Berita Gembira dari OBAMA tentang perdamain Arab-Israel (Copas) • penulis: Aba Jelos, 20 Mei 2011 07:55:06 • 8 KomentarMenarik +1

Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama untuk pertama kali menyampaikan sikap politik luar negerinya soal konflik Timur Tengah. Obama mendukung pengembalian wilayah perbatasan Israel-Palestina seperti sebelum perang Arab-Israel 1967.

"Perbatasan antara Palestina dan Israel harus mengacu pada garis tapal batas 1967, dan harus disesuaikan dengan kesepakatan kedua belah pihak, sehingga tercapailah sebuah perbatasan yang aman dan diakui oleh kedua belah pihak," ujar Obama saat pidato di Gedung Putih, Kamis (19/5/2011) pagi waktu setempat seperti disiarkan langsung stasiun TV Al Jazeera.

Obama mengatakan, saat isu-isu utama konflik antara Israel dan Palestina sedang dinegosiasikan, dasar dari negosiasi-negosiasi tersebut sebenarnya sudah sangat jelas. Negara Palestina dapat hidup dengan tenang, dan negara Israel yang aman.

"Amerika Serikat sangat yakin bahwa negosiasi tersebut akan menghasilkan sesuatu diantara dua negara, dengan batas-batas yang jelas antara Palestina dengan Israel, Yordania dan Mesir," tutur Obama

Obama dalam pidatonya mengakui bahwa berat bagi semua pihak yang bertikai untuk memulai sebuah perundingan, dimana kebencian dan kecurigaan sudah tertanam di masing-masing pihak selama beberapa generasi. Namun Obama yakin baik pihak Israel maupun Palestina lebih memilih untuk melihat masa depan daripada terperangkap pada masa lalu yang kelam.

Meskipun berposisi sebagai sekutu terkuat Israel, namun Obama menyatakan bahwa sudah saatnya AS menyatakan kebenaran, bahwa status-quo yang seperti sekarang saat ini, tidak bisa dilanjutkan. Israel juga harus berbuat maksimal untuk memastikan terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Obama beranggapan perdamaian antara Israel dan Palestina tidak hanya berdampak kepada dua negara saja, tapi juga dapat memberikan dampak yang positif kepada seluruh kawasan.

"Ini adalah sebuah pilihan antara kebencian dan harapan; antara bayang-bayang masa lalu dan masa depan yang menjanjikan. Ini adalah sebuah pilihan yang harus dibuat baik oleh pemimpin maupun oleh rakyat, dan pilihan inilah yang akan menentukan masa depan keamanan kawasan yang baru, aman dan damai," kata Obama.

Sebelum perang Arab-Israel pecah tahun 1967, wilayah Jerusalem Timur, Tepi Barat dan Jalur Gaza merupakan bagian dari wilayah Palestina. Namun karena dalam perang tersebut negara-negara Arab kalah, wilayah-wilayah yang semula dimiliki Palestina kini dikuasai Israel. Israel mengklaim wilayah-wilayah itu sebagai hasil rampasan perang.

Sumber : www.detik.com

 

(Lihat foto: Berita Gembira dari OBAMA tentang perdamain Arab-Israel (Copas))


Artikel ini memiliki: 8 KomentarMenarik +1

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »