Segepok di Kejaksaan • penulis: PakCilik, 27 September 2011 12:48:11 • 13 KomentarMenarik +2

"Kurang Pak!". Hari menjelang siang ketika suara itu bergema dari dalam sebuah ruang yang dilapisi jendela kaca hitam pekat. Dengan dua buah lobang agak besar di kaca itu, dimana tangan bisa lewat dan kepala bisa mengintip, juga lobang-lobang kecil supaya nyamuk ataupun suara bisa lewat.

Suara keras alat pengeras, dari orang yang berteriak di mikrofon.

Aku duduk di salah satu kursi, di deretan kursi-kursi tempat orang menunggu, baik dengan gelisah maupun penuh harapan.

"Sim A ya pak?" Tanya laki-laki di depan loket. "Ya", jawab suara tegas dari dalam. Penegak hukum memang suaranya harus tegas, kan?

"Yahh, dia bilang sim C kok sim A", gerutu si laki-laki. "Di cancel aja, dicancel saja", lelaki di sebelahnya menyarankan. Ia memakai pakaian hitam-hitam layaknya security. Atau memang security, atau di tempat hukum ditegakkan, orang lebih baik memakai seragam dan kebetulan punyanya hitam-hitam.

Aku berdiri karena bosan. Apalah yang lebih membosankan daripada menunggu dengan gelisah, atau dengan harapan. Tapi aku melihat segepok kertas yang dipegang si laki-laki. Yaitu berlembar-lembar surat tilang. Apakah si laki-laki telah ditilang berpuluh-puluh kali bulan ini?

Aku duduk lagi dan dari dalam kaca hitam ada suara lagi, "Seratus satu ribu!". Lho dendanya kok besar-besar ya Pak, tanyaku ke sebelah. "Mobil itu," jawabnya hafal.

Kulihat si laki-laki mengeluarkan segepok kertas lagi. Alamak, sekarang yang dikeluarkan adalah segepok uang. Uang yang banyak tapi dari bermacam-macam pecahan jadi terlihat semakin banyak.

Segepok tanda menyerah. Dari orang-orang yang menolak berdamai dengan petugas, atau petugas yang menolak perdamaian, tapi dicegat di pintu pengadilan.

Oleh lelaki yang mengumpulkan segepok kertas bukan untuk kerokan. Di suatu pagi di tahun 2011.

 

 

[Catatan: Elo pade kalau dah telat sidang ngambilnya di kejaksaan ye ... jangan di pengadilan mboros-mborosin bensin ataupun tenaga bagian informasinye. Jangan lupa minta bukti vonisnye soalnye aye kagak dikase. Gambar wikipedia]

(Lihat foto: Segepok di Kejaksaan)


Artikel ini memiliki: 13 KomentarMenarik +2

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »