Penyerapan Anggaran Dan Utang • penulis: Kurang Asin, 04 Oktober 2011 20:04:26 • 0 KomentarBagus +0

 

Kementerian Keuangan mencatat penyerapan belanja modal hingga 23 September 2011 baru mencapai Rp41 triliun atau 29,1% dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2011 sebesar Rp140,9 triliun.Padahal belanja modal inilah yang dipakai untuk menggerakan sektor riil yang mampu menyerap tenaga kerja.

Secara keseluruhan realisasi belanja pemerintah pusat baru mencapai Rp 458 triliun atau 50,5 persen dari target Rp908,2 triliun, sedangkan belanja negara mencapai Rp717,9 triliun atau 54,4% dari target Rp1.320,8 triliun.

Penyerapan rendah , merupakan kerugian bagi negara pasalnya belanja modal juga dibiayai pinjaman atau utang sehingga ada beban bunga yang harus dibayar,dipakai atau tidak dipakai tetap harus membayar bunga.
Berapakah utang negeri kita sekarang ini..?
Kementerian Keuangan merilis bahwa pada akhir bulan Agustus 2011 utang kita telah mencapai 1.744,34 triliyun rupiah.

Dalam APBN 2011 pembayaran cicilan pokok dan bunga hutang adalah 247 triliyun, sedang dalam APBN 2012 direncanakan :
Cicilan Pokok utang LN = 47,26 triliyun.
Cicilan SBN = Rp 134,56 triliyun dan cicilan bunga utang untuk tahun 2012 mencapai 123 triliyun
Rendahnya penyerapan anggaran ini selalu terjadi dari tahun ketahun dan seperti disengaja.
Nah menjelang akhir tahun anggaran diadakan perubahan APBN karena banyaknya uang yang tidak terserap.
Disinilah terjadi dagang sapi : Siapa dapat apa dan Siapa dapat berapa.
Benar benar menjemukan......

Sumber bacaan :

1. http://www.investor.co.id/macroeconomics/danareksa-penyerapan-anggaran-rendah-dapat-hambat-pertumbuhan-ekonomi/21213

2.http://margus78.multiply.com/journal/item/61

3.Sumber sumber lain yang relevan.

(Lihat foto: Penyerapan Anggaran Dan Utang)


Artikel ini memiliki: 0 KomentarBagus +0

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »