Bunuh Tuhannya Gayus • penulis: rakjat ketjil, 22 November 2010 15:43:33 • 12 KomentarMenarik +10

Sampe sekarang masih terngiang perkataan gayus pasca usulan hukuman pemiskinan oleh pak Mahfudz MD, "Saya Jangan Dimiskinkan, Kasihan Anak".

Kalo dipikir-pikir, si Gayus baru saja memberikan bocoran yang amat perlu kita catat baik2: dia takut miskin.

Kekuatan, kuasa, dan pengaruh seseorang dapat dibangun dengan beberapa bahan bakar. Para Nabi dan Ulama punya iman tebal dan kredibilitas-dan sepertinya cukup itu saja, Deddy Corbuzier punya make-up, Hulk punya kemarahan, Bung Karno (katanya) punya karisma, Hawkins dan Darwin punya kecerdasan dan kepala yang keras, orang miskin dan terdzalimi punya do'a ampuh, dan dukun punya kemenyan. Lalu apa yang dimiliki koruptor? Itulah yang perlu diincar oleh hukum yang progresif dan substantif hari ini, agar yang namanya efek jera tidak melulu jadi fatamorgana.

***

Konon di Kepulauan Solomon di Pasifik Selatan sana, masyarakat biasa menebang pohon dengan teknik yang tidak lazim ketika kapak dan gergaji sudah tidak mempan. Orang-orang di sana akan mengendap mendekati pohon yang akan ditebang di subuh hari, lalu membentaknya keras-keras hingga sebulan lamanya. Alhasil, jiwa si pohon pun lebur dan raganya tumbang.

nb: btw kenapa pula kalo anak istri "teroris" boleh ditangkap dengan dalih melindungi "teroris" tsb sementara anak istri koruptor gak pernah diusik-usik hidupnya?


Artikel ini memiliki: 12 KomentarMenarik +10

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »