Awal kejadian kasus Mesuji sebenarnya telah berlangsung lama, namun baru sekarang kasus tersebut menjadi perhatian berbagai pihak. Entah apa maksud dan tujuannya, tetapi yang jelas korban telah berjatuhan.
Seperti menjadi kebiasaan, Pak Beye selalu menyikapi satu kasus dengan membentuk satgas atau TPF atau tim ini tim itu, meskipun sesungguhnya sudah ada institusi yang seharusnya bertanggungjawab. Apakah ini bentuk ketidakpercayaan Pak Beye dengan institusi yang ada, atau dalam rangka mendapatkan second opinion.
Bila pemerintah mau efektif dan efisien dalam anggaran, tentu tak perlu dibuat tim-tim dadakan. Kasus Mesuji yang diduga terjadi pelanggaran HAM cukup diserahkan saja ke Komnas HAM, sementara pemerintah tinggal melaksanakan rekomendasinya atau Presiden sendiri mem-backup hasil rekomendasi Komnas HAM agar tidak dianggap angin lalu oleh institusi yang terlibat.
Kecuali pembentukan tim-tim tersebut memang disengaja untukmengaburkan fakta yang terjadi dilapangan. Selama ini banyak tim-tim investigasi tidak mampu bersinergi positif dengan saling melengkapi tetapi malah sebaliknya saling mengeliminasi. Bila demikian yang dimaksudkan, maka sampai kapanpun kasus Mesuji tak akan pernah terselesaikan. Terombang ambing terbawa kemana angin berhembus.
Artikel ini memiliki: 12 Komentar • Menarik +4