Om @edwin sudah mencoba untuk memulai dengan artikel "Making A Book Out of Politikana"
Sebenarnya ide ini sempat tertuang semenjak peninggalan @cibro. Juga, menjadi topik pembahasan di kopdar Bandung yg disponsori om @prajnamu and the team. Bahkan saya sempat melihat kumpulan artikel cibro.
Karena artikel sebelumnya tenggelam, saya coba rangkum (yg sebenarnya sudah coba diringkes oleh Om @edwin juga)
First thing first, I propose we use the already existing categories in Politikana to keep the Politikana's taste.
We can add one category, Komik, to accommodate ndableg & Aji Prast.
Second, the criteria. So far we have the following:
1. No co-pas
2. No anonymous article
3. No piracy
4. In Bahasa IndonesiaThird, establish a team for the article selection. I suggest we take at least one from Politikana's insider such as yusro to join this team. It might be a good idea to involve one outsider as well. The rest of the team consist of the members. The question: how many people will be ideal for this? who will they be? Any suggestion?
Fourth & Fifth, selecting the articles. We have two options. First, we let all members to propose an article (one member one article) to be sorted and selected by the team. Second, we leave the whole deal to the established team.
Sixth, we'll deal with this one when everything else is settled.
Kemudian dari sebagian komentar juga memberikan masukan bagaimana posisi "Komentar" dalam politikana dan juga jika buku ini jadi di eksekusi. Mungkin ini bisa dibahas lebih lanjut diruang artikel ini.
Dan terakhir, sempat saya baca, komentar dari @bocahanteng
Tapi kalau bukunya diniatkan untuk dibaca khalayak di luar "kalangan Politikana", kayaknya masih perlu kerja keras lagi.
Kalau perlu penulis-penulisnya diminta untuk menulis ulang artikel secara lebih sistematis.
Tentunya kita akan perlu tim untuk proyek ini, termasuk nantinya yang bersedia untuk dilibatkan sebagai editor.
Dari saya pribadi, sebenarnya tidak berharap banyak proyek ini berlangsung tergesa-gesa. Dan juga tidak begitu memikirkan keterlibatan para punggawa Politikana, karena memang mereka lagi sibuk-sibuknya (hai om @yusro) .
Oleh karena itu, jika memang ini adalah sebuah proyek komunitas, lebih baik dimulai oleh komunitas dulu untuk pondasinya. Toh kita-kita juga yang "ga ada kerjaan" mau-maunya nongkrong disini. Entah dari menulis indah atau pisuhan di kolom komentar. Punggawa-punggawa politikana saya rasa bisa dilibatkan menjadi pemberi arahan untuk proyek sederhana ini.
Kalau pun mau "kasar2an". Jika nantinya ini berhasil, bisa sedikit banyak membantu Politikana lebih dikenal hingga seberang dimensi. Internet itu terlalu luas, Indonesia itu juga luas, dan jenjang sosial masyarakat ini juga luas. Sementara Buku, tetap masih menjadi kebutuhan untuk menjangkau semuanya. *artinya saya sih berharap proyek ini goal :D
Demikian, silahkan dilanjut lagi diskusinya. Yang sebelumnya itu udah teggelam, sekalian yang belum sempat bersuara, bisa ke"denger"an disini.
Gambar : http://www.flickr.com/photos/denemiles/4195859328/sizes/m/in/photostream/
(Lihat foto: Making A Book Out of Politikana (part 2))
Artikel ini memiliki: 27 Komentar • Penting +7