Another Fairy Tale • penulis: sarapan politikana, 10 Oktober 2011 09:17:38 • 16 KomentarMenarik +2

 

Partai politik saat ini serasa dibombardir oleh pelbagai kasus korupsi. Mereka yang mengklaim dirinya bersih pun ikut terseret ke lingkaran penyidikan. Disebut-sebut bila anggota dewan di Senayan berhubungan dengan para calo anggaran. Tujuannya ya untuk menggolkan proyek dan me-mark up anggaran.

Melihat para pejabat dan anggota dewan terhimpit beragam kasus korupsi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan jika pesta pora anggaran harus sudah berakhir bersamaan dengan reshuffle nanti.

"Artinya, rakyat ikut mengontrol jajaran pemerintahan dari pusat hingga daerah. Semua aparatur diminta bergegas menjalani cara baru," kata Staf Khusus Kepresidenan Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa.

Sedangkan Wakil Ketua Pembina Partai Demokrat, yang juga Ketua DPR RI, Marzuki Alie merasa yakin pesta pora anggaran tersebut bisa berakhir. Marzuki sendiri tidak memungkiri adanya pesta pora anggaran yang dilakukan melalui calo-calo di gedung dewan.

Tapi dia juga mengklaim, praktek percaloan anggaran hanya dilakukan segelintir orang. Bahkan dia melimpahkan kesalahan ke pejabat daerah karena datang ke Jakarta untuk membahas proyek di daerah mereka.

"Terpenting, kementerian, bupati, gubernur tidak main-main soal uang anggaran dan ada rumah aspirasi di daerah. Bukan dengan datang ke Jakarta seperti saat ini."

Rasanya, kalimat-kalimat ini sudah sering didengar selama tujuh tahun terakhir. Tapi apa hasilnya, tidak ada. Presiden, pembantunya, dan wakil rakyat hanya mengumandangkan hal yang sama. Memberantas korupsi namun korupsi malah semakin subur.

Kalaulah ide Marzuki diterapkan untuk membangun rumah aspirasi, itu tidak menjamin tak ada pesta pora anggaran. Bisa jadi dengan alasan rumah aspirasi berada di daerah, penghuni Gedung DPR itu berbondong-bondong mengajukan anggaran baru, yang tidak tertutup kemungkinan sudah di-mark up, untuk tiket terbang ke rumah tersebut. Alibinya, untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat.

Dengan adanya rumah aspirasi, para pejabat juga punya mainan baru untuk pesta pora anggaran. Bisa jadi mereka beralasan membutuhkan sejumlah dana untuk membangun dan melengkapi rumah aspirasi. Dan tidak menutupkemungkinan juga para calo pindah tempat kerja dari gedung dewan ke rumah aspirasi.

Meski pemerintahan ini di-reshuffle ribuan kali, walau pemerintah terus berjanji hingga mulut berbusa, korupsi dan percaloan tetap akan subur selama anggota dewan serta pejabat daerah atau negara hanya berpikir tentang uang dan keuntungan. 

Seyogyanya mereka tidak perlu lagi memberi janji yang hanya terdengar seperti dongeng di kuping masyarakat saja. Seperti kata sebuah iklan...less talk, more action.

(Lihat foto: Another Fairy Tale)


Artikel ini memiliki: 16 KomentarMenarik +2

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »