razia hp • penulis: rif, 13 Juni 2010 02:35:09 • 54 KomentarPenting +7


Razia hand-phone pelajar makin marak. Sampai saya menulis ini, baru Komisi Perlindungan Anak yang keberatan, itupun alasan nya bukan karena pelanggaran privacy.

Menurut Komisi itu, razia menimbulkan ketakutan di kalangan pelajar dan malah membuat orang makin penasaran untuk melihat video porno.

Saya nggak pernah mbantah video intim sang idola bisa “menggoda” remaja kita ikut berintim-intiman. Yang saya persoalkan, apakah ketakutan itu sebanding dengan pengorbanan kita membiarkan pemerintah  examine isi hand-phone kita?

Jika hari ini kita punya alasan untuk setuju dengan tindakan pemerintah merazia hand-phone, maka alasan yang sama bisa digunakan untuk setuju dengan razia-razia lain di masa yang akan datang.

Mengapa begitu?

Karena tanpa sadar kita telah membenarkan sebuah dalil, bahwa  hanya pemerintahlah yang paling ahli  membereskan kasus-kasus berkategori “bisa meresahkan masyarakat” , dan oleh karenanya sudah selayaknya pemerintah diperbolehkan mengobok-obok privacy masyarakat.

Sekali lagi saya tidak pernah membantah ketakutan para orang tua. Saya cuma mau ngasih tau bahwa kalaupun ketakutan itu benar-benar jadi kenyataan maka jumlahnya pasti cuman seupil.

Mengapa begitu?

Karena orang tua di seantero jagad  tau betul bahwa  yang namanya anak dibawah umur itu harus dibimbing dan didampingi. Heboh video intim sang idola justru membuat orang tua makin ketat mengawasi  anak-anaknya.

Kenapa hanya karena kasus seupil, lalu kita rela begitu saja membiarkan pemerintah menggeledah privacy semua orang?

Kenapa kita tidak bisa menganggap kasus segelintir itu sebagai risiko yang harus kita tanggung demi mempertahankan privacy kita?

Berita terakhir yang saya dengar; PNS juga dirazia, dan nggak ada yang protes!


Artikel ini memiliki: 54 KomentarPenting +7

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »