Ruhut "dibohongi" Nazar • penulis: lila, 06 Juli 2011 20:15:16 • 10 KomentarMenarik +3

"Lue jual gua beli, lah.. gua ketipu  si Paki ( Nazaruddin) !"  

Pernyataan berbumbu rasis ini, yang saya bayangkan mestinya bakalan muncrat dari mulut anggota Tim Pencari Fakta Demokrat Ruhut Sitompul, setelah pada kenyataannya memang si Nazaruddin tidak berada di Singapur dan tidak mau pulang ke Jakarta.  Jika memang  Ruhut ditipu mentah mentah oleh Nazaruddin, maka  reaksi (anjing) Pavlov seorang preman akan memberikan pernyataan yang cenderung   tidak beradab dengan bumbu rasis .

Kali ini yang terjadi justru  sikap "melodramatic" oleh si rasis Ruhut Sitompul macam  peran serial sinetron yang pernah dia lakoni.   Lihat saja copas dibawah ini .

Dari sikap "melodrama" ini saya menjadi curiga apakah dia beserta tim TPF Demokrat ( Sutan Batugana, Edi Sitanggang, dan Benny Harman) ini justru  sedang menggelar dagelan babak ke 2 dari episode  Tangkap Nazaruddin !   

 

Gusar, Ruhut Merasa Dibohongi Nazaruddin
SELASA, 05 JULI 2011 | 17:28 WIB
Besar Kecil Normal
Bendahara Umum dan anggota Fraksi Partai Demokrat M. Nazaruddin, bersama Ketua Departemen Bidang Hukum Partai Demokrat Benny Kabur Harman (kanan) dan juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul (kiri). TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO Interaktif, Jakarta - Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, kecewa dengan ulah Nazaruddin. Janji kedatangannya untuk menghadiri panggilan penyidik nyatanya tidak bisa dipegang. "Saya merasa dibohongi," kata Ruhut usai menemani tim kuasa hukum Anas Urbaningrum di Mabes Polri, Selasa, 5 Juli 2011.

Pengakuan disampaikan Nazaruddin melalui telepon sepekan sebelum Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan statusnya sebagai tersangka. Nazar yang saat itu mengaku masih berada di Singapura berjanji akan pulang ke Indonesia tidak lebih dari tiga pekan. "Saya bilang tiga minggu itu terlalu lama," katanya.

Menurut Ruhut, kedatangan Nazaruddin tidak semata-mata penting bagi pengungkapan sejumlah kasus yang kini tengah ditangani KPK. Ia pun merasa Nazaruddin perlu mengklarifikasi berbagai tuduhan kepada sejumlah kader Partai Demokrat yang gencar ia sebarkan melalui Blackberry Messanger selama ini.

Maraknya pemberitaan terkait kabar itu lekas membuat Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berang. Hari ini, ia melaporkan Nazaruddin ke Mabes Polri melalui tim kuasa hukumnya. Anas menilai tuduhan itu merupakan fitnah dan telah mencemarkan nama baiknya.

Reaksi juga muncul dari Ketua Tim Pencari Fakta Partai Demokrat Benny K. Harman. Ia mendesak agar polemik ini diungkap tuntas guna mengkonfirmasi apakah pesan BBM itu benar berasal dari Nazaruddin. "Jadi, kalau bukan Nazaruddin yang mengirim, maka medialah yang harus bertanggung jawab," katanyA

 

(Lihat foto: Ruhut "dibohongi" Nazar)


Artikel ini memiliki: 10 KomentarMenarik +3

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »