Ketika Twitter Jadi alat Politik, Ada Apanya? • penulis: Blogpreneur, 05 Januari 2012 12:10:48 • 2 KomentarLucu +1

Saat twitter jadi alat kampanye suatu brand di social media tentu sudah biasa. Beberapa pemilik akun twitter menjadi buzzer juga bukan hal aneh lagi saat ini - termasuk saya hehe @Arhamharyadi -. Nah dari sisi brand salah satu faktor pentingnya tentu perkara angka follower.

Meskipun banyak yang bilang angka follower bukan yang terpenting tapi harusnya engagement. Tapi ya tetap saja faktor "angka" tetap yang paling seksi, apalagi hanya angka yang bisa diukur. Makanya banyak pemilik akun twitter berlomba lomba meraih banyak follower.

Ada beberapa cara misalnya sering melontarkan pantun, humor, atau terkadang beli follower. Merangkul follower lewat cara cara diatas mungkin sudah template, tapi apa yang dilakukan DennyJA rasanya cukup ekstrem, khususnya dikalangan yang susah duit. Apa perkara?

Menurut kabar Denny JA ( dedengkot LSI ) baru aja meng-akuisisi akun twitter sekitar 500 JT untuk @soalCinta dan ngak lama berganti nama jadi @DennyJA_cinta.

Ibarat bisnis Kalau akuisisi tentu akan lebih cepat mendapat atensi dibanding menyusun dari awal. Namun yang saya bingung akun @SoalCinta diisii para ABG yang notabene nya ngak peduli banyak sama politik, Lalu ...

Lalu.. Apa yah kira kira strategi politik yang mau diterapkan?

Apa motivasinya DennyJA?

Atau untuk (klien) siapa dan kenapa isu politik dikemas dalam wujud "cinta" ?

(Lihat foto: Ketika Twitter Jadi alat Politik, Ada Apanya?)


Artikel ini memiliki: 2 KomentarLucu +1

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »