Malaysian Employers should pay for all medical, hospitalization & surgical cost of their workers
Isu tentang pemulangan TKI seperti yang dimuat di Kompas hari ini, bukan isu baru. Sejak sebelum Marty mencanangkannya, Hassan Wirajuda juga memiliki rencana yang sama. Saat itu, Mahathir mau memulangkan secepat mungkin tenaga kerja resmi dan tidak resmi. Namun nyaris tak ada sikap jelas dari Jakarta yang membela warga negaranya di negara-negara tempat mereka bekerja. Saat itu Hassan Wirajuda mengungkapkan ada perusahaan Malaysia yang keberatan dengan kebijakan ketenagakerjaan yang baru dari Kuala Lumpur. Argumen ini seharusnya menjadi pijakan bagi pemerintah untuk mempertahankan para pekerja ini di negara tempat mereka bekerja.
Dalam kacamata yang lebih lebar & jernih, barangkali langkah apapun yang diambil oleh Jakarta akan memberikan dampak besar terhadap nasib para pekerja di negara-negara tempat mereka bekerja, yang kadangkala jauh sekali dari perhatian pemerintah pusat. Bahwa sekarang banyak pekerja yang menyasar pekerjaan di luar negeri bukan dari kalangan profesional seperti dokter,pakar komputer atau para pengusaha, namun tak mustahil pada masa datang seperti negara maju lainnya di Asia, kelompok profesional karena panggilan keahliannya berpindah dari satu negara ke negara lain. Jika masalah yang menyangkut para pekerja yang jumlahmnya besar namun dalam skala tingkat pekerjaan yang rendah tidak begitu peduli, bagaimana kelompok profesional Indonesia bisa tertarik untuk mencari pengalaman di mancanegara?
Solusi jangka panjang yang digadang-gadang waktu itu dengan janji mengirimkan pewakilan polisi di negara yang banyak tenaga kerjanya seperti di Malaysia, Arab Saudi, Hongkong, Singapura, Thailand, Timor Leste dan Australia. Langkah itu juga tampaknya seperti cetusan sekejap untuk menghadapi keadaan darurat bukan sebuah perangkat yang komprehensif untuk menghadapi jutaan tenaga kerja di negara lain.
Tak hanya luput dari kebijakan, para pekerja yang sering dielukan sebagai pahlawan devisa ini pun luput dari pemberitaan. Beberapa surat kabar dalam beritanya satu atau dua minggu lalu, sempat membahas sekilas tentang kasus penyiksaan atau perkosaan, yang bahkan juga dilakukan oleh para pejabat negara tetangga. Sementara di negara tetangga, hal ini menjadi bahasan yang riuh, diawali dengan tampil dalam dokumen wikileaks. Kasus Rb dari 2007 yang ramai diperbincangkan di media Malaysia & juga kalangan narablog di negara itu, karena menyangkut nama seorang menteri kerajaan. Ini adalah contoh yang sudah terjadi, sementara kementerian luar negeri Republik Indonesia masih setap beralasan telah menempuh jalur diplomatik (bahkan sejak 2007);
Migrant Care Report; Rb Case (1)
Migrant Care Report; Rb Case (2)
Migrant Care Report; Rb Case (3)
(Lihat foto: Mereka yang Dielukan Sebagai Pahlawan)
Artikel ini memiliki: 14 Berita Foto • 15 Komentar • Penting +8