Telepon dirumah saya berdering...... dan ketika kuangkat....
" Mbang... besuk pagi bawa anak istrimu ketempat saya..... pokoknya belanja gratis..... "
"Oke...oke " jawabku.... dan ketika hal ini kuberitahukan kepada anak dan istriku .... kontan anak-anakku yang masih kecil kecil itu melompat lompat dan berteriak teriak dengan gembira.
" Aku akan memilih roti Khongguan saja.... isinya komplit ", kata anakku yang sulung......
" Ndak ... kalau aku akan memilih wafer coklat saja rasanya gurih dan manis... " kata adiknya. sedangkan istriku hanya terdiam saja. Ia selalu was was dengan pengalaman masa lalunya
Saya sekeluarga berangkat dengan kendaraan umum... karena pulangnya nanti tentu diantar oleh sopirnya dengan sedan mewahnya.
Darmawan ... demikian nama sahabat saya yang menelepon tadi. Sejak SMP sampai dengan mahasiswa kami tak pernah berpisah. Kami berpisah setelah lulus kuliah .... Saya bekerja di Kotamadya Yogyakarta.kemudian melimpah pindah sebagai guru SLTA.. sedang sahabatku tadi bekerja di Kanwil Depdikbud salah satu Propinsi .
Ia sekarang sedang menduduki posisi yang amat strategis. Walaupun usianya masih cukup muda sahabatku tadi seolah olah menjadi orang yang dituakan. Setiap hari Raya Idul Fitri.... berbondong-bondong guru-guru.. kepala sekolah - kepala sekolah dan pegawai-2 datang sungkem padanya. Saya sering heran dan sulit untuk menerima kenyataan.... bahwa pada setiap Hari Raya Idul Fitri, dirumah sahabatku yang besar luas dan megah itu selalu digelar tikar-2 permadani yang indah dan sahabatku duduk bersila, menerima sungkem dari para guru-guru, para kepala sekolah dan para pegawai. Mereka sungkem sambil mohon maaf lahir dan batin serta mendoakan agar sahabatku senantiasa diberi panjang umur.
Dan yang tidak saya mengerti... mereka yang sungkem itu rata rata umurnya lebih tua dan bahkan ada yang pantas menjadi ayahnya. Mereka itu tidak hanya sekedar sungkem... tapi juga membawa bingkisan hari raya /parcel serta amplop-amplop . Dan parcel parcel itulah yang dibagikan kepada saya sekeluarga dan tinggal memilih apa yang kami inginkan. . Hal hal semacam itu terulang tidak hanya pada hari raya idul fitri saja.... tetapi pada setiap penerimaan calon pegawai negeri... rumah sahabat saya itu tak pernah sepi. Orang orang yang mendaftarkan CPNS banyak yang datang .... dan selain membawa bingkisan juga membawa amplop amplop yang cukup tebal.
Sahabat saya dan istri adalah orang orang yang ramah... supel... dan mudah bergaul. Ia bisa bergaul dengan berbagai macam kalangan. Istrinya membuka usaha jasa merias mempelai yang cukup ternama... karena itu keadaaan ekonomi mereka termasuk kelas menengah atas. Mempunyai empat rumah yang besar dan megah pada tempat yang berbeda, punya dua mobil sedan bagus , dan dua buah mobil pickup untuk kegiatan rias pengantin istrinya.
Walaupun sahabatku suami istri ini adalah orang islam yang taat bahkan termasuk fanatik, tapi mereka tetap mengunjungi dukun-dukun dan Paranormal-2 meminta pertolongan agar supaya posisinya tetap dapat dipertahankan. Hampir seluruh dukun dan para normal ternama dan tempat tempat yang dianggap keramat di pulau jawa ini pernah dikunjungi oleh sahabatku suami istri. dengan maksud meminta pertolongan untuk menambah rejeki .
Mereka berdua telah menunaikan ibadah haji...... mempunyai empat anak satu laki laki dan tiga perempuan, yang tertua putri telah lulus S1 Pertanian, anak nomor dua laki-laki masih kuliah di Fakultas Sospol, anak nomor tiga masih kelas dua SMA, sedang anak bungsu perempuan masih kelas 3 SMP.
Kehidupan mereka mengalir saja dan se olah olah akan terus Happy Ending. Lebih lebih mereka segera akan punya hajad menikahkan putri pertama mereka dengan putra seorang berpangkat yang telah mapan bekerja... dan tentu saja sesama muslim...... perundingan telah selesai .. tinggal menetapkan kapan diadakan peminangan dan seterusnya. .....ketika....... ada peristiwa beruntun yang mengubah jalan kehidupan mereka dari kehidupan yang penuh keceriaan menjadi kehidupan yang penuh kepahitan.
Anak ketiga perempuan yang baru duduk dikelas dua SMA ternyata hamil dengan teman sekelasnya, sehingga harus keluar sekolah dan menikah tanpa mengundang siapapun termasuk saya. Suaminya ikut tinggal dirumah sahabatku,meneruskan sekolah atas biaya sahabatku itu sampai diperguruan tinggi.
Tapi rupanya sahabatku ini mempunyai menantu yang tak bertanggung jawab... setelah diperguruan tinggi ia mempunyai pacar baru... dan seluruh biaya yang diberikan oleh mertuanya cuma habis untuk berfoya foya dengan pacarnya itu.... bahkan dia sering berpacaran dengan membawa sedan mertuanya. tentu saja pacarnya yang baru itu tidak tahu bahwa dia telah berkeluarga dan tahunya pacar laki lakinya itu jejaka dan kaya raya karena sering menjemput dengan mobil yang cukup mewah.
Namun bau busuk lama lama tercium juga... dan setelah terjadi pertengkaran yang cukup lama.... akhirnya anak sahabatku itu gugat cerai dan dikabulkan oleh Kantor Pengadilan Agama. T
api ternyata persoalan belum selesai..... puteri ketiganya itu setelah bercerai ternyata jatuh cinta dengan sahabatnya ketika di SD,padahal sahabatnya itu telah berkeluarga dan mempunyai dua anak.
Namun rupanya puteri ketiga sahabatku itu telah tergila gila pada sahabat nya ketika SD. Ia seringkali memberi uang cukup banyak kepada pacar barunya itu dan ketika ayahnya sudah tidak mau memberi ,......ia berhutang kesana kemari.... sampai salah satu rumah mewah yang diwariskan kepadanya dijual demi menyenangkan pacar barunya itu.... bukan main.... tapi hal ini tidak berhenti... karena sahabat saya didatangi oleh petugas Bank yang akan melelang rumahnya yang lain yang dipakai sebagai tanggungan kredit macet puteri ketiganya itu. Nah ... dua buah rumah mewah telah hilang.
Kini kuceritakan puteri pertama mereka yang tiga bulan lagi rencananya akan dinikahkan dengan jejaka bergama islam yang cukup mapan kehidupan ekonominya.
Puteri pertama sahabatku mendapat undangan dari teman SMP-nya yang akan menikah dan minta supaya puteri pertama sahabatku itu menjadi pengiring temanten, bersama sama teman teman dikala SMP yang lain.
Pada malam setelah selesainya pesta temanten.... ternyata selama satu hari satu malam puteri pertama sahabatku itu tidak pulang. Bukan main bingung dan cemasnya sahabatku itu .
Pada hari yang ketiga puteri pertama nya datang bersama sama dengan seorang cowok yang ternyata sahabat SMP yang ikut sebagai pengiring temanten. Kepada ayahnya , puterinya itu minta ijin untuk menikah dengan teman cowoknya itu. Bukan main terpukulnya hati sahabatku itu.... betapa tidak.... tiga bulan kemudian dia sudah ada kesepakatan untuk menikahkan dengan jejaka anak sahabatnya .... dan cowok teman puteri pertama itu beragama Katolik .... baru kuliah semester empat... walaupun umurnya telah agak banyak.
Sebagai seorang islam yang fanatik sahabat saya tidak menyetujui puterinya menikah dengan pria lain agama. Namun puteri pertamanya tidak mau tahu.... karena orang tuanya tidak menyetujui maka ia hidup kumpul kebo dengan pria pujaannya itu.
Tentu saja sahabatku itu amat stress.... syok berat.... tiba-tiba saja mulutnya itu mencong / miring kekanan... logat bicaranya menjadi pelo tidak jelas dan pingsan.... ketika dibawa kerumah sakit ternyata kadar gulanya tinggi sekali yaitu mencapai 900. Beruntunglah dia tidak terlambat untuk memperoleh pertolongan.... sehingga walaupun agak lama sahabatku itu dinyatakan sembuh juga.
Kini kuceritakan laki laki putera kedua sahabatku itu.... entah apa alasannya saya tidak tahu pacarnya secara tiba-tiba menyatakan putus cinta.... walaupun putera sahabatku itu amat mencintainya ... bahkan dapat dikatakan tergila gila pada cewek pacarnya itu.
Setelah kejadian itu putera kedua sahabatku itu tiap hari hanya marah marah dan uring uringan..... lama kelamaan sering marah marah dan omong omong sendiri... tertawa sendiri.... dan sering menangis..... semakin lama semakin parah .... dan dokter mengatakan ia dinyatakan sakit jiwa berat. Penyakit putera yang kedua itu telah menguras harta bendanya sehingga rumah mewah yang ketigapun terpaksa dijual untuk membiayai obat obat dari rumah sakit.
Kini sahabatku telah pensiun... tetapi penyakit putera keduanya belum sembuh juga... sehingga rumah mewah satu satunya dijual lagi..... sebagian untuk biaya pengobatan dan sebagian dipakai untuk membeli sebuah rumah kecil dan sederhana untuk tempat tinggal. Satu satunya hiburan bagi sahabatku itu adalah puteri keempatnya hidup normal telah lulus S1... menikah dan telah memberi dua cucu.
Saya betul betul terbengong bengong, ketika sahabatku itu mengunjungi rumah saya hanya naik sepeda motor,
curhat sambil meneteskan air matanya.... ia kelihatan jauh lebih tua dan kelihatan amat lelah.
Sejak saya pindah sebagai guru... kami seolah olah memang putus komunikasi.... saya sibuk dengan urusan mengajar dan bertahan hidup
Kepada sahabatku itu saya menghibur dengan menceriterakan pengalaman hidup saya bahwa sebagian besar harta benda yang diperoleh sahabatku itu adalah uang haram dan merupakan racun yang mematikan bagi jiwa dan raga.... betapa tidak.... sahabatku itu sering menerima amplop-2 /gratifikasi untuk urusan kenaikan pangkat dan lain lain.... sering membuat laporan keuangan fiktip, kwitansi fiktip yang jumlahnya cukup besar.
Dalam penerimaan CPNS.... bagi CPNS yang lulus tes tapi tidak memberi amplop yang tebal .......digugurkan, sebaliknya yang tidak lulus tes tapi memberi amplop tebal ......diluluskan..... dan sahabatku itu telah menyekutukan Tuhan dengan selalu minta pertolongan kepada dukun-dukun dan paranormal-paranormal. serta makhluk halus penunggu tempat tempat yang dianggap keramat.
Sebagai orang Islam dengan konsep hidup sekali.... dan surga atau neraka selamanya maka saya katakan bahwa segala macam penderitaan yang diderita sahabatku itu adalah peringatan... sekaligus kasih Tuhan.... karena sahabatku itu masih diberi kesempatan untuk menebus dosa-dosanya.
Kini hidup sahabatku hanya diisi dengan doa .... pasrah dan mohon ampun atas segala kesalahannya.
Walaupun sahabatku ini sekarang telah tua.... sering sakit-sakitan... tetapi jiwanya jauh lebih tentram dari pada sebelumnya.
Setelah sahatku itu pulang, saya sering merenung seorang diri dikala sepi, apakah elite elite politik, terutama anggota Banggar DPR yang sering main main dengan anggaran itu kelak juga akan mengalami nasib seperti sahabatku itu. ?
Saya tidak tahu dan mungkin juga tidak perlu tahu.
(Lihat foto: Sahabatku Sayang, Sahabatku Malang)
Artikel ini memiliki: 13 Komentar • Menarik +4