Hampir dua tahun, Nunun Nurbaeti ngumpet dari kejaran Komisi Pemberantasan Korupsi. Beberapa negara, seperti Singapura, Thailand, serta Kamboja.
Selama pelarian itu, ternyata Nunun tidak sendiri. Ada sejumlah pria yang mendampingi dia. Seorang di antaranya adalah eks marinir Amerika. Siapakah dia?
JAKARTA -- Selama pelarian, hampir dua tahun, Nunun Nurbaetie rupanya dikawal lima pria kulit putih dan seorang warga negara Thailand. Seorang di antaranya dikenali sebagai Philip B. Christensen, veteran marinir Amerika Serikat.
"Mereka bergantian mengawal Nunun," kata seorang sumber Tempo, seperti dilaporkan dalam laporan utama majalah itu yang terbit pekan ini.
Nunun, tersangka perkara suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, ditangkap di Bangkok, Rabu, 7 Desember 2011. Rumah persembunyian itu juga disewa atas nama Philip.
Dalam laporan utama bertajuk "Mafia di Balik Nunun", Tempo menulis, Philip terdeteksi dari data manifes sejumlah penerbangan yang dipantau aparat internasional. Sejak Mei lalu, Nunun dimasukkan dalam daftar buron Interpol. Pria plontos, kulit putih, dan berbadan kekar ini selalu duduk tepat di samping kursi Nunun.
Pada suatu ketika, Philip memperoleh kursi terpisah dari istri mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Adang Daradjatun itu. Ia pun segera meminta awak pesawat memindahkan kursinya agar bisa duduk berdampingan dengan "klien"-nya.
Ditanyai soal ini, Adang menolak memberi penjelasan. "Anda kejar sampai kapan pun, saya tidak akan menjawab," ujarnya. Sumber Tempo menyebut sang pengawal pernah bertemu dengan Adang Daradjatun di sebuah restoran di Jakarta.
Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi, mengatakan pengusutan siapa "orang besar" yang melindungi Nunun Nurbaetie selama ini bergantung pada kebijakan pemimpin KPK baru. "Apakah KPK akan menelusuri beking Nunun, itu tergantung pimpinan baru nantinya,"kata Johan lagi.
Adapun peneliti Indonesia Corruption Watch, Donal Fariz, menantang KPK mengusut kasus ini hingga tuntas, termasuk membongkar beking Nunun."Marinir yang melindungi Nunun itu tentunya dibayar kelompok tertentu yang punya kepentingan dalam kasus suap Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia," ujarnya."Ini harus dikejar KPK."
BUDI SETYARSO | FEBRIYAN | SETRI YASRA | ISMA S | RUSMAN
Nunun memang kelas kakap. Pengawalnya pun bukan orang biasa. Dan tidak secara langsung, Adang pun membenarkan keberadaan si pengawal itu. Toh kalau lelaki itu bukan pengawal Nunun, Adang bisa saja menyanggahnya. Bukan menolak menjawab.
Artikel ini memiliki: 16 Komentar • Bagus +0