Terinspirasi oleh ini beserta komentar yang mengikutinya, saya jadi iseng membanding-bandingkan keonaran yang dibuat FPI dengan pendukung kepala daerah/parpol (kasus rusuh pilkada), serta rusuh yg disebabkan satpol pp melalui paman google ...
Diantara kontestan pembuat "keonaran" itu, juara satu diraih oleh rusuh pilkada (Sekitar 869,000 hasil), lalu rusuh satpol pp (Sekitar 526,000 hasil) dan rusuh fpi (Sekitar 254.000 hasil) ...Terus terang, saya tdk tahu pasti apa artinya jumlah hasil pencarian tsb, tapi ijinkan saya menyimpulkan bahwa jumlah berita mengiktui jumlah kerusuhan.
Kita sama sama mengakui bahwa otak politikus itu ada, walau sedikit (kita berbaik sangka bahwa mereka punya otak) *, dan kita juga sama sama yakin bahwa yang diobrak-abrik oleh stpol pp itu hanya pedagang kaki 5, bukan perusahaan besar pengemplang pajak. Sedangkan tugas FPI jelas, "menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran."**
Pertanyaannya: Mengapa hanya FPI saja yg diopinikan agar dibubarkan?*** Kan ada yang lebih sering membuat keonaran yg akibatnya sistemik ;))
*) Politikus pengendali parpol, pengendali massa ...
**) Saya tdk sepaham dengan FPI dalam hal melakukan perlawanan thdp kemasiatan.
***) Jika tidak salah, opini pembubaran FPI ini ada sejak Gus Dur jadi Presiden.
Gambar: Corbis.com
Artikel ini memiliki: 27 Komentar • Bagus +4