kembali mengacungkan jempol buat Aditya Gumay untuk adegan terakhir ini, semakin memperjelas keberpihakan pada kelompok LGBT dalam film ini.
*Sumber artikel : Irvan Sjafari di website kompasiana.com. Dilakukan pengeditan dan penambahan beberapa kalimat oleh Hartoyo sesuai kebutuhan Ourvoice.
(Lihat foto: Islam Humanis Melalui Film Ummi Aminah*)
Artikel ini memiliki: 4 Komentar • Cari Masalah -0