[Copas] Contekan Massal SDN Gadel • penulis: Apprayo, 09 Juni 2011 16:52:28 • 7 KomentarPenting +4

Pertanda perubahan zaman? Ke zaman edan maksudnya?

Sumber: http://surabaya.detik.com/read/2011/06/09/100729/1656453/466/orangtua-al-minta-maaf-diteriaki-wali-murid-tak-punya-hati-nurani?y990101mainnews

=============================

Contekan Massal SDN Gadel Orangtua AL Minta Maaf Diteriaki Wali Murid Tak Punya Hati Nurani Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya

Surabaya - Kemarahan para wali murid SDN Gadel terhadap orangtua AL, Siami dan Widodo saat menghadiri pertemuan dengan berbagai instansi yang berwenang di balai RW, tak bisa dibendung.

Para wali murid terus berteriak agar keluarga AL diusir dari rumahnya di Gadelsari Barat. Apalagi mereka yang berprofesi sebagai buruh dan tukang jahit itu hanya sebagai pendatang, bukan warga asli.

"Usir, usir...tak punya hati nurani," teriak wali murid tak henti-hentinya, Kamis (9/6/2011).

Hiruk pikuk warga membuat suara Siami yang gemetaran dan ingin meminta maaf nyaris tidak terdengar oleh wali murid. Sura Siami nyaris tenggelam oleh suara massa meski sudah menggunakan pengeras suara.

"Saya tidak menyangka akan seperti ini. Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada kepala sekolah dan wali kelas," kata Siami didampingi suaminya.

Dari pantauan detiksurabaya.com, meski sudah meminta maaf, namun warga tetap meminta Siami dan keluarganya keluar dari Desa Gadel. Sementara ruang pertemuan yang berukuran kecil terdengar riuh dan ramai oleh massa.

Usai meminta maaf, Siami kemudian berjabat tangan dan berpelukan dengan Kepala Sekolah Sukatman dan 2 guru kelas VI Fathur Rochman dan Prayitno. Kepala sekolah sendiri mewakili dua guru tersebut meminta maaf atas kejadian di SDN Gadel 2.

Pihaknya dan guru kelas VI lainnya, sudah legowo dan menerima sanksi yang diberikan walikota berupa turunnya pangkat golongan dan tidak lagi menjabat sebagai kepala sekolah.

Meski begitu kemarahan massa tidak surut. Sehingga Siami dan Widodo yang akan keluar ke ruang pertemuan harus dikawal ketat polisi dan koramil. Setelah melewati barisan massa, Siami dan Widodo langsung dimasukkan ke mobil patroli polisi.

(iwd/fat)


Artikel ini memiliki: 7 KomentarPenting +4

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »