Politik Binatang dan Binatang Berpolitik • penulis: Wonggantenk, 18 April 2011 15:03:16 • 14 KomentarMenarik +5

No offense. Saya hanyalah seorang pelajar pengembara yang banyak salah dan dosa. Dan kebanyakan nafkah didapat dengan pekerjaan jalan - jalan ke berbagai tempat.

Selama perjalanan, saya senang mengamati keadaan flora dan fauna setempat. Tak terkecuali juga mengamati perilaku binatang setempat dan hubungannya dengan manusia sekelilingnya. Tentu saja dengan metode yang tidak standar ilmiah, apalagi standar riset animal behaviour.

Agama samawi mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah Tuhan di bumi.

Ada sejumlah kisah yang menunjukkan bahwa perilaku binatang mencerminkan manusia di sekelilingnya. Kisah terkenal Umar bin Abdul Aziz adalah salah satu contoh. Selama dia berkuasa sebagai seorang raja yang adil, binatang buas tidak memakan mangsanya.

Saya pernah berkali - kali berkunjung ke salah satu provinsi yang terletak di barat pantai selatan sumatera. Binatang pemamah biak seenaknya saja berlalu lalang di jalan, tanpa kekhawatiran pemiliknya. Jangan salah, jika anda tabrak, dendanya berlipat lipat. Saya langsung amati bahwa perilaku penduduk setempat juga 11 - 12 dengan binatang tersebut.

Kemudian di salah satu pelosok di bagian utara sumatera, saya juga menghadapi fenomena yang sama, dan benar saja, perilaku masyarakatnya 11 - 12 dengan perilaku binatang setempat. Anjing, sapi dan kambing tidur dan lalu lalang seenaknya di tengah jalan, begitu juga masyarakatnya setempat yang suka seenaknya terhadap aturan dan susah diatur.

Di daerah lain, masih sumatera, saya melihat sejenis burung terbang hinggap berputar putar dari pohon ke pohon terlihat seperti resah. Benar saja, saya menebak bahwa banyak orang setempat yang resah dan pingin pindah, tidak puas dengan keadaan perusahaan yang mempekerjakan mereka.

Di suatu tempat di Kalimantan, semilir angin yang agak aneh dan burung yang tenang walaupun didekati manusia mengisyaratkan kepada saya dan teman bahwa ada 'barak' terdekat yang mau menerima kami dan ternyata isinya teman sekampung kami (+/-3000 km away from home you found neighbours somewhere in a thick jungle)

Kemudian, di suatu tempat, masih di Sumatera, saya lihat fenomena yang agak janggal. Kucing takut dengan ayam (I am serious), kemudian ayam takut dengan bebek dan entok dan mereka semua takut dengan kambing. Biasanya sih ayam yang takut dengan kucing. Kemudian sejumlah kambing meniru gaya berjalan (maaf) manajer setempat. Kambing kambing tersebut berjalan petentengan bak gaya bos besar. Selidik punya selidik, ternyata benar bahwa staf menengah mereka takut dengan staf level bawah. Mengenai perilaku manajer, saya no comment.

Nah, kemungkinan juga saya salah tafsir. Jika teman - teman pernah punya pengalaman mengamati perilaku bintanag dan assosiasinya dengan perilaku manusia setempat, apalagi terkait politik, mohon berbagi ilmunya gan. Siapa tahu, ini bisa dijadikan awal pembentukan disiplin ilmu baru, Kajian Perilaku Politik Berdasarkan Tingkah Polah Binatang Setempat, kita sebut saja beasthomopsychology or whateverlah

(Lihat foto: Politik Binatang dan Binatang Berpolitik)


Artikel ini memiliki: 14 KomentarMenarik +5

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »