Sudah diberikan lebih dari sepuluh pemuda • penulis: Zon Jonggol, 08 Agustus 2011 08:45:51 • 9 KomentarBiasa +3

Salah satu hal yang kita kenang dari mantan presiden Sukarno  adalah perkataannya yang heroik,  "Berikan aku sepuluh pemuda niscaya  akan ku goncangkan dunia".

Kalau kita bandingkan dengan presiden kita saat ini yang telah diberikan pemuda-pemudi  sebagai pembantu kepemimpinan SBY  seperti Wapres, para menteri  dan lembaga setingkat kementerian,  sekretariat negara meliputi  sekretraris presiden dan wapres, asisten presiden dan wapres,  staf ahli presiden dan wapres,  penasihat presiden dan wapres, ditambah lagi unit kerja kepresidenan, dewan penasehat presiden (wantimpres), satgas, komite atau lembaga-lembaga ad hoc untuk menyelesaikan masalah  bahkan  baru pada masa kepemimpinan beliau diperkenalkan jabatan "wakil menteri' namun semua itu jangankan "menggoncangkan " dunia , bagi sebagian rakyat berpendapat bahwa pemerintahahan telah gagal, sebagian rakyat lagi berpendapat tidak ada pemerintah pada masa kini yang ada adalah penghimbau, seperti "pulanglah Nazarudin" dan pendapat-pendapat lainnya yang pada intinya kepempinan SBY belum merefleksikan uang rakyat yang telah dikeluarkan untuk membiayai para pembantu presiden.

Pada masa pemerintahan sebelumnya padahal SBY telah didampingi oleh Wakil Presiden yang tidak seperti biasanya wakil presiden di negeri ini. Bahkan sebagian rakyat berpendapat bahwa wakil presiden sebelumnya adalah "the real presiden".  Rakyat sesungguhnya sudah mulai melihat ketidak mampuan SBY dalam kepemimpinan ketika beliau bersanding dengan  kepemimpinan JK namun tampaknya upaya pencitraan (mungkin bahasa halus dari pemutar balikan fakta)  telah berhasil menghipnotis rakyat Indonesia dalam pilpres 2009 yang lalu.

Entah apa alasan SBY "melepaskan" JK namun menurut beberapa analisa intelijen independen hal ini juga merupakan dorongan dari pihak asing atas rencana kerja  JK untuk meningkatkan kemandirian rakyat Indonesia bagi kemakmuran rakyat Indonesia dengan salah satu tindakannya meninjau kembali kontrak-kontrak kerja dengan pihak asing , mengurangi ketergantungan pengelolaan negeri dari pihak asing, pembangungan  dengan mengedepankan kemampuan bangsa sendiri dan kemandirian lainnya yang dapat mengurangi "keuntungan" pihak asing dalam pasar potensial  dari negeri  dengan sumber daya alam dan jumlah penduduk yang sangat banyak.

Akhir tulisan kali ini kami memohonkan doa kepada Allah Azza wa Jalla, semoga kelak kepempinan di negeri ini dapat dengan secara nyata (bukan "permainan" data statistik) mengatasi rakyat yang hidup dalam garis kemiskinan ditengah berlimpahnya sumber daya alam yang dianugerahkan oleh Allah Azza wa Jalla bagi rakyat Indonesia yang mayoritas adalah muslim. Semoga tidak ada lagi rakyat yang menggal dunia  karena kesulitan ekonomi, malu tidak bisa bayar biaya pendidikan, pelayanan kesehatan, pesimis dalam kesempatan kerja  dan perkara lainnya yang merupakan wujud dari kegagalan pemerintahan.

Sungguh apa yang telah dikerjakan pemimpin negeri dan para pembantunya kelak harus dipertanggung jawabkan di akhirat kelak dihadapan pemilik kekuasaan sejati, Yang Maha Kuasa, Allah Azza wa Jalla.

 

Salam

 

Zon di Jonggol, Kab Bogor 16830

http://mutiarazuhud.wordpress.com

 

(Lihat foto: Sudah diberikan lebih dari sepuluh pemuda)


Artikel ini memiliki: 9 KomentarBiasa +3

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »