Kemerdekaan Belajar dan Berkarya Harus diIndahkan • penulis: rocknrolla, 29 Mei 2010 13:33:26 • 3 KomentarMenarik +3

belajar bisa dilakukan dimana pun, kapan pun, oleh siapa pun. ini merupakan cermin kebebasan dan kemerdekaa belajar yang mendorong terciptanya kebebasan berkarya juga. pembelajaran tentunya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di suatu negara, yang pada dampaknya berkembang pada proses pertumbuhan negara itu sendiri. menjadi lebih baik tentu nya. dengan semakin produktif nya sebuah karya-karya itu lah kita bisa menaruh harapan untuk masa depan Indonesia. tapi mengapa Departemen yang menangani Pendidikan ini masih sebatas mengutak-atik nilai rata-rata pelajar? saya rasa sudah saat nya konteks pendidikan diperluas. saatnya pendidikan tidak saja menghasilkan Ijasah atau gelar-gelar lainnya. pendidikan seharusnya ber-orientasi pada produktifitas karya yang nyata. setiap orang didorong untuk belajar berkarya secara nyata disamping penguasaan materi semata. ketika orang-orang menuntut dibatalkan nya Ujian Nasional, saya tidak menyatakan demikian. Ujian Nasional baik untuk menjadi tolak ukur secara Nasional. namun, ketidak-lulusan lah yang saya rasa merupakan pembunuhan karakter pelajar. biarkan saja mereka memperoleh nilai berapa pun dan lulus, toh nilai baik dan jelek nya mereka yang menerima. dan diperbolehkan untuk mengulang memperbaiki nilai mungkin untuk tahun selanjutnya. yang saya coba sampaikan disini adalah, seharusnya setiap warga negara Indonesia tetap mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan sebaik mungkin, bukan dihentikan oleh ketidak-lulusan tersebut. seorang yang menguasai ilmu eksak mungkin saja tidak lulus pada ilmu sosial dan dinyatakan tidak lulus untuk melanjutkan pendidikan nya, pelanggaran HAM bukan? mari kita dukung pembebasan belajar dan berkarya untuk bangsa ini. secara sistem tentu nya yang perlu pembenahan menuju lebih baik, agar pelajar dapat terus bebas untuk belajar seperti layakya seorang "pelajar". 

dalam hal ini, kualitas tenaga pendidik juga bergantung pada sistem yang ada. saya rasa sistem masih terlalu dicampuri birokrasi dalam kepegawaian tenaga pendidik. mudahnya, siswa dituntut untuk berkarya, dan guru-guru nya dituntut untuk berkarir. bagaimana harusnya agar kepentingan guru dan siswa ini menciptakan ruang yang fokus untuk berkarya? ini tantangan pendidikan di Indonesia yang juga perlu dibenahi. karena hanya dengan  sistem re-generasi kepemimpinan lah yang mampu menciptakan perubahan. bayangkan apabila aspek ini menjadi bobrok, anak dan cucu kita pasti nya yang merasakan. begitu pun kita yang sekarang sedang menikmati perjuangan pendahulu kita. inilah dinamika pendidikan kita, mari bersama kita jaga dengan budaya. menjadi lebih baik untuk lebih banyak orang! merdeka!

(Lihat foto: Kemerdekaan Belajar dan Berkarya Harus diIndahkan)


Artikel ini memiliki: 3 KomentarMenarik +3

Tulisan terkait:

Baca tulisan « sebelumnya  berikutnya »