Saya sendiri sih tidak pernah pakai jasa pendoa kubur itu meskipun suka ditawari. sy sebisanya selalu baca do'a sendiri . nah tdk sengaja ini dapat artikel tentang masalah itu maka saya copas aja disini barangkali bisa dapat masukan dari diskusi tentang apakah afdol membacakan doa buat ahli kubur melalui jasa pembaca doa tersebut? sah atau tidak sah?
Mereka ketiban rezeki dari hasil jasa membaca doa untuk peziarah. Datang ke Jakarta mengejar imbalan Rp400 ribu per hari.
Dani Prasetya
TRADISI nyekar menyambut Ramadan mewarnai kehidupan masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Tiga hari menjelang bulan puasa, jasa para pembaca doa dadakan laris manis diminati para peziarah.
Di TPU Rawa Kopi, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, misalnya, sedikitnya 40 orang pembaca doa dadakan yang datang dari luar kota menawarkan jasa pembaca doa kepada para peziarah.
M Syahrie, 44, pembaca doa dadakan datang dari Serang khusus untuk menawarkan jasa sebagai pembaca doa di TPU Rawa Kopi. Dia sudah empat hari bekerja sebagai pembaca doa di sana.
"Alhamdulillah dapat Rp400 ribu hari ini. Kemarin juga alhamdulillah," ujar pria yang selama ini bertani. Uang Rp400 ribu yang dikantonginya itu dari 15 peziarah yang mengggunakanjasanya.
Uang Rp400 ribu, menurut Syahrie, masih angka minimal untuk jasa pembaca doa yang bekerja sehari. Karena itulah, banyak pembaca doa yang datang ke Jakarta dan rela tidur di masjid selama enam hari. Selain dari Jakarta, pembaca doa di Rawa Kopi ada yang datang dari Bogor dan Serang. "Ini tahun kelima saya (ke sini). Di Serang tidak ada yang ziarah kayak begini," ucap dia. Tarif pembaca doa, ujarnya, sekitar RplO ribu hingga Rp50 ribu per peziarah.
Petugas parkir, pekerja kebersihan, dan pedagang kembang juga ketiban rezeki. Petugas parkir Rachmat, 40, di TPU Rawa Kopi, mengaku bisa mendapat omzet Rpl50 ribu per hari. "Kadang bisa lebih dari itu," ujarnya.
Joni, 21, sehari-hari bekerja di bengkel beralih menjadi pekerja kebersihan di makam Rawa Kopi. "Kalau di bengkel kan belum tentu ada kerjaan menambal. Isi angin paling hanya dapat Rp2.000. Kalau bersih-bersih, sekali melayani peziarah, dapat RplO ribu,"jelasnya.
Di TPU Rawa Kopi berjejeran pedagang yang menjual kembang dan air botolan untuk keperluan ziarah kubur. Novi, 43, seorang di antara pedagang kembang yang beruntung di sana.
Di tempat lain, di TPU Tanah Kusir, pedagang kembang bisa mengantongi keuntungan RplOO ribu per hari. "Semakin mendekati puasa, makin ramai. Puncaknya mungkin pada Selasa depan," kata Nana, pedagang bunga di sana.
Pedagang kembang di Tangerang bisa mendapatkan Rp600 ribu lebih per hari. "Penghasilan kami bisa mencapai Rp600 ribu," kata Nur, pedagang bunga tabur di TPU Astana Raga, Kampung Carang Pulang, Desa Medang, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
Sambut Ramadan
Para peziarah memadati pekuburan muslim TPU Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, kemarin. Di sana terdapat makam tiga korban peledakan bom Hotel JW
Mariot, Kuningan, Jakarta Selatan yaitu Ibrohim, Syahril, dan Syarifuddin. Peziarah di TPU Pondok Ranggon mulai ramai sejak pagi. Puncak ramai pada pukul 15.00 WIB.
"Sejak kecil saya sudah diajari mbah, sebelum menjalani ibadah puasa berziarah dulu ke makam sanak saudara," kata peziarah, Dudi Iskandar, 52, di TPU Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Berdasarkan pengamatan Media Indonesia, TPU di Jakarta yang ramai dipadati para peziarah antara lain di TPU Kampung Malaka, TPU Pondok Kelapa, TPU Kober, TPU Rawamangun, dan TPU Tanah Kusir.
Dari Kota Depok dilaporkan, TPU Kali Mulya I, II, dan III, Jalan Kampung Duren, Kelurahan Kali Mulya, Sukma Jaya, ramai dikunjungi peziarah. Hal serupa terjadi di TPU Babakan, TPU Betet, TPU Astana Raga, dan TPU Curug Wetan di Tangerang. (DP/KG/SM/J-5)dani@mediaindonesia.com
sumber dari http://bataviase.co.id/node/333477
Artikel ini memiliki: 15 Komentar • Menarik +6