Bagi SBY fans club ini adalah saatnya bersenang-senang. Setelah berhari-hari disuguhi berita kekerasan Israel dan kekasaran artis mirip Ariel-Luna atau Ariel-Cut Tari, kini SBY berusaha menghibur penggemarnya melalui lagu. Ya, SBY ingin menghibur penggemarnya lewat lagu terbarunya. Mungkin karena terinspirasi oleh kesuksesan di 3 albumnya terdahulu yang meledak di jajaran birokrasi negeri impian, kini SBY kembali menciptakan lagu baru dan telah dirilis di istana kebanggannya. Jika pada album-album sebelumnya lebih bernuansa pop maka di lagu baru ini SBY tampil beda dan ingin merubah citra sebagai rocker. Dengan di bantu oleh Erwin Gutawa dan Sandy Sandoro, SBY ingin menunjukkan pada lawan-lawan politiknya bahwa jika terdesak dia juga bisa bermain keras. Orang lembut juga bisa kasar tau, begitu mungkin pesan yang ingin disampaikan.
Berikut adalah penggalan bait lagi terbaru ciptaan SBY. Keren dan membawa pesan yang indah...
bumi kita ini, taman kehidupan
hutan dan lautan
di relung langit biru
bersatulah wahai bangsa sedunia...
Sementara itu di belahan dunia yang lain, anggota parlemen sibuk merencanakan sebuah perampokan yang di anggap legal. Mungkin terinspirasi oleh kesuksesan century yang mampu menghilangkan uang negara tanpa jejak, mereka pun memeras otaknya dan merapatkan barisan untuk bisa memindahkan uang negara ke kantong pribadi. Jumlahnya juga tidak sedikit, 15 milyar per kepala. Artinya, negara harus merelakan kasnya sebesar 8.4 triliun untuk anggota DPR. Jumlahnya melebihi uang yang dihilangkan oleh mafia century. Pepatah yang mengatakan anjing menggonggong kapilah tetap berlalu sepertinya telah mendarah daging dan terpatri di sanubari mereka.
Dan masih di belahan dunia lainnya, sedang terjadi pertandingan yang seru dan menggelikan antara Anggodo vs KPK dan Susno vs POLRI. Dan dunia pun hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata lagi, ketika melihat pilar-pilar negara sedang bermain-main dan bersenang-senang. Dunia oh dunia...
Artikel ini memiliki: 1 Komentar • Bagus +4