Tentang Money Creation • penulis: rif, 04 November 2010 01:49:48 • 314 KomentarMenarik +10

Kalau ada bingung dengan artikel "Tentang uang, halal-haram, donasi" nggak usah minder.

Kenapa begitu?

Karena emang artikelnya ngaco abess.

Striding Cloud bilang: tanpa mekanisme fractional reserve, proses money creation bisa terjadi melalui mekanisme bunga.

Disitulah letak ngaconya.

 

Percaya aja sama saya, bahwa yang menambah jumlah uang beredar bukanlah bunga, melainkan mekanisme fractional reserve.

Jadi kalau Striding Cloud menjelaskan proses money creation tanpa fractional reserve sama aja menjelaskan susu sapi tanpa sapi, aneh kan ?

Hai penonton saya mau menjelaskan asal-usul susu sapi neh, supaya gampang anggap aja di dunia ini kagak ada sapi....*#!??

Gubraak!

 

Proses money creation bukanlah proses misterius yang hanya dimengerti para dewa... sederhana kok.

Saya punya duit 10 jeti, saya depositoin ke bank, pulangnya saya bawa sertifikat yang ada tulisan 10 jeti dengan bunga sekian-sekian.

Mekanisme fractional reserve memungkinkan bank tadi untuk meminjamkan SEBAGIAN duit saya ke orang lain dalam bentuk kredit untuk usaha.

Mengapa kata SEBAGIAN saya tulis dalam huruf besar, karena itulah padanan kata dari FRACTIONAL.

Bank cukup me RESERVE 10% dari tabungan masyarakat, sisanya boleh dikucurkan dalam bentuk kredit.

Karena saya masih pegang sertifikat deposito, maka saya yakin-seyakinnya masih punya duit 10jt di Bank, sementara si penerima kredit juga yakin-seyakinnya punya duit 9jt buat belanja bahan baku.

Duit yang tadinya 10jt tiba-tiba jadi 19jt.

Money creation nya udah kerasa khan....

Proses di atas bisa ber "multiply" jika sipenerima kredit (instead of beli bahan baku) depositoin lagi duit nya ke bank lain.

Disitu terjadi lagi: "tahan 10% kucurkan sisanya".

Makin kerasa khan money creation nya...

 

Kalau mekanisme fractional reserve di atas dihilangkan maka proses money creation nya juga hilang. Susu sapi gak akan pernah ada kalau sapinya juga gak ada.

Tanpa money creation, uang beredar tidak akan bertambah.

Lho bunga pinjaman yang 7% itu tidak menambah jumlah uang beredar?

Sama sekali tidak.

Jika si peminjam berhasil mengembalikan duit ke bank berikut bunganya maka pasti ada satu dari ribuan pelaku ekonomi yang merugi atau jatuh bangkrut, dan kerugian itu berhasil direbut oleh sipeminjam kredit untuk bayar bunga, dengan kata lain uang yang beredar tetap.

Jika uang beredar tidak bertambah padahal masing-masing pelaku ekonomi harus bayar bunga ke bank maka yang terjadi adalah rebutan uang beredar, pasti ada yang menang dan ada yang kalah.

Bayangkan di pulau terpencil ada 1 banker dan 5 penduduk asli yang gak punya uang sama sekali.

Si banker meminjamkan uang ke setiap orang masing-masing 1 juta, jangka waktu 1 tahun dengan bunga 5%.

Berapa uang beredar?

Ya 5 juta dong.

Berapa uang beredar setahun kemudian?

Ya tetep 5 juta dong.

Artinya akan ada sebagian (atau seluruhnya) yang gak sanggup bayar bunga.

Apakah bunga menambah uang beredar?

Astagfirullah....

 

Penambahan uang beredar akan terjadi jika ada pengucuran kredit baru (mekanisme fractional reserve). Oleh karena itulah para menteri keuangan sejagad selalu mikirin pertumbuhan ekonomi, maksudnye supaya yang jatoh bangkrut gak banyak-banyak amat.

Gitu loh...

 

 

 

Sekarang bagaimana menjelaskan bahwa setiap rupiah yang kita pegang "mengandung" bunga/riba.

Rupiah kita tidak dibackup emas, "penciptaan" rupiah yang paling "literal" terjadi ketika BI membeli bond (surat utang/obligasi) yang diterbitkan oleh pemerintah.

Tentu saja bond itu ada bunga nya.

La iya lah... kalo gak ada bunga nya siapa yang mau beli.

Tanpa repot-repot njelasin fractional reserve banking, saya sudah berani bilang ke Dai Zaenudin MZ, bahwa rupiah yang ada di dompetnya merupakan "surat utang" yang "mengandung" riba.


Artikel ini memiliki: 314 KomentarMenarik +10

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »