Lebih Baik Dia • penulis: Nazil, 02 Oktober 2011 21:03:38 • 12 KomentarMenarik +1

Masyarakat merindukan masa Orde Baru lagi. Padahal 15 tahun yang lalu kita menghujat habis masa itu. Kita menghakimi para pelaku pemerintahan yang kita nilai paling buruk. Paling korup. Mengapa akhirnya kita ingin kembali ke zaman yang pernah kita musuhi bersama? Ada beberapa faktor.

Misalnya, harga bahan pokok dan produk-produk lainnya. Barangkali kita masih ingat beberapa harga bahan pokok pada zaman orde baru. Kemudian jika kita bandingkan dengan harga saat ini. Terasa lebih tinggi memang. Biaya pendidikan apalagi, biaya kesehatan, biaya transportasi dan lain-lain. Hal ini barangkali yang  mempengaruhi masyarakat seperti rindu akan Orde Baru.    

Kemudian fenomena Terorisme “bom”. Mungkin sejarah kejahatan teror punya masanya sendiri-sendiri dengan cara yang berbeda. Namun khusus teror dengan cara bunuh diri menggunakan bom pada masa orde baru sangat minim. Dibanding pada zaman sekarang yang kita merasakan betapa teror bom ini hampir setiap hari kita mendengar.

Konflik antara lembaga pemerintahan. Luar biasa perseteruan antar lembaga pemerintahan saat ini. Nampak nyata. Saling menghujat. Saling menjatuhkan. Dan semua orang menyaksikan komflik yang dibangun tersebut. Tidak bisa dipungkiri memang media massa turut ambil bagian dalam memperjelas konflik tersebut. Dan kenyataan ini memang jarang sekali diperlihatkan pada saat orde baru. Bahkan jarang sekali kita lihat sesama wakil rakyat saling baku hantam di gedung DPR pada zaman Orba dulu.  

Alasan di atas tentu masing-masing orang mempunyai penilaian sendiri. Punya cara pandang sendiri-sendiri. Dan, jika saat ini masyarakat punya penilaian bahwa prilaku politisi kita jauh berbeda dengan politisi zaman Orde Baru tentu tidak bisa dipungkiri. Mereka tentu sudah muak dengan prilaku, komentar dan cara para politisi saat ini dalam menjalankan amanah rakyatnya. Amanah yang rakyat berikan saat mereka ingin menjadi pemimpin. Ah, sudahlah.*

 

 

(Lihat foto: Lebih Baik Dia)


Artikel ini memiliki: 12 KomentarMenarik +1

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »