Surat terbuka untuk warga Jakarta tentang kemacetan • penulis: uceenk, 30 Juli 2010 12:58:03 • 29 KomentarInspiratif +3

Disclaimer : saya kurang tau ini tulisan ini OOT apa tidak, kalo memang OOT tolong beri tau, saya kan segera ngehapusnya

Assalamu’alaikum wr wb

Apa kabar wahai kawan-kawan penduduk Jakarta, bagaimana keadaan anda hari ini ?, saya berdoa mudah-mudahan anda bersabar dengan kemacetan seperti yang mungkin anda alami pagi ini, entah anda pengguna motor, busway, KRL, Bajaj, metro mini, taxi, Toyota Camry atau bahkan mungkin Ferrari … aamiin

Di hari yang cerah ini, saya bukanlah siapa-siapa, bukan pula pejabat pemerintah, saya adalah rakyat biasa yang peduli kepada anda, mohon izinkanlah saya berbicara kepada anda dari hati ke hati

Seperti yang kita ketahui bersama kawan, orang yg lulus kuliah di negeri ini, KEBANYAKAN tidak punya pilihan lain selain bekerja di Jakarta, pun begitu pula orang yg tak berpendidikan, dari desa ke kota KEBANYAKAN memilih jakarta tuk mencari nafkah, kita ini negara merdeka wahai kawan, sebetulnya engkau bebas memilih dimana saja engkau bekerja

Tetapi entah kenapa mengapa kebebasan memilih untuk mencari nafkah selalu bermuara kepada satu kota, JAKARTA, indonesia terlalu luas, saya tidak percaya kalau Alloh SWT menurunkan rizkinya hanya di satu kota, saya hanya percaya keenganan kita untuk menjemput rizki yg membuat rizki tak dapat dijemput, menyebarlah wahai kawan menyebar, jangan dikira di daerah lain engkau tidak bisa makmur wahai kawan

Silahkan saja kawan protes kepada pemerintah kota Jakarta, pemerintah memang punya banyak kekurangan, tapi satu contoh tahukah seberapa banyak traffic KRL Jakarta - Bogor ?, jikalau pemerintah 100% tak peduli, traffic KRLnya tidak sebanyak itu, traffic KRL di jalur itu sudah melebihi kapasitas, sedikit saja pegawai stasiun lalai, taruhannya adalah TABRAKAN, di daerah situ bukan kereta saja yang harus ditambah, tapi RELNYA juga harus ditambah, jadi empat. Pernahkah engkau membayangkan berapa biaya yang harus dihabiskan untuk membangun hal itu, belum lagi proyek sebesar ini membuka ruang korupsi, nanti kalau itu terjadi, kawan protes kembali, bukankah itu melelahkan kawan ?, padahal bukankah lebih mudah jika kawan keluar dari Jakarta, cari nafkah di kota lain, stress kawan berkurang, macet pun tak merindui anda lagi

Mungkin kawan bingung, pekerjaan apa yang kawan bisa dapat di daerah lain, hey jika kawan adalah muslim, cukuplah kita teladani bahwa Rasulullah SAW juga berniaga sejak dari kecil, ya bisnis kawan, bisnis. Bagi saya akar permasalahan kemacetan jakarta bukanlah banyaknya penduduk, tetapi terlalu sedikit warga negeri ini yang menjadi entrepreneur, dan yang namanya membuka bisnis sendiri, kita lebih bebas untuk membuka dimana saja, bahkan jika anda tetap tinggal di Jakarta, perniagaan membuat anda tidak sering kemana-mana, oke kalaupun bisnis anda mengharuskan anda kemana-mana, tapi anda tetap punya pilihan jam berapa saja anda pergi, sehingga bisa menghindari jam sibuk kota, apalagi kalau anda membuka bisnis tersebut di dekat rumah anda sendiri, wah klop sudah

Akhir kata, wahai kawan-kawanku di Jakarta, saya menulis ini bukanlah sebagai tanda protes kepada anda, tetapi saya bertujuan menulis ini untuk menyemangati anda, saya ingin berbagi bahwa hidup tanpa kemacetan itu nikmat, 2 tahun berlalu sudah saya bekerja di rumah, hampir tidak pernah lagi mengalami kemacetan kecuali hari Sabtu ketika saya ingin berenang ke Sabuga, Bandung, dan tahukah kawan, ironisnya macetnya Bandung hari tersebut, itu karena anda-anda juga pada datang ke sini (nah kalo bagian ini kawan, beneran saya protes kepada anda he he)

Salam Hangat

 

Kirconboy
(Telecommuting Evangelist - Penggiat bekerja jarak jauh/bekerja dari rumah)


Artikel ini memiliki: 29 KomentarInspiratif +3

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »