Menanggapi komentar bang @leksa di sini, saya kutipkan:
"Di bbrp saat lalu, saya sempat sampaikan ke Wawa, untuk business, sepertinya tidak begitu tepat dalam rencana ini. Karena term nya yg lebih pada profit oriented, atau bentuk investasi pada skema business."
Tapi, kenapa tidak?
Kenapa bisnis tidak boleh diikutsertakan ke dalam 'GAGAS!'?
Saya kurang pasti apa definisi sosial di sini. Apakah berarti yang tanpa profit? Masalahnya, dalam beberapa hal, profit atau tidak profit jadi gak jelas juga.
Misalkan saja, kasus buku Mas @AjiPrast yang ditolak untuk diedarkan oleh sebuah penerbit (koreksi jika saya salah). Mungkin saja suatu saat GAGAS! akan membantu pendanaan Mas @AjiPrast untuk mencetak dan mendistribusikan buku tersebut.
Apakah dalam hal ini, jika akan mengumpulkan dana lewat GAGAS! berarti Mas AjiPrast tidak boleh mengambil 'untung' -katakan saja dalam bentuk royalti atau komisi? Padahal,s ecara substansi, buku Mas AjiPrast tentulah sangat berharga sebagai bagian dari 'social movement.'
Pada kasus lain, banyak inovasi-inovasi dan starter bisnis yang kepentok dalam hal pendanaan, karena tidak bankable. GAGAS! sebenarnya bisa menjadi salah satu solusi dari masalah ini.
Mekar.net mungkin sudah ada, tapi saya pikir investor2 di Mekar.net lebih bersifat personal, dan bukan crowdfund macam GAGAS!.
Menurut saya, daripada nanti ada yang nyari untung dengan mengatasnamakan kegiatan sosial, mendingan dikasih tempat saja yang jelas.
Bagaimana? Monggo dibahas.
Artikel ini memiliki: 35 Komentar • Penting +3