Bahan Pemikiran untuk Memperingati Sumpah Pemuda • penulis: Anak Korban Drone Obama, 27 Oktober 2011 12:08:41 • 3 KomentarPenting +3

Momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 2011 besok lumayan bisa dimanfaatkan untuk berpikir ulang tentang berbagai hal yang menjadi kisruh global dan berimpad pada Indonesia belakangan ini.

1. Demokrasi

Kalangan intelektual Indonesia harus berpikir ulang tentang nilai-nilai demokrasi seperti yang dikhotbahkan Barat. Pertama, dari segi manfaat, demokrasi seperti dipraktekkan Indonesia pasca reformasi tidak menghasilkan penguatan apa pun dari sisi pokok-pokok proses bernegara mau pun dalam manfaat akhir yang dirasakan rakyat. Kedua, kampanye demokrasi seperti dicontohkan Barat untuk negeri-negeri kecil seperti Irak, Afghanistan, dan Libya justru menunjukkan demokrasi yang amat sangat biadab dan barbarik. Kesejahteraan luarbiasa yang dihasilkan oleh model kepemimpinan Gadaffi di Libya sepertinya jauh lebih baik dibandingkan propaganda demokrasi penuh kelicikan dan kebohongan yang dicontohkan negara-negara Barat, yang malah melahirkan penderitaan dan penindasan bagi jutaan orang.

2.  Kapitalisme

Ini juga isme yang terbukti gagal dalam membawa kemajuan bagi umat manusia secara keseluruhan.  Kapitalisme sedang dalam proses kebangkrutan di negeri-negeri yang menjadi penganjurnya. Adalah sebuah kebodohan bila Indonesia mengikuti jejak mereka. Fenomana kebangkitan mayoritas rakyat AS dengan gerakan "Occupy Wall Street" mewakili pemberontakan seperti ini.

Usul:

1. Lupakan demokrasi. Kembalikan orientasi nilai kita sebagai bangsa kepada hal-hal yang lebih fundamental seperti kemanusiaan dan keadilan. Demokrasi itu taik kucing bila ternyata kemanusiaan dan keadilan diabaikan untuk sebuah proses mekanistik pemusatan kekuasaan.

2. Lupakan kapitalisme. Kembalikan orientasi nilai kita pada sosialisme, bahwa kepentingan orang banyak lebih penting daripada kepentingan individu; bahwa nilai kesuksesan jangan diukur oleh uang dan kekuasaan, tapi diukur oleh kasih sayang, kebaikan, dan manfaat bagi sebanyak mungkin orang.

3. Sadar bahwa PENJAJAHAN dalam bentuk lain yang lebih halus sedang membelit kita semua. Adalah sebuah keharusan bagi semua kalangan untuk berfokus pada upaya pembebasan diri dari penjajahan, di tingkat individu, lembaga lokal, mau pun nasional.


Artikel ini memiliki: 3 KomentarPenting +3

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »